Run Baby…Run Away…

Wahyu Wibowo


Sambungan SERENDIPITY

Bus pun perlahan berjalan melanjutkan perjalanannya yang masih panjang…. Sebuah ritme yang selalu berulang dan berulang lagi setiap harinya….. pergi menghubungkan titik demi titik tujuan… pergi menghantarkan berjuta manusia bertemu dengan kisah kisahnya mereka yang baru

Seakan mengerti akan adanya sebuah perpisahan…..bus pun merayap lambat lambat saja meninggalkan jejak gumpalan gumpalan asap yang berterbangan disepanjang jalan raya..  Sepasang mata indah itu tak berkedip sedetikpun menatap tubuh lelaki itu…… lelaki yang telah sanggup membimbing hatinya menemukan sesuatu…. Lelaki yang ketampanannya tersamar dengan balutan jeans lusuh koyak dimana mana…seorang james dean rupanya..…

”Ketampanan wajah adalah urusan nomor kesekian mottonya selalu… “

Lelaki yang bisa begitu cuek terhadap penampilannya tapi lembut penuh perhatian bila ada sesuatu mengusik jiwanya…..  lelaki yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama.

“ hmmmm… ada apa denganku…. “

Dia masih saja tegak berdiri di terminal itu menyandang ransel biru besar… Dia memandang terpaku pada bus yang tengah berlalu itu hingga sebuah belokan disamping gedung tua memisahkan kita sementara…..

“Oh Juned Reeves…… mengapa perjumpaan denganmu seperti melukiskan sesuatu di hatiku…. Sesuatu yang bercahaya di tengah-tengah pusaran masalah yang belakangan ini hadir menghimpitku “ lirih batinku berkata.

Hey kawan…. Mengapa sebuah perpisahan itu begitu menyakitkan….. sepertinya ada sebuah rasa yang terlepas dari ikatannya… coba saja bayangkan seperti jamur di ketiakmu yang terkena salep obat kulit CANESTEN… Atau bisa juga diartikan seperti sebuah pohon yang tercerabut tumbang ke jalan karena angin ribut…hmmm gak nyambung yach…..

“ Hmmm apakah karena aku seorang wanita…… seseorang yang lebih banyak berbicara mengikuti kata hatinya… seseorang yang lebih sering mengalah dan terdiam saat harus dihadapkan pada sebuah keadaan… sebuah hati yang kini sedang memeluk erat rindu “.

Kupandangi selembar uang dua puluh ribu yang masih baru di tanganku….

“ oh Juned Reeves…. Mengapa aku harus ikuti semua kekonyolan ini… sesuatu yang membuatku tak bisa menghubungimu segera jikalau hatiku rindu…tak bisa lagi mendengar semua jawaban atas semua pertanyaan keresahan hatiku …. Tapi aku akan patuh… aku akan menunggu kehadiranmu kembali dalam kehidupanku“

Sebuah hati mendesah pasrah…. Yeah…tapi inilah yang aku betul betul suka dari dirimu… sesuatu yang membuat aku selalu tersipu sipu saat memandang lama lama dirimu, sesuatu yang sungguh berbeda dari kebanyakan laki laki yang datang dan mendekat dalam kehidupanku. Dirimu yang nyentrik dan eksentrik….. tapi selalu punya sebuah jawaban yang aku butuhkan untuk sebuah pertanyaanku….

Sebuah jiwa yang betul betul tenang karena telah ditempa asam garam kehidupan di sepanjang lorong waktu… seseorang yang menghargai apa arti sebuah kehidupan.Tak seperti kebanyakan artis artis yang sering datang untuk merayuku….. dengan modal wajah tampannya serta harta yang mereka selalu bangga banggakan…. mereka begitu yakin bisa menjerat hatiku…ho ho ho tunggu dulu.. aku tak segoblok itu….. aku tahu apa yang ada di balik otak kecil mereka itu… mereka hanya sekedar ingin menaklukan aku…sebuah tantangan untuk ego mereka yang suka mempermainkan wanita…. Yang ujung ujungnya adalah sebuah adegan film biru yang direkam dalam sebuah kamera digital milik mereka…untuk koleksi pribadi katanya….. huft….. untung saja aku tak mudah termakan bujuk rayu mereka.

