Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Sedia Payung Sebelum Sudrun

Wednesday, 16 June 2010

Viewed 2315 times, 2 times today | 85 Comments |

Fire – Yogyakarta


Duhai sarapwan dan sarapwati ….

Silakan membaca ini sambil sarapan pagi

Asal jangan salah makan obat nanti

Semakin hari lapak semakin berisi

Tapi tersembul gelagat sudrun dalam selimut

Menepuk sudrun didulang, terpercik kenthir ke muka sendiri

Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya sudrun siapa tahu

Hmmmm… tercium ada sudrun di balik batu


Jangan begitu temanku ….

Kenthir di pelupuk mata tiada tampak

Sudrun di seberang lautan tampak

Karena sudrun tak jatuh jauh dari pohonnya

Ooo … bagaikan sudrun lupa kulitnya

Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk sudrun di tengah-tengah


Terlalu memang terlalu, teman ….

Teganya menebar sudrun dalam lipatan

Habis manis, sudrun dibuang

Besar sudrun daripada tiang

Sayang nasi sudah terlanjur menjadi sudrun

Tak ada sudrun yang tak retak


Masihkah belum mengerti, temanku …..

Biarlah sudrun setitik merusak kenthir sebelanga

Tatkala hidup bagaikan sudrun di ujung tanduk

Sekali sudrun di ujian, seumur hidup orang tak percaya

Bagai kerakap di atas batu, sudrun segan kenthir tak mau


Karena itu temanku ….

Dunia tak selebar daun kelor

Sebelum sudrun segeralah berganti kolor

Jangan sampai panas setahun dihapuskan oleh sudrun sehari

Ingat-ingat nasihat guru kita

Malu bertanya, sudrun di jalan


Terasa baru sesaat temanku ….

Tong kosong berbunyi nyaring

Wudun kosong jangan diplototin

Sudrun sama rendah, kenthir sama tinggi

Sudrun sama dipikul, kenthir sama dijinjing

Tak ada sudrun, kenthir pun jadi


Yang koplak tergelak-gelak

Yang mbeling tujuh keliling

Yang majnun bibirnya manyun

Yang gemblung selalu beruntung

Yang gendeng makin sableng

Yang setrip diam-diam mengintip


Pentulis, pentulas, pentulus …

Seribu tiga bukan akal bulus

Yang penting jiwa yang tulus

Walau kata tak lagi mulus

Habislah pula permen sugus

Tapi penonton memaksa terus

Terpaksa lari masuk kakus


Kenanglah masa-masa indah itu, temanku ….

Di saat kita bagaikan sudrun dibelah dua

Jangan bilang siapa-siapa kapan ketemu di Pakem

Mengaku saja cari pakan burung di Ngasem

Selebihnya tak hendak tahu urusanmu di Sarkem

Sampai hari ini pun tetap setia mingkem


Sabarlah sedikit temanku …

Sudrun pasti berlalu

Kan kucarikan dempul untuk menambal anganmu ….


Kidul RingRoad Lor, Juni 2010


NB: Bagi sepuluh komentator pertama, akan dinominasikan ke babak play-off untuk memperoleh penghargaan Sudrun Award

Share This Post

Posted by Wednesday, 16 June 2010 on 01:29.

Categories: Humor. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

85 Responses to “Sedia Payung Sebelum Sudrun”

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 85
    Bagong Julianto Says:

    Bagaikan lidah gak bersudrun
    Sungguh, (gak) berpikir itu pelita bingun…..

    Dunia ini panggung sandiwara
    Kita punya Dewan menanggung canda tawa
    Bersandiwara konsiparasi dana aspirasi
    Menggantung fakta sumber kaum korupsi

    Pohon beringin pohon raksasa
    Partai angin menuai sengsara
    Orde Baru Orde Reformasi
    Siapa gak tahu (itu) orde basa-basi

    Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke sudrun
    Indonesia sakit melulu, Pimpinannya senang-senang berayun

    Hidup fire
    Sungguh desire
    Ayo hire
    Mari admire………..
    Wis
    Plese
    Halhahh
    Nhah….

  2. 84
    Mea Says:

    tante Aichi: hehe, makasih ‘sudrunnya’, n makasih udah muji alisku, hehehe

  3. 83
    anoew Says:

    hahaha…. pis ah.. pis pis hahah…

  4. 82
    ilhampst Says:

    Hahahay… disana dimana, disini dimana? Aaaaah… kenapa aku yang kena jitak sekarang

  5. 81
    anoew Says:

    @Hamps, ah.. yang bener kangen jitak?! Bukan yang lain…? Dulu ketemu disana… Sekarang ketemu disini… aaahhh asmara..

    @DA: mosok ra tau roman-romanan? waaah…, tenane..!

    @Pakdhe Dj: bukan hahaha…. bercanda ah..

Pages: [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)