Wahyu Wibowo
Antara Jengkol, Kopi dan Adinda Nuna Elmira Larashaty
Namaku Iwan…. Aku beruntung terlahir sebagai pejantan yang cukup tampan
Hidup di rimba jakarta yang penuh dengan ribuan tantangan
Dari sekedar urusan banting tulang mencari makan sebagai karyawan
Hingga urusan mencari jodoh yang sampai kini tak kunjung jua datang
Jam berdentang lantang enam kali sore hari itu
Sejenak alihkan perhatianku dari rutinitas di depan komputer kerjaku
Aku harus istiqomah kemasi penatku yang semakin membelenggu
Sebuah ritual yang kadang membosankan dan menghabiskan energiku
Yups.. Kerja.. Kerja dan kerja hari hari yang selalu berulang sama
Seperti juga sarapan pagiku yang tak pernah beranjak jauh dari lontong sayur di depan rumah
Serupa dengan kemacetan di pagi hari yang kadang membuat kepala ingin pecah
Sapaan nakal security yang begitu kuhapal..” terlambat lagi mas… Macet yah “
Ini adalah realita hidup yang mesti kujalani setiap hari
Sama seperti ratusan, ribuan bahkan jutaan manusia dimuka bumi
Kadang aku suka bermimpi andaikan dunia ada dalam genggamanku ini
Hanya dengan menjentikan jari semua nafsuku akan terpenuhi
Langkahku tiba disimpang sebuah plaza
Nampak sesuatu yang sepertinya amat menggugah selera
JENGKOL… Sesuatu yang sekarang ini sangat jarang kujumpa
Makanan para dewa, persembahan istimewa untuk raja raja dahulu kala
Tandas sudah perjuangan kulinerku malam itu
Seperti ada banyak kupu kupu menari di kepalaku
Kupesan secangkir kopi susu penawar pening itu
Kuambil tabloid lusuh yang tergeletak dimeja sambil lalu
Tak pernah sepi hari hari dihiasi berita tentang selebriti selingkuh
Belum lagi politisi yang tak malu korupsi dan suka memancing di air keruh
Bosan aku dengan semua berita itu hingga pandanganku terpaku pada sosok yang begitu sempurna
Adinda Nuna Elmira Larashaty.. hmmm Sosok artis muda multi talenta
Pesonanya bagai zakiya nurmala yang dipuja arai sang pemimpi
Lebih anggun dari juliet yang membuat romeo jatuh hati
Baik hati seperti mpok yuli yang suka memberi gratis secangkir kopi
Tak akan habis cerita untuk memujanya setinggi langit
Yeahh malam semakin lama semakin larut
Dan mata inipun sudah dirasuki ribuan kantuk
Kubawa langkahku pulang bersama jengkol, kopi dan adinda nuna elmira larashaty di anganku
Aku harus kembali de ja vu dengan kehidupan nyataku
I know what you did last summer di pinggir kali
Ilham… apa engkau pikir bisa sembunyi dari semua hal yang telah engkau perbuat
Sebuah perbuatan yang begitu tebal tertutupi jejak misteri yang begitu hebat
Begitu rapi engkau membersihkan diri dari semua petunjuk yang bisa memberatkan dirimu nanti
Tapi aku menyaksikan semua … hahaha… I know what you did last summer di pinggir kali
Ilham… apa engkau pikir akan selamanya hal ini akan sanggup tertutupi
Ketika dengan masa bodohnya engkau melakukan semua perbuatan keji ini
Pernahkah engkau berpikir sejenak sebelum semua ini harus terjadi
Tapi aku adalah korbanmu…. Hahaha… I know what you did last summer di pinggir kali
Ilham… apa engkau pikir hari harimu sesudah itu akan bisa terlewati dengan sebuah tidur nyenyak
Tidak pernah terpikirkah saat engkau sendirian dikamar bercermin pada kaca yang penuh bercak
Saat itulah akan kudatangi dirimu dengan sebuah dendam begitu membara di dalam hati
Dan kutuliskan sesuatu di dinding kamarmu besar besar…. I know what you did last summer di pinggir kali
Ilham… apakah engkau tahu siapa menabur angin dia akan menuai badai
Engkau harus mendapatkan balasan untuk sesuatu yang telah engkau mulai
Tahukah dirimu berapa banyak mahluk hidup mati karena ulahmu
Baiklah… pelan pelan akan kuberitahu…. I know what you did last summer di pinggir kali
Ilham… apa engkau pikir engkau masih bisa tersenyum saat kutunjukkan bukti bukti itu
Bukti bukti yang akan membuatmu teringat pada sesuatu yang telah engkau lakukan di masa lalu
Tahukah engkau di balik semak semak itu ada aku yang sedang duduk tenang memancing
Sebelum air kuning berbau pete itu sukses membuatku pingsan 2 hari karena begitu berbau pesing
