Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pernahkah Kau Merasa?

Wednesday, 26 May 2010

Viewed 1241 times, 1 times today | 27 Comments |

Sumonggo – Sleman


Kau bilang pencemaran nama baik?

Sebenarnya tidak ada yang mencemarkan nama baikmu

Kelakuanmu sendirilah yang mengotori tak kunjung henti

Sampai wartawan bingung,

yang mana mesti diberitakan hari ini

karena kebobrokan terungkap silih-berganti


Bukannya ikhlas memperbaiki diri

Kau malah sibuk dengan borok yang kau tutup-tutupi

Kau bilang harkat dan martabat korps perlu dihormati

Benarkah itu atau cuma basa basi?

Mengapa tugas mulia dan suci malah kau nodai sendiri?

Pernahkah kau bersungguh-sungguh menjaganya sepenuh hati,

dari godaan para durjana yang menggerogoti negeri?

Ataukah kau makin asyik berkonspirasi?


Dulu,

lapor kehilangan ayam bakal kehilangan kambing

Sekarang,

lapor kehilangan kambing terancam tidur di kandang kambing

Jangan coba-coba melaporkan gerombolan maling kambing,

bakal dicarikan segerombol kambing hitam


Bonyok duluan karena salah tangkap,

kau bilang sekedar salah paham

Ada yang dihajar sekarat,

kau bilang sekedar terpeleset


Kongkalikong dengan maling, kau bilang pelanggaran disiplin semata

Jual beli pasal, kau bilang kesalahan teknis semata

Cukong busuk kabur, kau bilang kelalaian semata

Sindikat bandit sistemik, kau bilang salah prosedur semata

Semata apa?

Matamu …


Yang tidak bersalah,

kau coba telikung dengan bermacam rekayasa

Sedang yang seharusnya ditahan,

kau bilang tak punya kesalahan

Ataukah sengaja kau diamkan karena telah beroleh bagian?

Bisik-bisik temuan rekening mencurigakan bernilai milyaran

Kok kau malah ngotot hendak memperkarakan asal bocoran

Dimanakah akal sehat kau letakkan?


Kekayaan pertiwi dijarah besar-besaran kau biarkan

Tapi nenek renta miskin papa tersaruk-saruk dipaksa masuk pengadilan

Sudah lamakah bisikan nurani kau tinggalkan?

Adakah sumpah dan janji itu sudah kau lupakan?

Tak heran wibawamu sirna berganti cibiran


Tuhan,

tolong sadarkan mereka dari jalan nista

Agar seragam dan pundak yang dipenuhi bermacam tanda

Tak digadaikan bertukar kepalsuan dunia

Yang membuat mereka terlena semena-mena


Tuhan,

buatlah jiwa dan hati mereka kuat

Tak terbujuk iming-iming 24 karat,

dari para biang maksiat dan birokrat bermental melarat

Agar aparat tidak menjadi keparat

Tetapi sebenar-benarnya pelindung rakyat


Share This Post

Posted by Wednesday, 26 May 2010 on 00:43.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

27 Responses to “Pernahkah Kau Merasa?”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 27
    Dewi Aichi Says:

    anakku, meski ngga ngomong bahas indonesia secara fasih, tapi bisa nyanyiin laginya ungu ini, sama lagunya mulan, wonder woman ..heran deh…tiap aku bermotor ria sore2 di Jogja, anakku mbonceng di belakang sambil treak2,”aku bukan wonder womanmu!”..sampai aku nyuruh diem he he…mingkem Le…ora bengak bengok neng ndalan, isin aku.
    Anakku memang punya kemampuan nge rap secara otomatis, setiap mandi maupun saat2 ada kemauan , dia mengucapkan kata2 apa saja, dengan nada2 ngerap, bisa lebih dari 30 menit ngga berhenti.

  2. 26
    adhe Says:

    Den Mas Kemplu…..apik tenanan puisinya, hehehe.

  3. 25
    Lani Says:

    Eddy : dimaz bentuuuul (komen 23)……..mmg syarate mung loro: NDABLEG……..NGEYELAN……!!!!!!!

  4. 24
    Kornelya Says:

    Pa Sumonggo, do’aku semoga rakyat jelata diberi rejeki yang cukup untuk mempertahankan hidup. Stock Kutukan, umpatan, sumpah serapahku sudah habis. Salam cinta tanah air, dari orang yang dianggap gila, karena percaya bahwa keadilan yang beradab itu eksis.

  5. 23
    Edy Says:

    Syarat utama jadi pejabat Indonesia adalah ya ndableg tsb

  6. 22
    Bagong Julianto Says:

    Aku POL, begitupun tetap minta kau ISI.
    Aku hamba hukum, bukan… aku yang punya hukum, jangan kau tangISI
    Tak perlu sedu sedan itu… aku memang jalang
    dari kumpulan para biang

    (Dhuh Gusti, nyuwun genging pangaksami…….)

  7. 21
    alexa Says:

    Wong cilik mung iso ngomong GUSTI ALLAH MBOTEN SARE

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)