Banjir Jakarta – Banjir Singapura


Selamat Pagi para Baltyrawan & Baltyrawati…

Kejadian alam berulang di manapun kalian berada.

Flash back dikit… “Rabu 16 June 2010, Singapura 12.00pm, pesawat baru saja mendarat di Changi Airport disambut hujan lebat dan angin besar, langsung nyalain HP (biasa jaman gini HP nggak nyala, rasanya kaya jalan2 gak pake baju) tidak lama kemudian…. bunyi HP tanda SMS baru masuk, cek dulu ahh“.

Belum lewat Imigrasi, belum lepas rasa jet-lag hasil liburan di Thailand, belum juga beli minuman keras buat dibawa pulang, dikagetkan oleh berita di SMS dari tanteku yang bertanya “Apakabar, gimana liburannya, apakah semua baik-baik saja, dengar-dengar Singapura di Orchard Road banjir?”…. huh….. Singapura banjir… ya paling daerah-daerah itu aja… tapi Orchard? whedew… baru kali ini denger nih.

DE JAVU?

Sepertinya… bayang-bayang banjir besar Jakarta dulu, atau tiap hujan besar banjir di mana-mana terbayang di pelupuk mata… oooh… saya langsung melihat kiri kanan, hmm.. orang-orang di sini ngomong China, India ataupun Inggris, kok gak ada yang ngomong Indonesia… hmm tersadar bahwa saya tidak berada di Indonesia, dan saya di Singapura… oooh, benarkah berita itu…

Ya saudara-saudari sekalian, ternyata berita itu bukan boong belaka, bukan dibuat-buat… Orchard ROAD banjir… hahahaha, kaget, senang, semua campur rasanya.”

Ini beberapa photonya…. kalo lengkapnya mau diliat silahkan (termaksud banjir yang dulu)

Yaa… begitulah ternyata yang terjadi di Orchard, pulang buka internet dan ini yang terjadi. Kita menebak, nanti yang akan disalahkan adalah cuaca. dan ternyata benar. Esok harinya apa yang ditulis di koran, bahwa NEA mengatakan curah hujan yang luar biasa besar seperti disinyalir di berbagai media cetak :”About 100mm of rain or more than 60% of the average monthly rainfall for the month of June was recorded within a two hour period from 9am to 11am.”.

Pertanyaan berikutnya adalah… kok bisa? Padahal dulu ditulis di koran, bahwa Orchard Road tidak akan banjir lagi semenjak banjir besar tahun 99 (kalo gak salah tahunnya). Ya, itulah manusia yang merencanakan dengan baik, manusia yang mengatakan dengan gagahnya, tapi manusia pula yang menghancurkannya, sedangkan alam yang nan ajaib dan indah ini jika diijinkan berbicara: “jangan sombong, manusia boleh merencanakan, tapi kekuatan alam tak boleh diremehkan”. Terbukti di hari berikutnya penyebab utama dari banjir di Orchard adalah saluran bawah tersumpal dengan sampah-sampaah (katanya sih daun-daun dan dahan-dahan)… ahh… lagi-lagi alasan klasik yang dikeluarkan pemerintah sini. “A huge amount of water, equivalent to 60 Olympic-size pools, carried vegetation and other debris which partially obstructed the culvert across Orchard Road. This resulted in rainwater overflowing into the Stamford Canal and Orchard Road.”…

60 olympic size… tapi jangan salah, ini untuk seluruh Singapura, bukan Orchard doang, kalo Orchard doang yakin lah seyakin-yakinnya, drainase segede-gedenya akan kelelep tuh Orchard ampe ke Istana Presiden sono.

Sekarang setelah melihat 2 banjir ini, apa perbedaannya dengan banjir di Indonesia, di Jakarta khususnya.

Di Indonesia, sesudah banjir, dibiarkan saja tuh jalanan, ntar juga bersih sendiri… kalo di Singapura, kerja keras para Civil Defence mulai dari pemadam kebakaran, polisi, dan pasukan pembersih jalan. Pertama SCDF (Singapore Civil Defence Force) mengeringkan sebagian besar banjir di wilayah Orchard dengan cara memompa sebagian besar air ke saluran lain (mobil pemadam kebakaran yang bisa dipake buat memompa air dari Hydrant, kali ini buat nyedot air banjir).

Setelah agak kering polisi berusaha menyelamatkan seseorang yang mengapung di tengah banjir… (photonya ilang silahkan cari sendiri)… ternyata manekin :D. setelah semua kurang lebih beres, pasukan pembersih dengan mobil-mobil besar datang… mulai menyapu, menyiram, menyikat… ZIING… beres, malam hari sudah bisa jalan-jalan lagi di Orchard tanpa sadar kalo ini daerah bekas banjir. Yang tersisa adalah toko-toko yang di basement, ditutup dengan triplek.

Banjir Jakarta – Singapura seperti yang di judul, banjirnya boleh sama, penyebabnya boleh sama, alam tidak memihak, tidak memilih, namanya hujan ya hujan, banjir ya banjir. Pertolongan pertama boleh dibilang sama walau di sini jauh lebih cepat.

Tapi ada satu perbedaan signifikan dari sini.

Penanganan sesudah banjir itu yang berbeda. di Indonesia dibiarkan saja, tak terurus, sedangkan di sini diurus hingga tuntas. Pemerintah mengatakan ini tidak boleh terulang. “Although initial investigations showed that the drainage system capacity is sufficient and this flood resulted from an unusually intense storm which was aggravated by some partial blockage in the culvert, we will continue to thoroughly investigate and take the necessary measures to prevent a recurrence.”

Yaaah… namanya manusia, gak mau disalahkan lah…

A natural event, not preventable by any human agency, such as flood, storms, or lightning is an act of  God.
Human… just pray hard… don’t let it happen to us.

Salam sejahtera dari Singapura.

Psst… di Singapura sekarang dari bulan May – July ada GSS (Great Singapore Sale) tapi kalo anda beruntung dan seperti khusus tanggal 16 kemaren… ada GSS (Great Singapore SAIL).

Jadi… apakah anda bersedih atau untung… kalo orang Jawa di Orchard saat itu walau gak bisa belanja pasti bilang :
“untung bisa liat Orchard banjir, nggak setahun sekali atau bisa bisa seumur hidup liat sekali… untung pas di sini… untung…”


source :
http://www.flickr.com/
http://www.thegovmonitor.com

tambahan foto: Silvia Utama

19 Comments to "Banjir Jakarta – Banjir Singapura"

  1. Lukisan Abstrak  10 January, 2011 at 13:01

    banjiiiiiiiiirrrrrrrrrrrr teruuuuuuuuuuuussssssssssss,….

    kpn henti nya ya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.