Penantian

Rosda


awan gelap menggumpal
bergelayut di langit-langit hati
kata demi kata
bergaung dalam jiwa
telah ku upayakan segala daya
ku upayakan segala usaha
kenapa langit tak jua terang ??
ke mana perginya matahari ??
kulupakan hasrat di hati
kuabaikan impian
terseok-seok aku melangkah
demi tatap matamu
mengapa engkau tetap diam ??


nun di sana
sepasang mata tua menatap langit
bertanya pada awan
teriakkan namamu
pada embun pagi
berlari
mengejar bayang
di angin lalu
di alam mimpi
kemana perginya ruh ??
air bah tertumpah
terbelah
demi sebiji bijian

bola mata tua
masihkah bermakna ??

ahh…mentari
pancarkan sinarmu
pendarkan warnamu
wahai rinai hujan..
sampaikan padanya
aku ingin nyali !!
bukan raga
aku ingin hati !!
bukan kata.

Qatar, 12-06-2010
19:15


Ilustrasi: kankyon wordpress

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.