Derap Langkah

Rosda


Tiap kali lagu itu mengalun

Mengingatkanku padamu

Pada asa-asa yang kita rangkai

Pada perjalanan waktu yang kita tempuh.

Begitu cepat waktu berlalu

Jauh sudah kita berjalan

Perjalanan panjang yang tak terukur

Setapak demi setapak kita lalui


Banyak nian kata hendak terucap

Tapi semua berlalu terbawa angin senja

Mataku tak sanggup menembus kegepalapan malam

Kau bimbing aku dalam sunyi

Pernah kau bertanya: “Apakah kau penat ?”

Aku hanya menggeleng.

Bersamamu, apalah artinya penat ??

Lukamu tercabik-cabik tak kau pedulikan

Mengapa engkau harus bertanya?


Detak jantungmu dapat kurasakan

Gairah hidupmu lebur dalam dadaku

Bergandengan tangan kita melangkah

Tak peduli aral rintangan

Kekasih…

Adakah engkau merasa lelah ??

Perjalanan masih panjang

Asa-asa masih kugenggam

Mari kita susuri tepi sungai

Di sana banyak air kehidupan

Riaknya kadang menakutkan

Bersamamu, apa yang kutakutkan ??


Kau genggam tanganku erat

Yakinkanku pada satu titik cahaya

Disana ada api kehidupan

Yang akan membakar gairah kita

Hingga suatu saat nanti

Penantian panjang itu akan berbuah

Buah manis yang kita rindukan


Kekasih…

Tetaplah tegap melangkah

Batu cadas telah kita lalui

Gelapnya malam tlah kita tembus

Seiring sejalan kita bersama

Menembus kabut tebal kehidupan


Qatar, 22 Mei 2010

21.32


Ilustrasi: larejawi wp

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.