Trim3n
aq rindu ketenangan itu..
aq rindu bau itu..
aq rindu basah itu..
aq rindu tanah itu..
aq rindu ketenangan dan bau tanah basah itu..
Ketika pergi ke Pulau Sempu bulan lalu, kami sangat bersemangat sebelum menyeberang ke pulau. Tetapi setiap ketertarikan yg ada dalam kepala jadi hilang satu per satu, ketika mulai melangkah mengikuti jalan setapak menyusuri pulau. Ada begitu banyak sampah di sepanjang jalan dari awal sampai menuju Danau Segara Anakan, terutama sampah plastik botol-botol air minum.
“Di sepanjang jalan saja sudah banyak sampah, bagaimana nanti di danau yah ?”, aq pikir. Untungnya paling tidak di skitar danau ada beberapa orang yg membuat tempat penampungan sampah agak jauh dari pepohonan hutan, untuk kemudian dibakar. Mungkin sedikit sensitif dgn masalah sampah ini aq rasakan, karena sudah 8 thn yg lalu aq kesana. Suasana saat itu seperti memasuki pulau baru yg indah, hutan tenang, bersih, nyaman dan warga sekitar yg ramah.
Aq mengalihkan pikiran dgn beranggapan klo sampah yg banyak dan seperti tidak pernah diadakan sweeping kebersihan ini terjadi hanya karena ada libur panjang setelah pemilu legislatif, jd sweeping akan dilakukan setelah hari libur usai. Di sepanjang perjalanan balik ke Sendang Biru, hanya 4 bungkus kresek besar penuh berisi sampah yg bisa kami ambil, dan masih banyak yg tidak bisa kami ambil hanya karena kami kehabisan bungkus buat sampah-sampah itu.
Yg aq tau Pulau Sempu itu akan dijadikan kawasan cagar alam nantinya. Di Sendang Biru ada pos polisi hutan dimana kita harus lapor dulu sebelum memasuki pulau dan dgn tarif yg agak mahal untuk masuk pulau melalui pos tiket.
Sangat disayangkan bila pulau yg indah itu tak terawat dan lama-lama akan ditinggalkan wisatawan hanya karena makin kotornya kawasan tersebut. Sempat aq temui jg beberapa pengunjung yg berasal dari kelompok pecinta alam salah satu kampus yg sedang mengadakan pelatihan. Semoga mereka punya banyak bekal bungkus / kresek untuk sampah-sampah itu..
ada pertanyaan yg kutujukan pada diriku sendiri,
apa aq kesana hanya untuk bersenang-senang..
apa aq kesana hanya untuk menunjukkan keberanianku..
apa aq kesana hanya untuk membuat keramaian..
apa aq kesana hanya untuk meninggalkan sampah-sampah baru..
apa aq kesana hanya untuk menunjukkan pada yg laen bahwa aq sudah pernah kesana..
jadi inget semboyan pecinta alam dari suatu universitas yg dulu melekat erat di pintu kamar,
“kami datang bukan untuk menaklukan alam..
tapi kami datang untuk menanyakan kebesaran Tuhan..
dan mereka menjawabnya..
rawat dan jagalah kelestarian dari apa yg menunjukkan kebesaran-Nya tersebut..”
*sayang gundukan sampahnya gk sempet ke foto
December 27th, 2011 at 03:29
aq mau kesana gan,tenang aja,waktu ke sana nanti aq kan bawa kantong plastik yang banyak
June 7th, 2010 at 01:44
Bagus banget….semoga P.Sempu tetap terjaga kelestariannya.
June 5th, 2010 at 22:35
lho yu lid..buto kacang gmn? kacang ijo ya??? hiiiiiihihihihihihi
ywd..kopdar akbar baltyra pindahkan saja ke Sempu… hahahaha
June 5th, 2010 at 22:32
tenang e. kan kalau ke sempu sekalian pulang ke sby hehehhee. Iyo Nev buto iku kacang kok hehehhehe. sorry yoo aku gak tau tau piro yooo
June 5th, 2010 at 22:27
Nev, TAON PIRO adalah “semangat” yang diusung si Lida lho…Buto selalu siap kok…

June 5th, 2010 at 22:26
haiyah…buto Om-Do nih…
June 5th, 2010 at 22:22
Lida, TAON PIRO nang Sempu?
June 5th, 2010 at 22:21
JC nek nang sempu ajak2 hehehehhe
June 5th, 2010 at 22:17
Wuiiiiihhh…apik tenan…boleh juga masuk list kapan-kapan didatangi ini…terima kasih Trim3n…
June 5th, 2010 at 21:24
mas DJ : komen 34..esuk2 baca komen ini atiku mak-nyessssss………konyos2 mas, dikasih salam manizzzzzz..buat diriku seorang…..hikkkkkkkkkks nangis meneh mas, tp kali ini tangis bahagia halaaaaaaaaah..opo to iki???? sama2 ya mas met ber-akhir pekan bersama keluarga…….salam PAKEM yo mazzzzz……pisssssss dr salah satu wong sing nunut nang KONA