James Bond Sowan James Bonek

Fire – Yogyakarta


Alkisah James Bond sedang mengalami kejenuhan luar biasa meski dikelilingi para Bond Girl yang sexy dan aduhai. Apalagi kelakuan para Bond Girl seringkali lebih mirip Kas-Bon Girl, alias membuat cekak kocek James Bond yang mesti kas-bon dulu sebelum syuting kelar. Sampe kartu kreditnya James Bond jadi tipis saking keseringan digesek, dampaknya celana James Bond yang terancam “digesek” di pegadaian.

Sempat terpikir juga di benak James Bond untuk mengganti Bond Girl dengan Bon-Bin Girl, alias orang utan, simpanse, atau gorila, tapi khawatir diprotes penonton. Dengan motivasi refreshing James Bond memutuskan untuk berangkat ke Indonesia untuk sowan pada James Bonek, yang diam-diam adalah salah satu guru spiritualnya. Maklum karena jaman rentan krisis ekonomi ini James Bond yang dulunya royal dan menghambur-hamburkan duit mesti mengantisipasi bagaimana menjadi James Bond versi ngirit-medit-pelit, kalo perlu adegan kebut-kebutan dengan motor canggih diganti dengan pit onthel.

Meski di sebuah kota besar di Indonesia, James Bond sempat takjub melihat bagaimana pengendara sepeda motor ngebut di trotoar, jembatan penyeberangan pun menjadi ajang para “stuntman” dadakan. Mobil sport eksotik yang biasa digunakan dalam pilem James Bond kemungkinan besar bakal diganti oleh bajaj saja. Ngirit kan, kalo ringsek tinggal di-rumponkan, tidak perlu repot ke ketok mejik. Selain itu cukup mudah untuk merekrut stuntmant bajaj di Jakarta, tentu dengan “bakat alaminya” yang sudah terspesialisasi 7 turunan 5 tikungan.

Salah satu adegan yang sering muncul dalam film James Bond adalah perkelahian di bawah air. Nah, di sebuah pinggir kali, James Bonek menyarankan kepada James Bond untuk melakukan adegan action di dalam kali tersebut, sambil menunjuk air kali yang penuh “kekayaan organik endemik asli” yang merepresentasikan “kebhinekaan potensi lokal”. Beranikah James Bond melakukan action di kali tersebut? Mengkeret juga nyalinya, menyadari sejumlah WC “emergency” bertebaran di sekitar kali, beberapa di antaranya dalam keadaan “on-line”. Bagi James Bond, lebih baik menghadapi kepungan ranjau betulan ketimbang tebaran “ranjau” yang ini. Wah, sehabis syuting bisa mimpi buruk 3 hari 3 malam, plus nggak doyan makan biar disuapin sama Miss Universe sekalipun.

Nah, bila di dalam pilem, sudah umum, begitu jago James Bond menembak dari dalam kendaraan berkecepatan tinggi, kok ya tembakannya bisa tepat sasaran. Sekarang James Bonek mengajarkan teknik yang lebih sophisticated lagi, yaitu mencari slilit gigi di dalam bajaj yang sedang off-road. Perlu ribuan batang tusuk gigi sebelum James Bond bisa sukses, itu pun hampir-hampir wudunennya kumat karena kelamaan duduk di bajaj dengan getaran mendekati 9 skala richter.

Adegan action lainnya adalah berjalan di atap kereta api yang sedang melaju kencang. James Bonek lalu menunjukkan para “stunmant orisinil” di atas KRL ekonomi Jabotabek, membuat James Bond bergidik membayangkan gimana kalo terlempar atau kesetrum. Meski begitu James Bond terima juga tantangan tersebut, resikonya habis itu kerokan karena masuk angin. Sempat terpikir oleh James Bond, gimana reaksi para Bond Girl bila mendapati punggungnya merah-merah begini, mesti mengarang cerita nih, masak ngaku dikeroki pake kepengan? Bisa-bisa para Bond Girl akan berebut menjadikan James Bond sebagai ajang latihan kerokan.

