Kopdar di Warung Bakso Buto

Hariatni Novitasari & Jon Leung


Pekan kemarin (1/06/2010), aku pergi ke Jakarta untuk semalam saja. Setelah koordinasi dengan Buto, akhirnya sepakat untuk kopdar. Pada saat yang bersamaan, Buto Kudus (JL) kebetulan juga sedang di Jakarta. Jadi, bisa sekalian kopdar dengan dua buto. Maklum, sudah lama penasaran dengan dua tokoh di pewayangan Baltyra ini. Di detik terakhir, Yu Lida konfirmasi juga ikut hadir di kopdar setengah dadakan ini. Setelah disepakati, ketemunya di warung bakso Buto di Serpong yang baru di-launching beberapa hari sebelumnya.

Lalu, bagaimana aku akan sampai di kediaman Buto di Serpong? Maklum, aku masih sangat buta Jakarta. Meskipun ke Jakarta seperti setrikaan, yang dihapal hanya wilayah Gambir, Menteng, Kuningan, sampai dengan Mampang. Selebihnya, sudah tidak tahu. Ah, ternyata Buto Kudus janjian sama Yu Lida di Carrefour Lebak Bulus. Di titik itu, kami sepakat bertemu. Kami sepakat bertemu jam 16.30.

Setelah pesawat landing jam 14.30, sangking haus, aku memutuskan untuk duduk di salah satu warung di Cengkareng. Lagian, waktu ketemu dengan Buto Kudus dan Yu Lida masih lumayan lama. Masih dua jam lagi. Hanya setengah jam di warung, langsung ke tempat Damri mangkal. Wah, ternyata lama benar nunggu bisnya. Bis jurusan Lebak Bulus ternyata tidak sebanyak yang ke Gambir dan Blok M. Baru dapat bis jam 15.30 WIB. Itupun harus muter-muter dulu di terminal 1 dan terminal 3. Jadilah keluar dari bandara jam 4 sore.

Alamat ini aku telat, tapi bagaimana lagi. Ternyata aku salah prediksi. Jam 16.30 WIB, ketika bis tengah merambat di macetnya sore yang kebetulan juga sedang gerimis, Buto Kudus menelponku. Ah, ternyata aku masih sampai di Slipi (depan RS Dharmais). Kata JL, masih jauuuhhhhh buat sampai di Lebak Bulus. Wah, jadi benar-benar tidak enak dengan Buto Kudus, karena ternyata yang bersangkutan sudah sampai di TKP. Saat itu ingin rasanya turun dari bis dan lari ke Careffour Lebak Bulus, hehehehe.

Baru jam 18.00 WIB aku sampai di TKP. Langsung menelpon Buto Kudus yang saat itu sudah bersama dengan Yu Lida. Tidak susah menemukan mereka di tengah pintu masuk pertokoan. Melihat mereka pertama kali, langsung bisa mengenali. Setelah bertemu, langsung kami meluncur ke tempat Buto di Kerajaan Serpong. Untunglah, Buto Kudus nyetirnya seperti pembalap Formula 1. Tapi, cukup nggleser dan anteng juga meski kenceng. Dan Buto Kudus sudah pernah ke kediaman Buto Serpong, jadi tidak susah mencari jalan ke sana. Yu Lida juga sangat hapal jalanan Jakarta. Sedangkan aku cukup dlongap-dlongop tidak paham jalan.

Kurang dari satu jam, kami sudah sampai di Bakso Happy yang terletak di salah satu ruko di Indomaret di perumahan Alam Sutera. Di sana Buto sudah menunggu kami. Tidak sulit untuk menemukan lokasi warung Buto ini. Di samping kompleks Indomaret ada ruko-ruko berderet. Di sanalah warung bakso Buto berada. Sangat mudah mengenali warung Buto. Selain satu-satunya depot bakso di sana, depot bakso Buto cukup eye-catching. Buto sendiri yang mendesain interior dan perabotan di dalamnya.

Setelah bersalam-salaman, kami mengobrol ke sana-kemari tentang banyak hal. Ketika kami sudah sampai di TKP, Buto mencoba untuk menelpon Mbak Peony. Sayangnya, penjaga dapur Baltyra sedang acara sehingga tidak sempat nyamperin kami. Sambil mengobrol, kami disuguhi bakso yang khusus diramu oleh sendiri oleh Suhu JC. Ada lima jenis bakso yang disajikan di tempat ini. Ada bakso petasan, bakso keju, bakso sosis, bakso urat dan bakso alus biasa. Bakso keju, di tengah-tengah bulatan ada keju-nya wungkul. Bakso sosis, di tengah-tengahnya terselip sosis sapi. Kalau bakso urat, di tengah-tengahnya tersembunyi uratnya si sapi. Suhu Buto sendiri yang menjalankan semua proses perbaksoan ini, mulai dari belanja di pasar sampai dengan membuat bulatan-bulatan bakso dan kuahnya.

Sayangnya, waktu kami ke sana, bakso petasannya sudah habis. Laris manis. Bakso petasan ini, menurut Buto, isinya sangat pedas. Dan, dia biasanya yang paling habis duluan. Aha, orang-orang di Serpong ternyata pada demen pedes juga.

Kami pun akhirnya mencicipi 4 varian rasa bakso; keju, sosis, urat dan alusan. Dicampur dengan mie bihun dan sayuran sawi yang masih sangat seger. Kuah bakso di warung Buto ini sengaja dipilih kuah kaldu bening karena para pelanggan Serpong lebih menyukai kuah yang bening dan ringan. Trendnya gaya hidup sehat diduga menjadi latar belakang pilihan orang terhadap produk masakan. Tapi, ini tidak mengurangi rasa masakan Suhu yang memang mak nyussss

Jam 10 malam, kami selesai Kopdar-an. Puas sekali bisa ketemu dengan penjaga gawang Baltyra sekaligus mencicipi masakan Suhu. Nah, bagi para Baltyran yang kebetulan beredar di sekitar Serpong, bisa mampir ke sana. Atau, memang sengaja ingin ke Serpong untuk ketemu dengan Suhu Baltyra ini. Dan, lagi, Suhu sudah siap untuk menjadi tuan rumah dari kopdar kok…. Bagaimana? Kapan Kopdar diselenggarakan, Suhu? :D


Salam,

Hariatni Novitasari


Dear Baltyran,

Pagi , kira2 jam 6.30 Hp ku berbunyi , ternyata dari Buto. Sebelumnya kami udah janjian mau main tennis bareng pas aku ke Jakarta. Ternyata rencananya berubah, padahal aku dah bawa sepatu dan pakaian olah raga lho. Buto bilang hari ini Emon akan ke Jakarta, dan mohon kesediaanku untuk menjemput dan Kopdar di Warung Bakso Happy , yang ternyata baru Soft opening tanggal 28 Mei 2010. Wah surprise juga karena Buto belum pernah cerita tentang warung baksonya.

Akhirnya disepakati kalo Emon akan ketemu didaerah Selatan, karena kalau harus kembali lagi ke kota untuk jemput dan baru ke Serpong bisa sampe jam piro ( tapi bukan TAON PIRO lho ya ). Pas jam coffe break , aku telpon Lida si Jembatan ngajakin bareng. Ternyata dia bisa ikut karena kantornya kan di daerah Kebagusan , jadi kalo ke Lebak Bulus deket. Jam 15.30 aku sms ke Emon untuk memberitahu lokasi ketemuan di Carre four Lebak Bulus dan ybs menjawab siap meluncur. Menurut perhitunganku masih ada waktu 1 jam sebelum trainingku berakhir jam 16.30.

Setelah jam training usai , aku telpon Lida untuk bersiap ke Carrefour, ternyata si Jembatan sudah sampai di TKP, setelah itu baru aku telpon Emon, eh ternyata si Mbak ini baru sampe Slipi. Wah panik juga nich, karena ternyata di daerah tersebut sudah turun hujan, tahu sendiri kan Jakarta kalo kena hujan pas bubaran kantor ngalamat macet dimana mana. Langsung aku telpon buto untuk menanyakan posisinya, karena kalo masih di Slipi akan lebih cepet di jemput Buto daripada nunggu di Lebak Bulus, ternyata Buto baru saja masuk Tol Tomang dan tidak mungkin bisa muter balik.

Akhirnya daripada muter2 nggak karuan , mendingan aku dan Lida nunggu si Emon di Carrefour aja , sambil makan bakso duluan. Hehehehe Lida bilang untuk persiapan kalo misalnya ketemuan di Serpong batal. Ternyata bus Damri yang di tumpangi Emon lancar dan pukul 18.00 dia dah nyampe ke Carefour, langsung kami berangkat menuju Serpong, gak sampai ½ jam kami dah sampai ke Serpong, dan kemudian Buto telpon apakah kopdarnya jadi atau ditunda sampai taon piro. Waktu aku bilang sampai di depan Teras Kota, baru Buto terperangah. Akhirnya pukul 18.45 sampai juga di warung Buto, gak sulit cari nya karena sebelum nyari tempatnya yang lebih dulu aku cari adalah dimana mobil buto parkir, setelah ketemu mobilnya dari situ dah keliatan warung baksonya.

Sebelum dijamu bakso oleh buto, kita ngobrol ngobrol dulu mengenai Baltyra, dan lewat netbook yang aku bawa, Emon ditunjukkan aksi dibelakang layar Baltyra oleh Buto. Emon sampai terkejut dan cuma bisa ah oh ah oh setelah ditunjukkan statistic di belakang layar Baltyra. Akhirnya sampai juga waktu untuk mencicipi Bakso bikinan Buto. Setelah gigitan pertama atas baksonya, satu kata yang terlintas maknyuss tenan ( yo jelas mosok cap Ratu ngomong gak enak hehhehe ). Tapi menurut lidahku yang jelas ndeso , aku bilang kalo kuahnya terlalu light untuk aku. Buto menjelaskan kalo di Serpong khususnya kuah yang terlalu kental kaldunya kurang disukai. Ya wis gak bisa bilang apa-apa lagi aku, wong konsumen itu Raja je hehheehe.

Setelah ngobrol ke sana kemari, akhirnya waktu untuk bubarpun sampai dengan ditandai dengan telpon dari ibu Buti (isrinya Buto) yang menanyakan kemana Buto pergi , kok ndak pulang2 karena sendoknya masih dibawa satu oleh Buto hahhaha.

Salam,

Jonleung




49 Comments to "Kopdar di Warung Bakso Buto"

  1. wesiati  25 March, 2014 at 20:52

    aih… ini to warung bakso si buto yang kemarin dulu diceritakan waktu ketemu sama aku di rumah mbak meita itu… sayang katanya sudah tutup ya? tapi buto memang keren…!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.