Hujan

Elnino


Jemari halusmu ringan lembut melela

Meningkahi tiupan mesra angin utara

Menjilat lembut lonceng gereja

Mengecup malu pucuk cemara

Memagut manja bunga-bunga di beranda

Lihat

Kamu nakal tak terkira

Gugurkan mawar jingga dari tangkainya

Sekejap wangi istana pun meraja


Wangi tanah kering membasah

Selaksa aroma hadir menyapu wajah

Lenakan mimpi jauh ke ujung masa terindah

Pekik riang ria mulut bocah-bocah

Suka cita biarkan tubuhnya basah

Rayakan gempita butir-butir air tercurah

Ringan telanjang kaki

Jelajahi lorong-lorong tak perpenghuni


Ketukan lincah jemari di jendela kaca

Tak jemu merayu ajakku keluar berdansa

Nikmati dingin segarnya tirta nirwana

Puaskan basuh segenap lelah jiwa

Lupakan sejenak beban mendera

Lepaskan

Bebaskan

Hanyutkan pada aliran anugerah semesta

Lunaskan rindu dendam dahagaku

Biru


Penyair Wurung

Cibubur, 21 Mei 2010


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.