Bus pun berhenti untuk sejenak melepaskan penat dan makan siang setelah sempat berliku-liku melalui hutan Alas Roban, sebuah restoran cukup besar dengan makanan yang bermacam-macam telah menanti untuk dijamah. Telah cukup banyak bus yang berhenti di sini dan mereka berderet rapi bagai pasukan satu kompi yang sedang khidmad melakukan upacara bendera.

Kunikmati sepiring nasi campur yang cukup lezat rasanya. Sebuah menu resep yang tercipta saat zaman penjajahan Belanda dahulu kala. Kala itu pasukan kita bergerilya masuk hutan melawan kompeni Belanda. Masing masing pasukan membawa bekal makanan yang berbeda. Atas nama kebersamaan semua bekal disatukan kemudian dibagi rata.

Hasilnya sebuah nasi campur yang lezat rasanya. Setelah kenyang sejenak aku memutari kawasan sekitar restorant. Sekedar menyapa wajah-wajah yang sedang duduk bersantai melepas lelah. Sekantong makanan kecilpun telah ikut serta dalam genggaman tanganku. Dan selembar uang dua puluh ribu yang berisi data-dataku telah berpindah tangan di restoran itu.

Masih kurang lebih 5 jam lagi untuk bus ini mencapai Yogja dengan kecepatan 80 km/jam….. tapi mata ini begitu susah untuk memejam sejenak saja…. Tak ada bedanya ketika tertutup atau terbuka…. Hanya menyajikan gambar-gambar yang sama…gambar tentang sebuah perasaan wanita yang sedang tersengat rasa cinta… “ Juned…Juned…… engkau begitu sukses menjerat hatiku… Kau curi lagi… kau genggam lagi …kau tawan hatiku yang terbiasa tanpa dirimu.. kau jerat diriku…” seperti irama lagu J-ROCKS saja cerita pertemuanku dengan dirinya.

Kusumbat rapat rapat telingaku dengan earphone dari MP3 playerku yang baru…. Kucoba mengalihkan rasa rindu dengan alunan lagu lagu dari daftar koleksi yang ada di situ …. Biarlah hatiku sedikit tercerai berai mengikuti hentakan bunyi drum pada lagu BASKET CASE yang dinyanyikan garang oleh Greenday…… sebuah lagu yang kadang bisa mengajakku berteriak sesuka hatiku bila aku sedang suntuk sendirian di kamar tidurku.

Tak sadar bibirku ikut menyanyikan lagu ini…. Bayangkan saja…. Di dalam bus yang penuh sesak…umpel umpelan seperti es cendol…..sambil merem melek…jedhag jedhug… glodhag gledhug …dan suara fals seperti botol aqua pecah….asyik sendiri menyanyi-nyanyi mengikuti irama yang didendangkan oleh gadget keluaran terbaru……. seketika banyak mata tertuju ke arahku…memandang dengan wajah wajah ingin tahu…

“ Neng… neng….. sampean iku lha opo toh…mlungker-mlungker ra jelas…turu yo ora melek yo ora…..nglindur tah…. Bagai kerakap di atas batu, sudrun segan kenthir tak mau…. “seorang bapak bapak berujar keheranan sambil terus memandangi diriku….. ow.. ow.. ow……. Aku hanya bisa memerahkan pipi dengan rasa tersipu sembari membetulkan posisi dudukku…. Dan memasang senyum malu malu kucing dibibir indahku…..seketika di sudut sana pun terdengar suara beberapa orang ngguyu……. Cuk… cuk…. Hatiku saiki jadi nesu.

Akhirnya berakhir sudah perjalanan sebuah bus ekonomi sampai di terminal megah Giwangan kota Yogja…terminal yang baru saja berdiri menggantikan peranan terminal Umbul Harjo yang semakin hari semakin terjepit pembangunan sebuah kota hingga tak mampu lagi menampung sesaknya bus yang berjubel datang….

Hhmmmm I’m coming Yogya… Sebuah kota yang menyandang beberapa sebutan karena memiliki berbagai keunikan yang menjadi ciri khas dari kota tersebut. Disebut Kota Pelajar karena di sana berdiri banyak sekolah dan perguruan tinggi. Mahasiswa tumpah ruah memenuhi sudut sudut kota.

Disebut juga sebagai Kota Wisata karena di sana memiliki banyak tempat wisata yang menarik dan bisa dijadikan sarana untuk mendatangkan turis manca negara.

Disebut sebagai Kota Budaya karena yogya merupakan salah satu pusat kebudayaan Jawa dan menjadi saksi dalam banyak sejarah Indonesia. Banyak budayawan besar Yogya yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Itu sebabnya Yogja punya sebutan Never Ending Asia. Coba saja simak syair karya pujangga gembhul pinggir jalan….Wewe aishiteru yang bercerita tentang Yogya dari sudut pandangnya…..

Di sepanjang jalan ini, Kutemukan damai hati

Lalu lalang pejalan tebarkan, Senyumnya pada dunia

Di sepanjang jalan ini, Kutemukan cinta suci

Kaki lima tawarkan hidupnya, Ikhlas sungguh terasa

Di sepanjang jalan ini, Kutemukan kehidupan

Siang malam tak pernah berhenti, Mengalir penuh warna

Hilang semua lelah dijiwaku, Setiap ku kembali menyusuri

Satu sisi kota di Jogjakarta, Slalu bawa ceria di hatiku

Bila anda punya waktu untuk pergi ke sana, cobalah anda menapaki perjalanan sepanjang kota Rejowinangun sampai daerah Piyungan dan coba lihatlah sekeliling anda yang penuh dengan hamparan sawah yang luas menambah pasokan hawa kesejukan untuk kota Jogjakarta.

Sselanjutnya bila anda terus berjalan ke arah Gunung Kidul anda akan disapa dengan sebuah tantangan yang dapat memacu adrenalin anda dengan medan yang naik turun dan berliku-liku. Ini sangat cocok untuk anda yang gemar berpetualang,  yang suka tantangan menaiki jeep off road atau motor cross atau sepeda gunung ditengah suasana perbukitan yang menawan.

Bila kita menginginkan tempat rekreasi di pesisir atau pantai banyak tempat yang dapat kita sambangi sebut saja Pantai Laut Selatan atau parangtritis yang sudah terkenal seantero jagad. Dengan kedahsyatan ombaknya dan pasir putihnya yang seolah tak pernah surut di datangi pengunjung baik domestik maupun mancanegara.

Selain itu di daerah Gunung Kidul dapat anda kunjungi pantai Baron, Drini, Krakal, Kukup , dan di daerah sekitar Kulon Progo ada juga pantai  Congot dan Glagah Indah . Untuk wisata budaya Yogya pun sudah tidak asing lagi dengan berbagai kesenian yang beraneka ragam sebut saja wayang kulit (orang), ketophrak, jathilan, dagelan, campur sari dan lain sebagainya.

Ada juga tempat bersejarah seperti benteng Vredeburg, Taman Sari, Keraton Jogja, Candi Prambanan….. cobalah anda coba temukan kisah sejati yang mengiringinya dan bayangkan anda hidup pada masa itu….. hmmmm sebuah kisah yang menakjubkan dan penuh cita rasa kehidupan.

Aih….. segera kucari kendaraan yang bisa mengantarku pergi ke daerah Malioboro. From Malioboro with Love ujar mereka yang pernah merasakan denyut kehidupan di sana. Kumasuki salah satu hotel berbintang yang ada di sana dan memesan satu kamar dengan sisi pemandangan yang menampakan keindahan asri Kota Yogya. Kubaringkan diriku pada spring bed size king yang ada dikamar itu, kunyalakan AC dan coba meluruskan semua ruas ruas persendianku.

Lima belas jam bukan waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan. Nyaman rasanya ketika aliran darah bisa kembali normal setelah duduk seharian. Hmmm biarlah sejenak kuhirup ketekku yang semerbak bau pete dan jempolku yang bau sepatu….. aku ingin sekejap terlelap tanpa mandi terlebih dahulu. Merasakan kembali kehadiran sosoknya dalam ruang ruang mimpiku juga memutar kembali perjalanan hidupku selama tiga tahun belakangan ini. Sebuah kehidupan yang terpaksa kujalani dengan perjuangan panjang hingga akhirnya berujung pada suatu keputusan.

“Hmmmm tariklah nafas yang panjang Elmi…… lalu perlahan hembuskan melalui mulut ..rasakan kehadiran tiap kubik oksigen menyapa rongga dadamu… Yup terus lakukan itu…sambil coba resapkan kata ini dalam dalam….rasakan dalam hatimu kekuatannya menghipnotismu..membawamu kepada kebenaran alam bawah sadarmu….. bila dirimu melihat Juned Reeves……. Kamu harus tidur….. kamu harus tidur bila melihat Juned Reeves….. yups terus….rasakan…….rasakan perlahan sebuah sentuhan…..ZZZZZZZ….. biarkanlah sebuah jiwa tertidur pulas sambil ileran..”

Kikuk…. Kikuk… Burung kecil yang terperangkap dalam sebuah jam antik sejenak menampakkan diri…. Berbunyi untuk menandakan waktu saat ini…sebelum kemudian terkurung lagi dalam sangkar emasnya…… sejenak tanganku meraba raba meja duduk mencari jam tanganku….

“ hmmm…. Jam enam pagi…… Cukup lama juga badanku memulihkan kesegarannya… Sebuah balas dendam yang sepadan….. Setelah lebih dari lima belas jam badan ini terduduk kaku dalam sebuah perjalanan……. Sebuah pelarianku dari bilur bilur pahitnya sebuah kenyataan…….. “

Hmmm sudah bau….. sudah saatnya merefreshkan kulitku….. segera kudatangi kamar mandi hotel yang megahnya seperti kamar mandi dalam istana-istana raja Persia…. Sebelum semua baju kutanggalkan, kudatangi cermin yang ada disitu…. Kutempelkan kukuku dipermukaan cermin… adakah sebuah jarak yang memisahkan kuku asli dengan bayangannya…. Bila ada berarti berhati-hatilah karena ada sebuah ruang tersembunyi di balik cermin itu…sebuah ruang yang mungkin berisi sebuah kamera tersembunyi …. ruangan yang akan menatap dan merekammu diam diam….

Aku juga membiasakan diri melihat sekitar jikalau ada sesuatu yang di luar kebiasaan pada seluruh sisi kamar mandi itu…… ada baiknya berjaga jaga sebelum cahaya kita tersebar luas tanpa konfirmasi di dunia maya…. hmmmm aku ingin mandi air hangat berisi kembang tujuh rupa pagi ini dan sebotol penuh minyak wangi kamar mandi agar harum tujuh hari tujuh malam badanku ini.

Segar sekali rasanya setelah semua pori pori kulit tersentuh hangatnya air dan harumnya bunga. Kupandangi HP yang sudah dua hari ini sengaja kumatikan, setelah kuputuskan pergi meninggalkan semua wajah wajah yang ku sayang. Yeah… sebuah keputusan yang sulit untukku…. Pertama kali berpisah jauh dari papaku… satu-satunya orang yang sangat kusayang setelah mamaku berpulang 3 tahun yang lalu. Tapi aku harus melakukan ini… aku tak rela ada wanita lain yang menggantikan posisi mama di hati papaku.

Papaku seorang konglomerat yang berhasil di tanah air ini, bisnisnya tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tak ada pejabat yang tak kenal papaku. Hampir di setiap negara di dunia ada relasi papa di sana. Banyak politisi yang mencoba mendekati papaku, mencoba mengajaknya bergabung dalam sebuah partai politik tertentu hanya karena memandang uang papaku, tapi semua itu tak pernah membuat papaku bergeming.