Sebagai tahapan uji nyali bagi James Bond, maka James Bonek mengajaknya untuk melakukan operasi intelijen di dalam sebuah kompleks kuburan keramat. Tujuannya adalah menguak kebenaran info adanya sundel bolong yang gemar selingkuh. Sebenarnya James Bond tidak gentar, hanya gangguan yang ada adalah sering dicolak-colek sama kuntilanak genit yang kepincut, malah minta gendong lagi. Sialnya pulang dari kuburan, baru James Bond menyadari kalo bulu-bulu di dengkulnya pada tercabuti, mungkin buat suvenir para kuntilanak.

Sejago-jagonya James Bond dalam urusan wanita, bisa terkecoh juga. Sempat di suatu lokasi James Bond merasa sudah menemukan kandidat yang dicari-carinya selama ini untuk dijadikan Bond Girl di pilem berikutnya. Untunglah James Bonek segera menariknya pergi meninggalkan Taman Lawang ….

Salah satu inovasi yang bakal dikembangkan oleh James Bond dari hasil kunjungannya kali ini, adalah bom asap generasi baru. Dengan bom asap ini bisa membuat sekelompok target kliyengan secara efektif, sehingga membantu operasi gerak cepat dari James Bond. Di antara kandungan yang ada dalam bom asap tersebut komposisi utamanya adalah baceman trasi dan duren bosok. Sebagai catatan, “self-test” yang dilakukan, sukses membuat James Bond mabok berat seharian, sehingga kehandalannya tidak diragukan lagi.

Berlama-lama tinggal di sini James Bond terlena kecanduan wedhang ronde, sehingga oleh kantornya sempat diberi status sebagai MIA alias Missing in Angkringan. Hampir saja Cak Noris (temannya Cak Markaban) ditugasi untuk mencari keberadaan James Bond, siapa tahu sudah keburu RIP – Rest In Pakem. Sebelum pulang tak lupa James Bond sowan dulu pada Mbah Maridjan. Oleh Mbah Maridjan dihadiahi sebuah piranti berteknologi tinggi yang sangat berguna di kala situasi sedang terdesak, apalagi kala James Bond sedang dikeroyok oleh musuh-musuhnya. Sayang James Bond lupa menanyakan bagaimana mekanisme operasionalnya, dan nantinya akan diberikan pada tim riset dari dinas rahasia agar mempelajari dan membikin manual penggunaannya. Sesuai petunjuk Mbah Maridjan, piranti itu disebut kentongan ….. Tim riset sampai saat ini masih mempelajari bagaimana mekanisme GPS di piranti tersebut.

James Bond sendiri mesti menjalani masa rehabilitasi selama 3 bulan sebelum bertugas lagi, untuk pemulihan dari syndrom OCD, yaitu Onde-onde Compulsive Disorder. Sayang sejumlah teknik penyamaran yang pernah diajarkan oleh James Bonek, sulit diaplikasikan oleh James Bond karena terlalu menyolok. Di antaranya penyamaran sebagai tukang nasi goreng, tukang sol sepatu, dan tukang ojeg, lah … mana ada tukang ojeg di sono …

Berikut sejumlah judul sekuel James Bond yang bakal beredar tahun mendatang sehabis memperoleh “pencerahan” bersama James Bonek:

-License to Mbecak

-From Klithikan With Love

-Sego Kucing is not Enough

-Angkringan Royale

-The Man with the Golden Blangkon

-Bakul Jamu Gendong Who Loved Me

Sebenarnya sebuah pilem James Bond dulu sempat terinspirasi oleh sebuah pisuhan yang didengar James Bond sewaktu hampir kesrempet pit onthel ketika menyeberang di perempatan RingRoad, judul pilemnya setelah diadaptasi adalah “For Your Eyes Only” …. Sebuah idiom yang berbunyi “ngono ya ngono ning ojo ngono” mengilhami James Bond dalam pilemnya yang berjudul “Dr. No”.

Baiklah teman-teman, kita tunggu petualangan James Bond berikutnya bersama James Boncel, James Bontot, dan James Bonyok …..

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.