Aku Benci Materazzi

Dewi Aichi – Brazil

Di Brazil, ngomongin tim sepak bola sama saja debat agama. Bisa berakhir saling tembak menembak, atau pembunuhan. Minggu sore terjadi pertandingan babak final antar tim di Sao Paulo yang akhirnya dimenangkan oleh tim kesebelasan Santos.

Trio Robinho, Neymar dan Paulo Henrique Ganso sangat kompak hingga membawa kemenangan untuk Santos. Begitu menang, berdansa sambalah mereka bertiga, he he..itulah gaya pemain bola Brazil!   Setelah kemenangan itu, berpesta mereka di luar lapangan, antara pemain dan supporter tumpah ruah di di jalan-jalan dan pinggir pantai, tidak peduli malam hari telah larut. http://globoesporte.globo.com/Esportes/Noticias/Times/Santos/0,,MUL1586138-9874,00-SANTISTAS+GARANTEM+QUE+NAO+TIVERAM+INTENCAO+DE+OFENDER+LUXEMBURGO.html

Kalau aku tidak pernah menyukai suatu tim tertentu. Kan banyak tuh yang sampai fanatik, bela-belain melotot di depan tv hanya untuk menonton tim idolanya. Aku hanya seperti itu kalau pas ada piala dunia saja. Yang aku suka sih bukan tim atau negara…tetapi pemainnya, ngga peduli itu dari Belanda, Jerman, Inggris, Perancis, ataupun Brazil.

Malah kalau pemain Brazil yang masuk ke piala dunia tidak ada yang bikin ehem-ehem kecuali Kaka. Justru pemain-pemain nasional yang bikin kebit-kebit kalau melihat mereka beraksi di lapangan. Sayang sekali yang mejeng dari pemain Brazil justru yang tampangnya biasa-biasa saja. Padahal….

Di piala dunia yang lalu, aku masih di Jepang, wah sampai dini hari aku melek sendirian hanya untuk melihat final piala dunia. Waktu itu Italia lawan Perancis yang akhirnya dimenangkan oleh Italia.   Pagi-pagi aku langsung ngoceh bersama temanku Miriam, asal Peru. Kami berdua sama-sama fans Zidane. Makanya perkelahian antara Zidane dan Materazzi yang kami bahas sampai lupa kerja he he.   “Zidane tak layak medapatkan kartu merah, seharusnya itu untuk si Materazzi!”

Namanya saja idola, harus di bela dong he he. Zidane tidak bersalah. Dia adalah pribadi yang bijak dan tenang. Semua orang termasuk Zidane juga bisa marah kalau memang sesuatu yang hal telah sangat menyakiti hati. Artinya, kata-kata yang dilontarkan Materazzi sudah di luar batas sehingga sebegitu marahnya Zidane sampai menanduk dadanya. Zidane is innocent! Dia ngga salah! Begitulah komentarku yang kulontarkan ke temanku.   Temanku sangat berapi-api menanggapi komentarku tersebut. He he..sekali lagi, namanya juga idola…! “Jantungku seakan mau copot mengikuti setiap menit di ajang final tadi!”, katanya. Huuu…ternyata Italia menjadi pemenang piala dunia 2006. Dari awal sudah harap-harap cemas, Perancis pasti menang.

Forza Italia!! Prendo un quatro coppa del mondiali!!
Bentornati campioni del mondo!! Tapi setengah tidak ikhlas mengucapkan kalimat itu!

Kilas balik Italia saat melawan Perancis:

Lima algojo penalti Gli Azzuri menghapus rekor buruk Italia mengambil tendangan penalti. Italia berhasil menjadi juara Piala Dunia 2006, setelah berjibaku lewat drama adu penalti, mengatasi musuh bebuyutannya Prancis, 5-3 (1-1). Rekor buruk di Piala Dunia 1990, 94 dan 1998 dibayar lunas pasukan Marcello Lippi di Stadion Olympia, Berlin, Senin (10/3) dini hari.

Di tengah cuaca panas bersuhu 27 derajat celsius, Andrea Pirlo, Marco Materazzi, Daniel De Rossi, Alesandro Del Piero dan Fabio Grosso membungkam Fabien Barthez menjebol gawangnya.

Sementara Prancis lewat David Trezeguet tidak dapat membalas, tiga gol dari Sylvain Wiltord, Eric Abidal dan Willy Sagnol membobol gawang Ganluigi Buffon.

Zinedine Zidane, kapten Prancis membawa Le Bleus unggul lebih dulu dari titik putih pada menit ke-7. Materazzi melanggar Florent Malouda, gelandang Prancis. Seketika wasit Horacio Elizondo menunjuk titik putih.

Zidane meski mengakhiri karirnya dengan buruk, tapi ia merupakan pencetak gol keempat dua ajang Piala Dunia. Dan tetap dipuja oleh fansnya..! Meskipun tidak bisa mengantarkan Perancis menjadi pemenangnya.

Itulah sedikit mengingatkan detik-detik akhir piala dunia 2006, untuk menyambut acara piala dunia mendatang. Di Brazil sudah semakin panas saja mempersiapkan diri untuk memenangkan piala dunia nanti.

Sayangnya Zidane tidak akan main di piala dunia nanti. Hiks..hiks..i love you Zidane, kamu main ya di piala dunia nanti. Kan umurmu baru 38, belum tua lah yaaaaa…! Ihh…cool banget sih kamu! Rasanya sepi piala dunia tanpa kehadiranmu!

Bravo Zidane…!
I’m ur fans, i admire u! U’re the best player in the world! Viva Zidane..!

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *