Mohon Maaf

Fire – Yogyakarta


Seorang peramal terkenal langganan para selebritis meninggal dunia. Pihak keluarga dalam berita duka cita, selain permohonan maaf sebagaimana umumnya, yaitu atas segala tindakan dan ucapan yang kurang berkenan, tambahannya adalah, mohon maaf bila ada ramalan beliau yang tidak tepat. Ini beneran lho.

Nah, mungkin untuk profesi-profesi lainnya, kira-kira begini ungkapan permohonan maafnya yang lebih spesifik:

1. Sopir bajaj: “Mohon maaf, bila ada pengguna jalan yang pernah kena senggol waktu belok ..”

2. Sopir metromini: “Mohon maaf, bila pernah ada penumpang yang turunnya kebablasan maklum mesti kebut-kebutan mengejar setoran … Mohon maaf juga jika pernah ada yang kejedot kepalanya karena rem mendadak ..”

3. Dukun pelet: “Mohon maaf, bila ada pelet yang salah sasaran, nembak anaknya, yang kena neneknya ….”

4. Dukun pengasihan: “Mohon maaf, bila ada pengasihan yang salah format, bukannya dikejar-kejar para cewek tapi dikejar anjing …..”

5. Dukun togel: “Mohon maaf, bila pernah mengasih nomor yang luput, maklum yang mbaurekso sudah radak bolot …”

6. Dukun penglarisan: “Mohon maaf, bila ada klien warungnya malah bangkrut …penglaris warung ketuker dengan penglaris tambal ban jadi yang makan di warung nggak bisa keluar angin …..”

7. Dokter: “Mohon maaf, bila pernah salah posisi menancapkan jarum suntik …”

8. Dokter gigi: “Mohon maaf, bila ada pasien yang salah dicabut giginya yang sehat. Mohon maaf juga jika terlalu keras dalam mencabut giginya …”

9. Kusir andhong/dokar: “Mohon maaf, bila ada yang pernah menginjak tahi kuda …”

10. Sopir taksi: “Mohon maaf, bila pernah salah memilih jalan, disengaja maupun tidak, sehingga argo-nya bengkak …”

11. Tukang cukur: “Mohon maaf, bila pernah ada yang rambutnya salah potong maunya model rambut Elvis Presley malah jadi Gogon…”

12. Petugas Tramtib: “Mohon maaf, bila ada yang pernah kena razia ….”

13. Calo tiket: “Mohon maaf, bagi yang pernah kehabisan tiket…”

14. Pedagang buah: “Mohon maaf, bila pernah ada yang mendapat buah yang busuk, asem, atau kecut …”

15. Preman terminal/pasar: “Mohon maaf, bila ada yang pernah kena palak …”

16. Montir bengkel: “Mohon maaf, bila ada sekrup yang lupa dipasang atau kurang kencang …. sehingga bannya ngglinding….”

17. Tukang bakso: “Mohon maaf, bila pernah ada yang jumlah gelindingan baksonya kurang atau terlalu alot ….”

18. Tukang pos: “Mohon maaf, bila pernah ada surat yang salah kirim atau telat …”

19. Debt collector: “Mohon maaf, bila pernah ada yang kena serangan jantung waktu ditagih ….”

20. Tukang sate: “Mohon maaf, bila selama ini ada yang kebagian asapnya doang …”

21. Penjahit: “Mohon maaf, bila pernah ada yang bajunya kedodoran atau kesempitan, atau ketinggalan jarum pentul di celana …..”

22. Tukang parkir: “Mohon maaf, bila pernah telat memberi aba sehingga mobilnya penyok duluan …..”

23. Tukang obat: “Mohon maaf, bila pernah ketuker ngasih obat penumbuh kumis dengan obat ambeyen ……”

24. Pawang hujan: “Mohon maaf, bila pernah ada klien yang acaranya bubar karena hujannya tetep turun ….. soalnya sajennya kebacut digondhol tikus …”

Baiklah teman-teman, karena itu mohon maaflah sebelum panjenengan dimaafkan, daripada keduluan ….. dilayat … eh dimaafkan ….


Ilustrasi: sumintar.com & alacanggung.com

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *