When you get caught between the rain…

When you get caught between the rain, semangkuk lontong sayur dan seorang bidadari bernama Alexa

Wahyu Wibowo

Hujan gerimis menghiasi wajah pagi
Sisakan kabut dingin yang menyentuh nurani
Ada tertinggal sepercik sisa sisa mimpi
Malas rasanya memulai aktivitas hari ini

Tapi aku ini hanya manusia dari kasta biasa
Janggal rasanya bila seharian hanya mendekap rasa manja
Kuberanikan diri menyentuh air yang sedingin salju
Mencoba lenyapkan sisa lelah yang masih membelenggu

Air hujan tempias menyapa wajahku
Semakin kueratkan pelukan pada jaket lusuhku
Kulangkahkan kaki dengan sedikit terburu buru
Menuju tempat aku menjamu sarapan pagi hariku

Hari ini tak begitu ramai seperti hari biasanya di sana
Hanya ada satu dua manusia yang sedang menjamu seleranya
Segera kuhempaskan tubuhku di sudut sebuah meja
Menanti hidangan sederhana favoritku…. Lontong sayur dengan tiga kuah rasa

Ketika lidahku tengah menikmati berjuta sensasi
Tak sengaja mataku terpaku pada sosok indah berparas dewi
Sepertinya aku kenal dengan sepotong mozaik wajah ini
Wajah yang belakangan ini sering menghiasi wajah televisi

Hmmm… Alexa…. gumanku perlahan……. Artis yang belakangan tengah bersinar terang
Dan kecantikannya terkenal sampai ke pelosok pasar tanah abang
Tak ada tukang beca, tukang sayur yang tidak mengenal sosoknya
Hmmm sungguh beruntung aku bisa berpapasan muka dengannya

“Pagi mbak Alexa …. Koq tumben mau makan di warung kaki lima “ ucapku sambil lalu
Dan seulas senyum manisnya segera tercipta seolah hanya untuk diriku hari itu
“ Yups aku selalu suka makanan ini…. Ada sebuah filosofi di antara kelezatannya yang sederhana “ ujarnya seketika
“ apa itu mbak… “ kataku yang rupanya telah terjebak pada rasa ingin tahu

Tataplah lontongnya…..berwarna putih selalu … seperti kesucian seorang bidadari
Rasakan kuahnya… ada manis, asin, asem, gurih, kriuk kriuk pun ada.. menandakan fase perjalanan yang harus dijalani
Sekarang coba pejamkan mata dan rasakan kelembutannya di lidahmu
Seperti itulah bila cinta sedang menuliskan bait-bait syair lagu rindu

Waduh… aku hanya bisa garuk garuk kepala sambil menatap wajahnya yang tiba tiba saja bercahaya
Ingin rasanya menatap keindahanya agak sedikit lebih lama
Tetapi apa dayaku….. aku telah ditunggu oleh sebuah aktivitas kerja yang kadang membuat aku jemu
Hmmmm kata-katanya akan selalu terngiang ngiang setiap kali aku menikmati lontong sayur menu pagi hariku

Ilustrasi: kiriman penulis

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *