Serba Serbi – Indonesian Maid [Domestic-Helper]

[email protected] – Singapura


Halo apa kabar baltryawan dan baltryawati semua, sudah lama tak sempat menulis artikel. Artikel ini sebetulnya ingin saya tulis semenjak bulan April lalu, tapi apa daya niatnya ada, pelaksanaannya kurang dan waktunya tak ada.

Langsung saja, saya sering membaca berita tentang domestic helper dari Indonesia di Singapura, ada saja ulahnya mulai dari yang aneh aneh hingga super aneh dan juga membanggakan.

“News : Indonesian Maid jailed for trying poison employer’s mother…. . On April 14, the maid named Oktiana was upset at being scolded for being slow in her housework. ”
Pemikiran pertama ketika membaca berita ini, wah ini orang asal Jawa nih, alon alon asal kelakon.

“News : Indonesian maid jailed in Singapore fo adding urine… Sri Aryati, 26, had earlier admitted to committing mischief at the flat at Block 222 Ang Mo Kio Avenue 1 on Dec 15, one week after she had started work. ”
Hmm, kenapa lagi ini orang ya, kenapa tiba tiba bertindak aneh. Alasan tidak jelas.

Seperti dua contoh di atas, sungguh sangat mengerikan tindak tanduknya. Beberapa kawan di sini kadang-kadang merasa takut jika ingin mempekerjakan domestic helper dari Indonesia.

Tetapi baru baru ini ada berita yang sangat memilukan, mengharukan, membanggakan, dan patut dikatakan menjadi pahlawan para domestic helper.

“News : Indonesian maid Puji Astutik dies saving baby girl on Singapore road…. She loved them so much that she was even willing to lay her life down for the girls…. Ms Puji, 28, was crossing the road with her employer, employer’s younger daughter, when an SMRT bus ran into her… She flung the baby girl forward but was pinned under the wheels. ”
Miris sekali membacanya mengorbankan nyawa ketika bekerja mencari nafkah untuk membantu keluarga di Indonesia.

Contoh positif lainnya yang tidak akan masuk news, teman seorang Singaproean, mendapatkan domestic helper dari daerah Solo, dia sudah bekerja di sini selama lebih dari 8 tahun, dan awal bulan ini dia balik ke Indonesia for good, wow… diadakan pesta perpisahan di rumah, acara ini dihadiri kawan2 si temanku ini yang sudah pasti mengenal domestic helper ini dari dulu kala. Ada acara potong kue, foto-foto dsb.

Banyak sekali contoh-contoh positif seperti di atas, tetapi tidak banyak yang menjadi berita di koran, hanya berita berita kearah negative lebih ditonjolkan. Jika diperhatikan jika di Changi Airport, banyak keluarga yang mengantarkan pulang (kontrak kerjanya habis, atau ada alasan lain yang mengharuskan dia pulang) dan mereka menunjukkan rasa terimakasih kepadanya.

Dua type di atas itu adalah contoh yang dilakukan domestic helper dari Indonesia, ada 1 type lagi yang sering menjadi berita di sini, ataupun di Malaysia. Banyak dari mereka yang disiksa, diperbudak dengan berbagai macam cara. Berita ini sungguh luar biasa mengenaskan, sungguh malang nasib mereka ingin bekerja dengan baik ternyata mendapatkan employer yang sungguh luar biasa jahanam.

Sebetulnya apa yang bisa diperbuat untuk mengurangi hal hal negative yang akan terjadi menurut survey dari badan agency Singapura:-
1. Miscommunication : umumnya orang Indonesia diketahui lebih lemah berbahasa Inggris daripada bangsa lain (contoh: Filipina)
2. Character : kadang ada yang bandel dibilangin gak mau denger, suka-suka sendiri.
3. Knowledge : kadang dari mereka berharap bekerja dengan keahlian membersihkan rumah dan memasak, tapi pas di sini disuruh menjaga bayi. Hasilnya akan luar biasa kacaunya.

Dengan di listing 3 di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa :-
1. Kebutuhan dasar dari orang Indonesia ini adalah bahasa. Untuk sekarang ini kita patut acungkan jempol kepada KBRI Singapura dan khususnya kepada Ibu Duta Besar Indonesia untuk Singapura atas usahanya untuk memberikan pendidikan gratis kepada para domestic helper di sini.

2. Karakter dari masing-masing orang sulit untuk dilihat dan diobservasi dalam waktu singkat, ini menjadi sebuah dilemma besar, dan untung-untungan saja jika memilih domestic helper.
3. Pengetahuan untuk orang dari Indonesia, walau sekarang sudah ada badan training dari Singapura di Batam, yang akan mengharuskan semua calon domestic helper sebelum mendapatkan ijin di training secara ketat dan dilatih untuk tinggal di HDB (gedung bertingkat), bagaimana cara menggunakan lift, bagaimana cara menggantung baju dengan bambu di luar.

Kalo pendapat pribadi ada beberapa hal yang dapat menyebabkan mereka bersikap negative, tetapi kurang diperhatikan:-
1. Kerinduan terhadap keluarga di Indonesia : Mereka yang baru bekerja di Singapura tidak diperbolehkan menelpon ke Indonesia selama 1 tahun (tertulis di contract) dengan alasan, akan menimbulkan rasa kangen dan tidak betah di singapura.
2. Kesulitan beradaptasi : Walaupun sudah di training, tetapi ketika di training mereka tetap tinggal rame2 bersama orang Indonesia, ketika di sini mereka akan tetap kesulitan karena berhadapan langsung dengan employer.
3. Gaji yang dipotong : Mereka untuk 1 tahun awal tidak akan mendapatkan gaji, karena harus membayar biaya agent dsb. Jadi mereka hanya mendapatkan uang S$10. 00 (sepuluh dollar Singapura) perbulan dari agent. Kebayang mereka tidak mampu untuk berbuat sesuatu.
4. Jam kerja yang diluar batas : Banyak dari mereka yang bekerja nyaris 20 jam sehari, mulai dari bersih2 rumah, merawat bayi, membantu kerjaan di toko dsb. Jika kita mengetahui hal ini terjadi kita harus segera melaporkan ke MOM (ministry of manpower) di sini dan employer akan didenda.

4 hal di atas merupakan hal-hal yang cukup penting tetapi sering dilupakan. Mereka ini hanya manusia biasa yang mempunyai perasaan yang sama dengan kita semua.

Apakah kalian di Indonesia mengalami hal-hal yang sama di atas? Semoga tidak ya…

Dari segi komunikasi di Indonesia tentunya tidak karena otomatis berbahasa Indonesia (kecuali kerja dengan bule), pengetahuan dan karakter… ya, ini tentunya terjadi di mana saja dengan siapa saja, kalo anda beruntung akan mendapatkan yang baik dan benar, kalo anda tidak beruntung ya tinggal dipulangkan saja gampang, wong Indonesia ini, gak ada hukumnya. Gak seneng… pulang… balik ke daerah.
Sepercik sebuah harapan bahwa mereka ini bisa bekerja dengan baik dan mendapatkan para employer yang baik juga.

Salam dari Singapura-

Source :
www. straitstimes. com, bestmaid.com.sg

PS : Gimana kalo domestic helper kalian kaya gini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.