Monday, 14 June 2010
Enigma
Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.
Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh “Old Hag” atau “Penyihir” yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.

Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).
Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?
Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.
Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM.
Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.
Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.
Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.
Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.
“Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.”
Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama.
Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita?
Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau kita pendapatmu lah, atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita.
Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena “penculikan oleh alien” atau “diserang roh jahat” kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang.
Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu.
Dan luar biasanya, mereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).
Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?
Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:
1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur
Dengan kata lain, gaya hidup sehat!
Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.
Backlink: http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/03/memahami-fenomena-sleep-paralysis.html
June 15th, 2010 at 06:27
sorry 1 lagi ……. dulu saya pernah bermimpi saya MATI,sungguh saya takut sekali,saya bangun dan menangis sendiri,sejak itu saya sadar tentang hakikat hidup yg tak boleh tersiakan,saya lakukan semua hal baik dan menjalankan perintah Tuhan,sekarang saya lebih tenang karena saya tau saya bukan orang jahat dan tdk sejahat org org itu,saya tdk tau istilah apa yg cocok untuk menyebut tentang mimpi kematian yg saya alami,salam
June 15th, 2010 at 06:20
Enigma…..emak saya bilang mimpi itu bunga tidur,jd kalau ada bunga dalam tidur semua orang pasti mengalaminya,bgt lhooooo. Saran anda benar TIDUR lah yang CUKUP,stres sekalipun kita masih bisa mengendalikannya karena kita cukup tidur,stamina kita kuat. senang membaca artikel anda. salam
June 14th, 2010 at 22:17
sekarang sih udah g pernah kena lagi. Salah satu benefit olahraga selain berat badan turun
June 14th, 2010 at 22:15
Za : kamu dehidrasi mungkin, bs juga pas lagi banyak pikiran dan jadinya halusinasi. Biasanya memang kalo ngalamin kejadian gitu bangun2 rasanya haus banget. makanya lain kali jangan males minum n lepaskan semua beban klo mau tidur yak. Aku juga beberapa kali ngalamin, dulu sih takut banget. Tapi setelah baca artikel ttg ini bbrp tahun lalu, diendapkan dibawah sadar bahwa itu semua ada alasan dan penjelasan logisnya, tiap kena alhamdulillah jd ga terlalu takut lagi. Tungguin aja bentar. Trus bangun, minum air klo memungkinkan solat malam sekalian nenangin pikiran dan melancarkan peredaran darah trus tidur lagi deh. Jangan lupa berdoa sebelum tidur
June 14th, 2010 at 21:11
Enigma,
makasih artikelnya, jadi lebih tahu sekarang.
Tindihan itu juga pernah aku alami…jadi sering takut kalo udah kebangun.
Tapi emang benar, waktu sakit dan dapat obat dengan dosis tinggi juga bikin berhalusinasi.
Antara sadar dan tidak.
June 14th, 2010 at 12:32
kembangnanas Says: sebisanya doa dibaca semua hueheheeh
—————————————————
asal jangan doa keluar masuk toilet yg dibaca ya, hahaha
June 14th, 2010 at 12:27
Enigma, aku udah mengalami sebanyak 3x kejadian spt ini, dan benar, serasa dicekik, lalu melihat bayangan hitam menindih dadaku namun tak jelas wajahnya, dan mataku sudah terbuka lbar waktu itu. Aku panik waktu itu karena tanganku sedikitpun tak bergerak padahal aku ingin sekali memukul bayang hitam itu. Kejadiannya sekitar kelas 2 SMP.
Yang kedua pas SMA, waktu itu pindahan rumah baru, waktu itu aku juga tak bisa bernafas, namun tak ada yg menindih bagian dada, herannya kakiku yg rasanya sedang ditarik sehingga tak bisa bergeser sama sekali, aku kesulitan bernafas sampai air mataku menetes, namun setelah lebih kurang setengah menit akhirnya tekanan itu hilang. Sungguh menakutkan, rasanya mau mati saja.
Yang terakhir pas udah kuliah di China, di kamarku yg gelap, aku juga merasa dicekik dan lagi2 bayangan hitam, aku sempat berpikir apa aku sedang diperkosa. Saat itu aku masih setengah sadar, dan begitu aku buka mataku ternyata aku masih dicekik, namun bayangan hitam (yg tadi kurasakan saat setengah sadar) sudah tidak ada, lewat beberapa detik setelah aku sadar barulah cekikan itu tak terasa lagi. Sungguh sakit sampai aku sengal dan minum karena kehausan.