Sedia Payung Sebelum Sudrun

Fire – Yogyakarta


Duhai sarapwan dan sarapwati ….

Silakan membaca ini sambil sarapan pagi

Asal jangan salah makan obat nanti

Semakin hari lapak semakin berisi

Tapi tersembul gelagat sudrun dalam selimut

Menepuk sudrun didulang, terpercik kenthir ke muka sendiri

Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya sudrun siapa tahu

Hmmmm… tercium ada sudrun di balik batu


Jangan begitu temanku ….

Kenthir di pelupuk mata tiada tampak

Sudrun di seberang lautan tampak

Karena sudrun tak jatuh jauh dari pohonnya

Ooo … bagaikan sudrun lupa kulitnya

Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk sudrun di tengah-tengah


Terlalu memang terlalu, teman ….

Teganya menebar sudrun dalam lipatan

Habis manis, sudrun dibuang

Besar sudrun daripada tiang

Sayang nasi sudah terlanjur menjadi sudrun

Tak ada sudrun yang tak retak


Masihkah belum mengerti, temanku …..

Biarlah sudrun setitik merusak kenthir sebelanga

Tatkala hidup bagaikan sudrun di ujung tanduk

Sekali sudrun di ujian, seumur hidup orang tak percaya

Bagai kerakap di atas batu, sudrun segan kenthir tak mau


Karena itu temanku ….

Dunia tak selebar daun kelor

Sebelum sudrun segeralah berganti kolor

Jangan sampai panas setahun dihapuskan oleh sudrun sehari

Ingat-ingat nasihat guru kita

Malu bertanya, sudrun di jalan


Terasa baru sesaat temanku ….

Tong kosong berbunyi nyaring

Wudun kosong jangan diplototin

Sudrun sama rendah, kenthir sama tinggi

Sudrun sama dipikul, kenthir sama dijinjing

Tak ada sudrun, kenthir pun jadi


Yang koplak tergelak-gelak

Yang mbeling tujuh keliling

Yang majnun bibirnya manyun

Yang gemblung selalu beruntung

Yang gendeng makin sableng

Yang setrip diam-diam mengintip


Pentulis, pentulas, pentulus …

Seribu tiga bukan akal bulus

Yang penting jiwa yang tulus

Walau kata tak lagi mulus

Habislah pula permen sugus

Tapi penonton memaksa terus

Terpaksa lari masuk kakus


Kenanglah masa-masa indah itu, temanku ….

Di saat kita bagaikan sudrun dibelah dua

Jangan bilang siapa-siapa kapan ketemu di Pakem

Mengaku saja cari pakan burung di Ngasem

Selebihnya tak hendak tahu urusanmu di Sarkem

Sampai hari ini pun tetap setia mingkem


Sabarlah sedikit temanku …

Sudrun pasti berlalu

Kan kucarikan dempul untuk menambal anganmu ….


Kidul RingRoad Lor, Juni 2010


NB: Bagi sepuluh komentator pertama, akan dinominasikan ke babak play-off untuk memperoleh penghargaan Sudrun Award

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.