Sebuah bisnis harus terpisah jauh dari politik. Karena bisnis yang sudah bercampur politik hanyalah menyisakan lingkaran setan yang bergelimangan dosa. Wajah papaku pun sudah menghiasi hampir semua media nusantara. Bahkan dalam majalah LIFE, papaku pernah dinobatkan sebagai salah satu tokoh yang memberi pengaruh pada indah dunia. Yeah… aku selalu bangga pada papaku yang merintis usahanya dari nol hingga menjadi sebesar sekarang ini.

Semua baik baik saja sampai tiga tahun yang lalu, saat mama pergi selamanya setelah tiga kali terkena serangan stroke. Papa, seorang lelaki yang masih terlihat gagah di usianya yang menjelang 60 tahun, seperti kehilangan cahaya hidupnya. Meski aku telah berusaha mencoba menggantikan peran mama mendampinginya selama tiga tahun ini tetapi tetap saja aku tak bisa memahami dan memenuhi semua keinginannya.

Aku hanya seorang putri kecil di matanya. Hingga akhirnya seminggu yang lalu papa sengaja datang memperkenalkan seorang wanita cantik kepadaku. Dan dia meminta restu padaku untuk menjadikannya seorang mama baru untukku. Arrrgghhh…. Bayangan seorang ibu tiri yang jahat dalam film Cinderella segera hadir dalam benakku. Menampar nampar rasa engganku yang tak ingin kehilangan papaku seutuhnya….. hanya sebuah kata singkat yang keluar dari bibirku saat itu.

“ Papa jahat…!!! “ seiring dengan bergegas langkahku meninggalkan mereka ternganga di ruang tamu. Aku lari dan terus berlari menuju kamarku. Membanting dan mengunci pintunya dari dalam. Mencoba memahami bait kehidupan yang terjadi dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi.

Tiga hari aku mengurung diri di dalam kamar. Tak kuhiraukan kecemasan papaku yang coba datang untuk membuatku tenang. Tak kusentuh makanan yang sengaja dia bawakan…. Yeah maafkan aku pah…… aku hanya ingin papa tahu… aku tak mau seorang mama baru. Aku hanya mau ada aku dan papahku… titik…Hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah mencari ketenangan. Kukemasi baju ala kadarnya dalam sebuah tas punggung yang ringkas saja. Dan pada suatu malam aku pun mengendap endap pergi setelah menulis sebaris surat sederhana untuk papaku….

“ Pah…. Bukannya Elmi tak sayang papa…. Bukannya Elmi tak ingin melihat papa bahagia… tapi Elmi belum bisa melihat ada orang lain menggantikan posisi mama….. Elmi putuskan pergi pa…pergi menenangkan hati Elmi… dan Elmi tak akan kembali….. sebelum  papa sadar dan meninggalkan wanita itu…… jaga diri papa baik baik…jangan lupa makan yang teratur…. Elmi sayang papa.. “

Kuaktifkan HP ku….. dan benar saja ada lebih dari sepuluh sms dari papah yang bernada sama….

Pulanglah sayang…sekarang Elmi sayang ada di mana……. jangan hukum papah dengan kepergianmu sayang….. pulanglah nak….dan mari kita bicarakan semua baik baik dengan kepala dan hati yang tenang….. papa sayang kamu….

Tak terasa ada sebutir kristal tumbuh di sudut mataku… kristal yang semakin lama semakin membesar sebelum akhirnya jatuh luruh diikuti butir kristal yang baru……

“ Belum saatnya Elmi pulang pah…… belum saatnya Elmi tersentuh sebuah kehidupan dengan seorang mama baru…… Elmi ingin menenangkan hati dulu….  “

Aku harus kuat…yups….. harus kuat jauh dari papahku…. Meski kutahu papa mungkin telah menyebar orang orang berjas dan kaca mata hitam seperti dalam film MATRIX dan  MAN IN BLACK di tiap tiap kota untuk mencariku…dan papah juga mesti telah menghubungi semua relasinya untuk turut serta membantu mencariku.Aku harus sebisa mungkin menghilang dari orang orang papahku. Harus bisa !!!

( BERSAMBUNG )


Ilustrasi: zentastic.com

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *