Selingkuhannya Lebih Jelek

Alexa – Jakarta


Triiing……Hp berbunyi dari orang yang dikenal, dan yang menelpon segera heboh,

JC        : Xa…gile bapak X (pejabat) di koran Y dikabarkan korupsi,

Alexa  : (dalam hati..so what geetu, kalo gak korupsi malah bingung)…berapa?,

JC        : Rp. 91 Milyar….byuh-byuh…, aku gak ngira bener-bener gak ngira…

Alexa :  kenapa enggak ngira?

JC       :  Lha tampangnya alim gitu…mukanya teduh.

(Yipppee Yeee…ternyata penerawangan JC  tidak sesakti yang kukira)

Alexa :  Alim gimana…tuh isterinya yang sekarang kan selingkuhannya, sempet rame lagee,

JC       :  Whaaaat…enggak tau deh ceritanya,

Alexa :  Iya isteri yang sekarang satu almamater ama aku tapi dia taon jebot, pas mo merit khan sempet ribut-ribut –baik isterinya si bapak maupun suami si ibu enggak rela tho  dan ini terekam jejaknya di media, selingkuhannya tuh gendut deh  padahal isterinya  langsing.

Pak X dan newbie Mrs X itu  satu almamater dan mungkin dulunya pernah saling suka waktu kuliah dulu. Aki terbengong-bengong secara dia termasuk yang selalu menjaga bentuk tubuhnya ….nasi aja enggak pernah dimakan.

Kulanjutkan, “Jangan bengong gitu..biarpun stereotipenya pasangan selingkuhan tuh biasanya secara fisik lebih bagus dari yang utama tapi selalu ada pengecualian pada stereotip, inget enggak Pangeran Charles lebih memilih Camilla yang sudah tua dibanding Putri Diana yang dianggap wanita tercantik sejagad raya.Malahan Pangeran Charles berkhayal jadi tamponnya Camilla lagi.”

Terus aku ingetin lagi soal suaminya Cici Paramida yang ke –gap lagi jalan ama cewek STW ke Puncak dan saking paniknya malah mau ngelindes bininya yang cantik itu.

Seorang motivator terkenal Tung Deseem Waringin pada salah satu sesi yang pernah kuikuti  mengingatkan pada seorang peserta seminarnya yang mengeluhkan masalah jodoh yang belum kunjung didapatnya itu…betapa di luar sana masih banyak lelaki yang pikirannya out of the box, selain contoh pasangan-pasangan sebagaimana kusebutkan di atas – dia juga menunjukkan pada contoh lain atas perpisahan pasangan artis senior di mana perebut suami si artis lagi-lagi wanita biasa, enggak cantik dan STW.

Mungkin kalau Pak Tung ini dalam memberikan contoh selalu ekstrim tidak lain karena kunci dari keberhasilan menurutnya adalah Fokus pada tindakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Contoh ekstrim lainnya adalah saat dia bilang…”Gimana kalau ada yang mau kasih kamu uang Rp.100 Milyar jika dalam semalam kamu bisa menurunkan berat badan 15 kg, sanggup enggak?”. Semua audiensi langsung teriak berani terima tantangan tapi waktu ditanya caranya enggak ada yang bisa jawab. Pak Tung ngasih solusinya…”Potong aja tangan sebelah, kalau kurang kaki sebelah, kalau kurang yang tangan yang lain.”

Sebelum melantur terlalu jauh, saya cuman mau bilang kalau kali ini saya bisa angkat topi kepada para pejantan tak setia itu karena ternyata bagi mereka…”looks don’t matter, mereka bahkan meninggalkan the best look ntuk mendapatkan the other woman with other quality.”

Sebab hal itu benar-benar luar biasa mengingat godaan terbesar buat lelaki adalah Perempuan Cantik. Hanya butuh satu wanita untuk membuyarkan perhatian dan objektifitas seorang pria. Peneliti asal Belgia, dr Siegried De Witte*, membuktikannya dalam sebuah eksprimen simulasi pembagian laba bisnis. Kelompok pria yang  mendapat rangsangan gmabar atau video wanita seksi sebelum negosiasi cenderung menerima penawaran yang tidak fair, hal ini bertolak belakang dari  kelompok pria yang tidak mendapat rangsangan  gambar wanita seksi

Makin besar testoren pria maka makin nyata hipotesis ini terbukti. Kadar testoren ini bisa dikenali dengan membandingkan jemari tangan pria. Makin panjang jari kelingking dibandingkan dengan jari telunjuknya, maka makin besar kadar testoren mereka ( jhiah pembaca pria langsung mengamati jari masing-masing).

————-

Selain fakta di atas kenapa saya kali ini punya pendapat seperti di atas, apakah karena perasaan insecure yang mungkin timbul di dalam diri? Hem maybe…terus terang menjadi single dan berada dalam belantara perburuan jodoh  membuat saya sering timbang sana-timbang sini. Saya lebih senang jika dinilai sebagai seorang Alexa seutuhnya lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya.

Karena begitulah saya menilai calon pasangan saya nantinya, bahkan beberapa waktu lalu sempet saya termehek-mehek dengan lelaki jelek dan sialnya dia belagu pulak…nah aku sempet kesel dan curhat ama temen-temen, “Orang jelek kok belagu sih.” Temenku ingetin aku,”Berarti buat elo look does matter coz seharusnya kamu gak  ngomong seperti itu.”

Perjalanan hidup saya malah membuat saya bertemu dengan beberapa good lookin’ men yang juga indah hatinya. Kembali saya mencoba menyelami hati sendiri dan sedikit lega karena saya tidak pernah mengawali penilaian saya ke mereka berdasarkan keindahan fisik mereka. Saya mengenal mereka karena percakapan-percakapan dan tuker pikiran yang ada…baru nyadar kalo tampangnya indah begitu sudah beberapa kali ketemu.

Buat saya tetap deh “Look doesn’t Matter” n karenanya dengan sangat menyesal kudu mengakui bahwa saya tidak bisa percaya pada Cinta pada Pandangan Pertama.


*dari majalah femina

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *