Desperately Making Bakcang

Josh Chen – Global Citizen


“Exclusive: Pesta Bakcang Asia”! Wuits…judulnya sungguh mengundang dan menantang. Segera aku click judul itu di detik.com dan mendapatkan informasi kalau bakalan ada cooking class bikin bakcang.

Lha ini dia…sejak lama sekali aku kepingin bisa bikin bakcang, dan penasaran bagaimana cara bikin bakcang. Sewaktu menggigit dan mengunyahnya, sudah terbayang kerumitan dan kerepotan membuat sajian khas untuk Dragon Boat Festival atau Peh Cun atau Duan Wu Jie ini (端午節) yang jatuh di penanggalan China tanggal 5 bulan 5.

Segera aku mendaftar dan melakukan pembayaran sesuai yang diinstruksikan di detikfood. E-mail konfirmasi tak lama juga masuk ke mailbox’ku. Rasanya tak sabar untuk menanti hari cooking class tsb.

Akhirnya Sabtu tanggal 5 Juni tiba juga. Pagi-pagi aku meluncur ke JW. Marriott di Mega Kuningan Jakarta. Acara cooking class akan diadakan di Pearl Chinese Restaurant oleh Chef John Chu dari Malaysia. Setelah sampai, registration di dekat pintu masuk dan menunggu acara dimulai.

Sedikit di atas jam 10:00 acara pun dimulai. Semua peserta dibawa ke dapur Pearl Chinese Restaurant, yang tentu saja dalam situasi biasa jelas tidak mungkin pengunjung resto atau tamu hotel bisa masuk ke dapur hotel dengan begitu leluasa. Dapur modern bersih dan apik serta kinclong menantang di depan mata.

Di meja besar sudah terpampang segala pernak-pernik untuk pembuatan bakcang hari itu dan di tengah meja sudah ada bakcang yang tergantung menantang mata dan menggedor perut untuk disambar. Tapi segera perhatian teralih dengan hadirnya si Chef yang memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia terpatah-patah logat antara Malaysia – Singapore. Perkenalan di antara para peserta dan sang chef berlangsung hangat.

Chef John Chu memaparkan bahan apa saja yang akan digunakan hari itu, dan rencana pembuatan bakcang apa saja hari itu. Pihak detikfood membagikan handout “kuliah” hari itu yang berisi lengkap beberapa resep bakcang asin dan manis yang akan diajarkan dan dipraktekkan. Chef John Chu memaparkan makin mendetail semua bahan-bahan yang digelar di meja. Dari namanya, persiapannya, perlakuannya serta segala perniknya. Dari para peserta juga bersahutan seru mendiskusikan bahan-bahan itu, beli di mana, mereknya apa, harganya berapa, dsb.

Tak menunggu lama, Chef John Chu memulai mengeluarkan jurus-jurus saktinya, tangan mencampur, mengaduk, menumis, membumbui, sambil terus nyerocos menjelaskan ini itu. Setelah itu Chef John Chu menunjukkan kepiawaiannya membungkus bakcang dalam berbagai bentuk.

Bakcang pertama yang aku buat adalah bakcang dengan multiple-fillers (fully loaded): ayam, bebek panggang, jamur hioko, telur asin, chestnut, kacang hijau dan dried scallop. Wuiiihhh sungguh kaya rasa isiannya. Lebih takjub lagi ketika Chef John Chu mengeluarkan selembar daun teratai yang lebar. Berondongan pertanyaan dari para peserta berhamburan. Sang Chef menjelaskan dengan sabar dan asik.

Yang paling sulit dari membuat bakcang ternyata adalah ketika kita membungkusnya. Beberapa kali gagal dan harus membuka bungkusan bakcang, akhirnya berhasil juga biarpun sedikit plethat-plethot

Sedikit mengutip detikfood:

Setelah peserta masing-masing memperoleh selembar daun teratai dan 3 lembar daun bambu, mereka pun siap berpraktek langsung membuat bakcang.

Pertama-tama ketan ditaruh di tengah-tengah daun teratai yang sudah dibumbui. Namun bagian tengahnya disisihkan untuk menaruh jamur hioko, kemudian barulah di pinggirnya ditaruh kacang hijau, telur asin, chesnut, scallop, dll. Nah di puncaknya barulah ditaruh irisan daging ayam yang sudah dibumbui kemudian ditimbun kembali dengan ketan.

Namun, tak hanya sampai disitu sebab bagian tersulit untuk membuat bakcang ternyata teknik membungkusnya. Bakcang yang berbalut daun teratai ini memang sedikit berbeda tidak berbentuk piramida melainkan segi empat. “Wah beda ya dengan bakcang di Indonesia,” celetuk salah seorang peserta sambil mengikuti gerakan sang chef membungkus.

Dua resep yang bisa di’share di sini: Kuecang Isi Lotus (manis) dan Bakcang Fully Loaded (asin).


Kuecang Isi Lotus

Bahan:

  • 120 g beras ketan putih, cuci, rendam semalam, tiriskan
  • 10 g minyak bawang
  • 10 g lye water
  • 25 g lotus seed paste
  • 20 g gula pasir
  • 10 g daun bamboo

Cara membuat:

  • Aduk beras ketan dengan lye water, sisihkan.
  • Siapkan daun bambu sebagai pembungkus.
  • Bentuk menjadi contong, isi dengan beras ketan
  • Beri lotus paste dan gula, tutup dengan beras ketan kembali.
  • Bungkus hingga rapi, ikat dengan kencang.
  • Rebus dalam air mendidih selama 2,5 jam hingga matang.
  • Tiriskan hingga dingin.

Untuk 1 buah


Bakcang Fully Loaded

Bahan:
120 g beras ketan putih, cuci, rendam semalam, tiriskan
¼ sdt garam
5 g kaldu ayam bubuk
10 g minyak bawang
7 g jamur hioko
35 g daging bebek panggang
30 g daging ayam
10 g chestnut
40 g kacang hijau
10 g biji lotus
1 butir kuning telur asin
10 g XO sauce
10 g gula pasir
5 g five spice powder
5 g merica bubuk
10 g minyak wijen
20 g daun lotus
25 g daun bambu

Cara membuat:

  • Aduk ketan dengan garam, kaldu ayam dan minyak bawang hingga rata.
  • Aduk bahan isi dengan XO sauce, gula, five spice powder, merica dan minyak wijen.
  • Siapkan daun lotus dan daun bamboo sebagai pembungkus.
  • Bentuk menjadi contong, isi dengan beras ketan.
  • Beri jamur, daging bebek, daging ayan, scallop,chestnut dan kacang serta tutup dengan beras ketan lagi.
  • Bungkus hingga rapi, ikat dengan kencang.
  • Rebus dalam air mendidih selama 5,5 jam hingga matang.
  • Tiriskan hingga dingin.

Untuk 1 buah


Nama Bakcang Fully Loaded aku sendiri yang menamainya, dikarenakan lihat saja sendiri, berapa banyak itu bahan isiannya…hehehe… Sekedar catatan tambahan bagi yang ingin mencoba bikin sendiri di rumah: waktu merebus bakcang, mengingat panjangnya waktu rebus 2,5-5 jam, dipastikan air akan menyusut dan perlu ditambahi air lagi. Jangan pernah tambahkan air mentah!! Tambahkan air yang sudah mendidih. Sementara panci untuk merebus bakcang mulai menyusut, siapkan air mendidih di sebelahnya, setelah air yang baru itu mendidih, tambahkan ke dalam panci rebusan bakcang, begitu seterusnya.

Selamat menikmati bakcang, Happy Dragon Boat Festival, Duan Wu Jie Kuai Le 端午节快乐

Note: sebagian foto dari detikfood


About J C

I’m just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

7 Comments to "Desperately Making Bakcang"

  1. Hian  7 June, 2011 at 10:19

    Wah JC, kutunggu bakcangnya ya! Entah di Alam Sutra, entah di Semarang! Lagi ngidam bakcang nih!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *