Sajak Three Musketeers

Wahyu Wibowo

Antara Jengkol, Kopi dan Adinda Nuna Elmira Larashaty

Namaku Iwan…. Aku beruntung terlahir sebagai pejantan yang cukup tampan

Hidup di rimba jakarta yang penuh dengan ribuan tantangan

Dari sekedar urusan banting tulang mencari makan sebagai karyawan

Hingga urusan mencari jodoh yang sampai kini tak kunjung jua datang


Jam berdentang lantang enam kali sore hari itu

Sejenak alihkan perhatianku dari rutinitas di depan komputer kerjaku

Aku harus istiqomah kemasi penatku yang semakin membelenggu

Sebuah ritual yang kadang membosankan dan menghabiskan energiku


Yups.. Kerja.. Kerja dan kerja hari hari yang selalu berulang sama

Seperti juga sarapan pagiku yang tak pernah beranjak jauh dari lontong sayur di depan rumah

Serupa dengan kemacetan di pagi hari yang kadang membuat kepala ingin pecah

Sapaan nakal security yang begitu kuhapal..” terlambat lagi mas… Macet yah “


Ini adalah realita hidup yang mesti kujalani setiap hari

Sama seperti ratusan, ribuan bahkan jutaan manusia dimuka bumi

Kadang aku suka bermimpi andaikan dunia ada dalam genggamanku ini

Hanya dengan menjentikan jari semua nafsuku akan terpenuhi


Langkahku tiba disimpang sebuah plaza

Nampak sesuatu yang sepertinya amat menggugah selera

JENGKOL… Sesuatu yang sekarang ini sangat jarang kujumpa

Makanan para dewa, persembahan istimewa untuk raja raja dahulu kala


Tandas sudah perjuangan kulinerku malam itu

Seperti ada banyak kupu kupu menari di kepalaku

Kupesan secangkir kopi susu penawar pening itu

Kuambil tabloid lusuh yang tergeletak dimeja sambil lalu


Tak pernah sepi hari hari dihiasi berita tentang selebriti selingkuh

Belum lagi politisi yang tak malu korupsi dan suka memancing di air keruh

Bosan aku dengan semua berita itu hingga pandanganku terpaku pada sosok yang begitu sempurna

Adinda Nuna Elmira Larashaty.. hmmm Sosok artis muda multi talenta


Pesonanya bagai zakiya nurmala yang dipuja arai sang pemimpi

Lebih anggun dari juliet yang membuat romeo jatuh hati

Baik hati seperti mpok yuli yang suka memberi gratis secangkir kopi

Tak akan habis cerita untuk memujanya setinggi langit


Yeahh malam semakin lama semakin larut

Dan mata inipun sudah dirasuki ribuan kantuk

Kubawa langkahku pulang bersama jengkol, kopi dan adinda nuna elmira larashaty di anganku

Aku harus kembali de ja vu dengan kehidupan nyataku


I know what you did last summer di pinggir kali

Ilham… apa engkau pikir bisa sembunyi dari semua hal yang telah engkau perbuat

Sebuah perbuatan yang begitu tebal tertutupi jejak misteri yang begitu hebat

Begitu rapi engkau membersihkan diri dari semua petunjuk yang bisa memberatkan dirimu nanti

Tapi aku menyaksikan semua … hahaha… I know what you did last summer di pinggir kali


Ilham… apa engkau pikir akan selamanya hal ini akan sanggup tertutupi

Ketika dengan masa bodohnya engkau melakukan semua perbuatan keji ini

Pernahkah engkau berpikir sejenak sebelum semua ini harus terjadi

Tapi aku adalah korbanmu…. Hahaha… I know what you did last summer di pinggir kali


Ilham… apa engkau pikir hari harimu sesudah itu akan bisa terlewati dengan sebuah tidur nyenyak

Tidak pernah terpikirkah saat engkau sendirian dikamar bercermin pada kaca yang penuh bercak

Saat itulah akan kudatangi dirimu dengan sebuah dendam begitu membara di dalam hati

Dan kutuliskan sesuatu di dinding kamarmu besar besar…. I know what you did last summer di pinggir kali


Ilham… apakah engkau tahu siapa menabur angin dia akan menuai badai

Engkau harus mendapatkan balasan untuk sesuatu yang telah engkau mulai

Tahukah dirimu berapa banyak mahluk hidup mati karena ulahmu

Baiklah… pelan pelan akan kuberitahu…. I know what you did last summer di pinggir kali


Ilham… apa engkau pikir engkau masih bisa tersenyum saat kutunjukkan bukti bukti itu

Bukti bukti yang akan membuatmu teringat pada sesuatu yang telah engkau lakukan di masa lalu

Tahukah engkau di balik semak semak itu ada aku yang sedang duduk tenang memancing