(cuma sebuah cerita….. jangan marah yee……)
Akulah Pemilik Wajah di Sebalik Topeng Hitam Itu
Namaku DJ… akulah pemilik wajah di sebalik topeng hitam itu
Dengan kostum serba ketat yang terbuat dari beberapa lembar karung bekas terigu
Membela kebenaran dan keadilan itu adalah tujuan utamaku
Karena dunia kini sudah tak lagi terasa aman seperti dahulu
Yups…. Akulah pahlawan bertopeng itu
Berita berita di Koran dan televisi semakin gencar menceritakan sepak terjangku
Paparazzi begitu bernafsu memburu ingin mengetahui siapakah wajah disebalik tabir misteri itu
Dunia seolah selalu menanti setiap jejak petualanganku yang sungguh seru
Tak ada penjahat yang tak gemetar ketakutan saat dibisikan di telinga mereka namaku
Tak ada koruptor yang bisa lari sembunyi mencari selamat dari amukanku
Bandit kelas kakap hanyalah selingan untuk sarapan pagiku
Aparat aparat nakal… huft.. WHATDHEZIEGH…WHATDHEZIEGH… ke laut ajah luh
Kini dunia persilatan telah menemukan satu idola baru
Sebuah nama…. PAHLAWAN BERTOPENG… di sematkan disetiap ceritaku
Masihkah perlu mencari calon ketua KPK yang prestisius itu
Lembaga yang konon katanya begitu ditakuti pejabat pejabat yang korup di masa lalu
Namaku DJ… akulah pemilik wajah disebalik topeng hitam itu
Sehari hari aku menyamarkan diri sebagai bakul tempe tahu
Begitu dunia memerlukan pertolongan dariku
Whuzzz…whuzzz…whuzzz…… seperti katanya drive…. ENG..ING..ENG…..“ INILAH AKU “
Yups… akulah pahlawan bertopeng itu
Hobiku bergelantungan di atap atap gedung tinggi itu
Meski kadang kakiku terserimpet pada tali tali jemuran tetanggaku
OOOPPSSS… I DID IT AGAIN….. kata Britney spears malu malu
Aku tak pernah pilih pilih orang saat hendak turun tangan membantu
Cukup banyak juga tetangga yang kuselamatkan dari bahaya ledakan tabung gas elpiji yang konon katanya banyak yang palsu
Perang, tawuran, perampokan, copet, demo, penggelapan pajak adalah secuil dari makanan sehari hariku
Sungguh terharu rasanya saat melihat wong cilik tersenyum begitu tulus kepadaku
Hmmm… aku punya beberapa musuh abadi di dunia persilatan ini
Ratu kucing Alexa yang wajahnya.. duhhhh… imut sekali
Kadang kita berkelahi tujuh hari tujuh malam tanpa pernah berhenti
Apalagi kalau dia sudah mulai mengeluarkan jurus nyanyian… “kelakuan si kucing garong”… waduhhhh… sungguh pusing rasanya kepala ini
Eitsss… tapi santai saja my man…. Aku khan jagoan di film ini
Aku punya beberapa senjata pamungkas andalan yang sungguh teramat sakti
Salah satunya sebuah bom biologis yang berbahan utama terasi yang ramah lingkungan
Tapi siapa pun yang sempat mencium bau gasnya akan langsung sukses jatuh pingsan
Aku juga punya satu musuh bebuyutan lagi… Lani si poison ivy
Senjata andalannya adalah goyang ngebor dengan satu kaki
Begitu mata agen CIA, FBI terpana melihat liukannya menari nari
Saat itulah….BLUKHUTUK..BLUKHUTUK…. DDUUUUUTTTTT… racun hijaupun menyembur membuat wajah begitu pucat pasi
Namaku DJ… akulah pemilik wajah disebalik topeng hitam itu
Meski kini dunia begitu menyanjung kehadiranku
Aku tak pernah akan lupakan masa lalu aku
Kenangan kenangan indah yang membuat aku selalu tersipu
Kadang… saat aku duduk sendiri di kusen jendela lantai 20 sebuah gedung tua
Aku selalu terbayang kenangan indah bersama IIS DAHLIA…. yang penuh nostalgia
Saat saat romantic kita berdua duduk bercengkrama di bawah pohon kelapa
Uppppsss… jengkol dan pete selalu mampu menghidupkan suasana
Yups… akulah pahlawan bertopeng itu
Aku masih suka nongkrong di angkringan hanya sekedar menghabiskan waktu
Melahap 3 bungkus nasi kucing dan wedang jahe yang selalu menjadi favoritku
Sambil membaca puisi WEWE di BALTYRA yang kadang mampu membuat pecah ketawaku
Pages: [12] 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 … 1 »
Pages: [12] 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 … 1 »
June 5th, 2010 at 21:55
kwkwkwkwkwkwkwkwk…………….bagus .. bagus … bagus =))
June 4th, 2010 at 16:56
Wuesss…..top banget, Mas Iwan……!!!
June 3rd, 2010 at 18:01
mana lebih enak…kesambet…atau dipatok uler hehehe….