Pernahkah Kau Merasa?

Sumonggo – Sleman


Kau bilang pencemaran nama baik?

Sebenarnya tidak ada yang mencemarkan nama baikmu

Kelakuanmu sendirilah yang mengotori tak kunjung henti

Sampai wartawan bingung,

yang mana mesti diberitakan hari ini

karena kebobrokan terungkap silih-berganti


Bukannya ikhlas memperbaiki diri

Kau malah sibuk dengan borok yang kau tutup-tutupi

Kau bilang harkat dan martabat korps perlu dihormati

Benarkah itu atau cuma basa basi?

Mengapa tugas mulia dan suci malah kau nodai sendiri?

Pernahkah kau bersungguh-sungguh menjaganya sepenuh hati,

dari godaan para durjana yang menggerogoti negeri?

Ataukah kau makin asyik berkonspirasi?


Dulu,

lapor kehilangan ayam bakal kehilangan kambing

Sekarang,

lapor kehilangan kambing terancam tidur di kandang kambing

Jangan coba-coba melaporkan gerombolan maling kambing,

bakal dicarikan segerombol kambing hitam


Bonyok duluan karena salah tangkap,

kau bilang sekedar salah paham

Ada yang dihajar sekarat,

kau bilang sekedar terpeleset


Kongkalikong dengan maling, kau bilang pelanggaran disiplin semata

Jual beli pasal, kau bilang kesalahan teknis semata

Cukong busuk kabur, kau bilang kelalaian semata

Sindikat bandit sistemik, kau bilang salah prosedur semata

Semata apa?

Matamu …


Yang tidak bersalah,

kau coba telikung dengan bermacam rekayasa

Sedang yang seharusnya ditahan,

kau bilang tak punya kesalahan

Ataukah sengaja kau diamkan karena telah beroleh bagian?

Bisik-bisik temuan rekening mencurigakan bernilai milyaran

Kok kau malah ngotot hendak memperkarakan asal bocoran

Dimanakah akal sehat kau letakkan?


Kekayaan pertiwi dijarah besar-besaran kau biarkan

Tapi nenek renta miskin papa tersaruk-saruk dipaksa masuk pengadilan

Sudah lamakah bisikan nurani kau tinggalkan?

Adakah sumpah dan janji itu sudah kau lupakan?

Tak heran wibawamu sirna berganti cibiran


Tuhan,

tolong sadarkan mereka dari jalan nista

Agar seragam dan pundak yang dipenuhi bermacam tanda

Tak digadaikan bertukar kepalsuan dunia

Yang membuat mereka terlena semena-mena


Tuhan,

buatlah jiwa dan hati mereka kuat

Tak terbujuk iming-iming 24 karat,

dari para biang maksiat dan birokrat bermental melarat

Agar aparat tidak menjadi keparat

Tetapi sebenar-benarnya pelindung rakyat


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.