Sebelum air kuning berbau pete itu sukses membuatku pingsan 2 hari karena begitu berbau pesing

(cuma sebuah cerita….. jangan marah yee……)


Akulah Pemilik Wajah di Sebalik Topeng Hitam Itu

Namaku DJ… akulah pemilik wajah di sebalik topeng hitam itu

Dengan kostum serba ketat yang terbuat dari beberapa lembar karung bekas terigu

Membela kebenaran dan keadilan itu adalah tujuan utamaku

Karena dunia kini sudah tak lagi terasa aman seperti dahulu


Yups…. Akulah pahlawan bertopeng itu

Berita berita di Koran dan televisi semakin gencar menceritakan sepak terjangku

Paparazzi begitu bernafsu memburu ingin mengetahui siapakah wajah disebalik tabir misteri itu

Dunia seolah selalu menanti setiap jejak petualanganku yang sungguh seru


Tak ada penjahat yang tak gemetar ketakutan saat dibisikan di telinga mereka namaku

Tak ada koruptor yang bisa lari sembunyi mencari selamat dari amukanku

Bandit kelas kakap hanyalah selingan untuk sarapan pagiku

Aparat aparat nakal… huft.. WHATDHEZIEGH…WHATDHEZIEGH… ke laut ajah luh


Kini dunia persilatan telah menemukan satu idola baru

Sebuah nama…. PAHLAWAN BERTOPENG… di sematkan disetiap ceritaku

Masihkah perlu mencari calon ketua KPK yang prestisius itu

Lembaga yang konon katanya begitu ditakuti pejabat pejabat yang korup di masa lalu


Namaku DJ… akulah pemilik wajah disebalik topeng hitam itu

Sehari hari aku menyamarkan diri sebagai bakul tempe tahu

Begitu dunia memerlukan pertolongan dariku

Whuzzz…whuzzz…whuzzz…… seperti katanya drive…. ENG..ING..ENG…..“ INILAH AKU “


Yups… akulah pahlawan bertopeng itu

Hobiku bergelantungan di atap atap gedung tinggi itu

Meski kadang kakiku terserimpet pada tali tali jemuran tetanggaku

OOOPPSSS… I DID IT AGAIN….. kata Britney spears malu malu


Aku tak pernah pilih pilih orang saat hendak turun tangan membantu

Cukup banyak juga tetangga yang kuselamatkan dari bahaya ledakan tabung gas elpiji yang konon katanya banyak yang palsu

Perang, tawuran, perampokan, copet, demo, penggelapan pajak adalah secuil dari makanan sehari hariku

Sungguh terharu rasanya saat melihat wong cilik tersenyum begitu tulus kepadaku


Hmmm… aku punya beberapa musuh abadi di dunia persilatan ini

Ratu kucing Alexa yang wajahnya.. duhhhh… imut sekali

Kadang kita berkelahi tujuh hari tujuh malam tanpa pernah berhenti

Apalagi kalau dia sudah mulai mengeluarkan jurus nyanyian… “kelakuan si kucing garong”… waduhhhh… sungguh pusing rasanya kepala ini


Eitsss… tapi santai saja my man…. Aku khan jagoan di film ini

Aku punya beberapa senjata pamungkas andalan yang sungguh teramat sakti

Salah satunya sebuah bom biologis yang berbahan utama terasi yang ramah lingkungan

Tapi siapa pun yang sempat mencium bau gasnya akan langsung sukses jatuh pingsan


Aku juga punya satu musuh bebuyutan lagi… Lani si poison ivy

Senjata andalannya adalah goyang ngebor dengan satu kaki

Begitu mata agen CIA, FBI terpana melihat liukannya menari nari

Saat itulah….BLUKHUTUK..BLUKHUTUK…. DDUUUUUTTTTT… racun hijaupun menyembur membuat wajah begitu pucat pasi


Namaku DJ… akulah pemilik wajah disebalik topeng hitam itu

Meski kini dunia begitu menyanjung kehadiranku

Aku tak pernah akan lupakan masa lalu aku

Kenangan kenangan indah yang membuat aku selalu tersipu


Kadang… saat aku duduk sendiri di kusen jendela lantai 20 sebuah gedung tua

Aku selalu terbayang kenangan indah bersama IIS DAHLIA…. yang penuh nostalgia

Saat saat romantic kita berdua duduk bercengkrama di bawah pohon kelapa

Uppppsss… jengkol dan pete selalu mampu menghidupkan suasana


Yups… akulah pahlawan bertopeng itu

Aku masih suka nongkrong di angkringan hanya sekedar menghabiskan waktu

Melahap 3 bungkus nasi kucing dan wedang jahe yang selalu menjadi favoritku

Sambil membaca puisi WEWE di BALTYRA yang kadang mampu membuat pecah ketawaku



Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.