Buto Dalam Puisi

WeWe & Alexa


Jangan Panggil Aku Buto

Mama…. Aku benci banget ketika mereka mulai meneriaki aku buto

Apa karena badanku yang gembul karena kebanyakan makan bakso

Bukan salahku bila pipiku jadi agak agak tembem merah jambu begini

Karena mama juga yang selalu saja bawel menyuruhku minum susu 2 gelas setiap hari


Mama… aku ingin menangis rasanya ketika mereka tertawa sambil mencubit pipiku

Pipi bakpao… pipi bakpao …. katanya gemes sambil terus menjawil wajah imutku

Duh koq banyak sekali sih tante tante temen mama yang kini jadi fansku

Kemana aku harus bersembunyi tiap kali mama paksa aku pergi arisan sebagai bintang tamu


Mama… aku sedih banget loh kalo liat bentukku di depan kaca nako

Koq… sama sekali tak ada mirip miripnya dengan gagahnya si gondrong Rambo

Please deh….  ma jangan lagi sering sering kasih aku makan sosis

Kasih aja aku makan banyak banyak makan kacang buncis a la bule bule perancis


Mama… aku sering gugup ma kalo liat cewek imut  yang aku sukai

Setiap kali berada di dekatnya keringatku mendadak mengucur deras sekali

Duh deg degan rasanya saat mulai tercium aroma keringatku yang khas mirip bau terasi

Ealah….DUUUTTTTTT… Koq tiba tiba saja suasana ini membuat aku jadi kentut keras sekali…….


Mama…  mengapa di tiap ujung gank selalu saja ada orang yang usil padaku

Apa mereka ngga tahu aku sudah coba diet tapi selalu tak pernah sukses melulu

Selalu saja ada godaan makanan  tersaji di meja yang membuat air liurku menari nari

Apa aku ditaqdirkan selamanya untuk punya perut bulat bohay lebay seperti ini


Mama… tolong ma…. Jangan biarkan mereka terus memanggilku buto

Sekali kali aku juga mau donk ma di panggil fansku…. Hey macho…!!!

Terkadang aku bermimpi tubuhku seperti hulk Hogan yang sedang beraksi

Hmmmm….. kira kira kapan yach semua itu bisa terealisasi…….


BUTO DI MATA WANITA

Selalu kembali aku pergi kesana,

Ke taman yang penuh dengan bunga cinta,

Tempat aku menumpahkan segala rasa,

Saat-saat dimana duniaku tak lagi bercahaya,


Wanginya mampu menghapus berjuta air mata,

Indahnya membuatku lupa akan pahitnya duka,

Sejuknya memberi aku satu kekuatan rasa,

Hijaunya membelaiku lembut penuh dengan rasa cinta,


Taman yang membuatku lebih arif mengenal dunia,

Selalu menopangku saat aku terjatuh dan terluka,

Tampat rahasia yang tak ada duanya didunia,

Tempat kubersembunyi di sudut hati sahabat tercinta,


BUTO…..
Alexa dan Wewe

Aku suka dengan cara dia tersenyum
Cara dia memandang
Dan cara dia menyapa hangat dunia
Karena itu begitu meneduhkan hatiku

Aku suka dengan cara dia tersenyum
Cara dia dia menyapa kawan-kawannya
Karena itu begitu hangat dimataku

Aku suka dengan cara dia tersenyum
Cara dia memeluk belahan jiwanya
Karena itu begitu menyentuh perasaanku

Aku suka dengan cara dia tersenyum
Cara dia mengasuh buto-buto ciliknya
Dan cara dia menyapa mereka
Karena itu begitu penuh kasih sayang

Aku suka cara dia ngapain aja
karena dia adalah manusia biasa
yang mengulurkan persahabatan pada dunia
dan memberi arti pada kehidupan yang kujalani

60 Comments to "Buto Dalam Puisi"

  1. [email protected]  20 March, 2013 at 07:40

    curhat nih yee

  2. Mega Vristian  12 November, 2012 at 15:35

    Puisi dan komentar-komentarnya, bikin senyum. Asik!

  3. Christiana Budi  4 November, 2012 at 10:39

    wah salaaah….pak DJ salah tulis…untuk Om JC heheheh saking nguyu kekel baca puisinya…. krn kena aku juga..julukan pipi gembul hehehehe

  4. Christiana Budi  4 November, 2012 at 10:38

    baru ngeh..kenapa mbak lani, pakde Dj dkk panggil aki buto ke om DJ….heheheheehe

  5. Yuli Duryat  31 October, 2012 at 07:33

    Hehehe lucu.

  6. Linda Cheang  24 April, 2012 at 22:12

    iseng-iseng baca ini, ternyata lebih lucu komen-komennya, hihihihi…..

  7. uci  6 March, 2012 at 11:22

    ha ha ha ha!

  8. Ida Cholisa  23 February, 2012 at 12:47

    hahahahaa….

  9. Dewi Aichi  23 February, 2012 at 08:06

    Ayla ha ha ha…ini untuk yang kesekian aku baca baca lagi, juga komen komen teman di sini…asli…fresh…….!

  10. Anastasia Yuliantari  23 February, 2012 at 08:02

    Hahahhahahahaha…sungguh mencerahkan hariku. Thanks Dewi Aichi.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.