World Expo 2010 Shanghai – China (Part 2)

Gandalf The Grey – Middle Earth


Paviliun Indonesia dengan luas area sekitar 4000 meter persegi mengambil thema BioDiverse-City dengan menampilkan kehidupan dan keaneka-ragaman budaya, serta aspek-aspek kehidupan berupa sejarah, tradisi, perkotaan modern dan sumber daya alam. Barang khas Indonesia yang dipamerkan di antaranya berupa alat-alat pertanian, keris dan senjata tradisional, wayang, kain batik, perahu tradisional, alat musik angklung, gamelan dan ada juga berbagai jenis becak!

Bangunan paviliun Indonesia cukup besar (4 lantai) dan karena beberapa keterbatasan saya tidak sempat ambil foto bangunan paviliun utuh, jadi saya ambil saja gambar model komputer dari website resmi expo http://en.expo.cn/indexn.html?id=12500011 (memerlukan Adobe Flash Player).

Di website resmi ini juga bisa melihat-lihat paviliun negara lain, jadi bagi yang tidak sempat datang ke Shanghai, China bisa juga jalan-jalan di website ini untuk melihat bentuk-bentuk paviliun negara lain yang unik dan futuristik serta informasi menarik lainnya. Bisa dilihat juga paviliun yang diinginkan dalam bentuk panorama 3D, bird’s eye view dan simulated night photo. Beberapa paviliun juga bisa dilihat isi/keadaan di dalam paviliunnya tapi tentu saja tidak selengkap aslinya.

1. Sang Saka Merah Putih dan Wǔ Xīng Hóng Qí berkibar berdampingan.



2. Model komputer dari paviliun Indonesia. (http://pavilion.expo.cn/c1020/ssize/en/html/04.html)



3. Paviliun Indonesia dalam website resmi expo. (http://en.expo.cn/indexn.html?id=12500011)


4. Topeng dari berbagai daerah dan budaya.



5. Lorong beratap layar LCD menggambarkan kekayaan laut.



6. Atap dedaunan serasa memasuki hutan tropis.



7. Jalan ke atas di samping pohon bambu yang tingginya puluhan meter.



8. Suasana serba kayu dan bambu.



9. Salah satu sudut paviliun.



10. Patung Laksamana Cheng Ho.



11. Serba bambu.



12-14. Relief dinding Borobudur yang cukup detil serupa aslinya hingga patung dalam relung yang tanpa kepala.



15. Stupa candi Borobudur dengan ukuran asli.



16. Jalan keluar di samping restoran makanan khas Indonesia yang sayangnya belum buka (waktu itu).



17. Bunga anggrek di jalan keluar.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *