Jika Mantan Mengajak Kembali

La Rose – Belanda


Mengalami putus cinta adalah seperti mimpi buruk, sudah pasti sangat menyakitkan jika berpisah dengan orang yang kita cintai. Kita pun butuh beberapa bulan bahkan tahun untuk melupakannya. Rasa kangen dan rasa kehilangan karna berpisah dengannya kadang bisa bikin diri ini putus asa, istilahnya hidup segan mati pun tak mau.Setiap hari bisanya kita melamun dan menangis mata kita sampai bengkak meratapi perpisahan dengan pacar kita itu.

Bagaimana jika kedaan diri kita sudah kembali normal, sudah bisa tertawa ceria? Pelan-pelan sudah bisa melupakannya walau masih tetap ada bekas-bekasnya dihati kita belum hilang seratus persen.Bahkan kita saat itu sudah mulai dekat dengan seseorang mungkin sebagai penggantinya.Tetapi tiba-tiba ada gangguan dari mantan pacar kita itu, misalnya dapet sms atau telepon disaat kita sedang berduaan dengan seseorang yang sedang dekat dengan kita.

Atau tiba-tiba kita mendapatkan kiriman bunga yang kita sangat sukai tanpa nama pengirimnya dan kita tahu banget kalau yang mengirim itu mantan pacar kita. Semua yang mantan kita coba lakukan untuk mendekati kita kembali membuat kita jadi bingung dan tidak tenang menjalani hubungan baru dengan seseorang yang sedang dekat dengan kita saat ini. Karna biar bagaimana sejujurnya hati kita ternyata masih ada untuk mantan pacar kita itu.

Gangguan dari mantan pacar kita itu makin gencar saja.Dia menyatakan bahwa dia masih sangat mencintai kita meminta untuk kembali menjalin hubungan dengannya seperti dulu. Dia juga menyatakan bahwa kita adalah satu-satunya orang yang paling dia cintai tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya..(hehe gombal banget deh). Pokoknya mantan kita itu mencoba berbagai cara dan mengangggu hubungan kita dengan seseorang yang lagi dekat dengan kita.

Dia mantan kita itu datang kerumah kita tidak lewat pintu depan  malah dia lewat pintu belakang. Ceritanya sih, dia pengen bikin kejutan atau surprise buat kita..hahaha..boro-boro surprise, kita jadi kaget dan jengkel  iya, dengan kedatangan dia yang secara tiba-tiba. Apalagi kalau saat itu ada seseorang yang sedang dekat dengan kita didalam rumah kita. Apa selamanya kita akan menutupinya pada pacar baru kita itu? Wuih..jangan dong, sebaiknya kalau kita mengalami hal seperti itu ceritakan dengan jujur pada pacar baru yang sedang dekat dengan kita itu, biar dia mengerti dan tidak berprasangka buruk terhadap kita.

Mantan pacar kita tentu dia sangat tahu kelemahan kita karna dia sangat tahu siapa kita selama menjalin cinta dengannya. Dari itu dia mencoba agar kita terus dalam kebingungan untuk mengambil keputusan melanjutkan hubungan dengan pacar baru kita itu atau kita akan memilih kembali dalam pelukan mantan kita.

Sebaiknya kita harus memikirkan ulang jangan sampai mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Jangan melihat kegantengan mantan kita tetapi kejelekan dia disaat kita masih menjalin cinta hingga putus cinta dengannya. Kalau kita memang sudah benar-benar tidak ingin kembali pada mantan kita itu sebaiknya berbicara dengan pacar baru kita dan minta pendapatnya. Tetapi kalau kita memang masih ada rasa cinta ingin kembali dengan mantan kita itu sebaiknya kita tidak usah untuk menceritakan dulu pada pacar baru kita, kalau ternyata suasana hati kita masih bingung untuk mengambil keputusan.

Kalau kita memang tidak ingin kembali kepada mantan kita itu sebaiknya kita bicara baik-baik dengan mantan kita tanpa emosi dan beri pengertian pada mantan kita bahwa saat ini kalau kita sudah ada seseorang pengganti dia. Bahwa kita ingin dia tidak mengganggu hubungan kita dengan pacar baru kita. Katakan terus terang pada mantan kita bahwa hubungan cinta kita dengan mantan kita itu memang benar-benar telah berakhir. Dan katakan pada mantan kita bahwa dia tidak usah berharap lagi untuk bisa memiliki kita kembali.

Pasti banyak pembaca yang pernah mengalami hubungan putus sambung selama ini dengan pacarnya. Kadang malah kita sering memaafkan kelakukan buruk pacar kita terhadap kita selama masa pacaran dengannya berharap kalau pacar kita suatu saat akan berubah. Tetapi setelah sering diberi kesempatan, dia ternyata memang tidak ada niat untuk merubah sifat atau kelakuannnya selama menjalin cinta dengannya.

Kadang kita malah berharap kalau dia datang akan mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf kepada kita atas semua kelakuan buruknya dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Walau itu pernah dia lakukan tetapi ternyata hanya sebatas mulut saja untuk merubahnya, dalam prakteknya Nol besar. Biasanya semakin kita sering memaafkan dia dan mengharapkan perubahan dalam dirinya, makin besar kepala saja dia. Apalagi kalau dia tahu kita ini sangat-sangat mencintainya, dia sangat mengenal diri kita yang selalu dengan mudah memaafkannya.

Maka dari itu jika kita sudah memutuskan untuk berpisah darinya sebaiknya tidak usah menengok kebelakang lagi. Sekali kita mengambil keputusan untuk berpisah dengannya berarti kita memang akan selamanya pergi dari dia. Kalau hubungan memungkinkan apa tidak sebaiknya mejadi teman atau sahabat dengan dia mantan kita itu, tanpa ada ikatan cinta segala mungkin itu akan lebih baik kalau memang selama ini antara kita dan dirinya tidak ada kecocokan.

Bagaimana kalau kita berada diposisi sebagai pacar baru pacar kita itu dan ternyata dia diganggu terus oleh mantan pacarnya? Pasti kita juga jengkel minta agar pacar kita itu mengambil keputusan untuk melanjutkan hubungan dengan kita atau dengan mantan pacarnya itu, iya kan?

Sebelum kita melukai banyak pihak disebabkan ulah mantan kita yang minta balik lagi sama kita. Sebaiknya kita sudah tahu langkah apa yang akan kita ambil yang terbaik untuk masa depan kita juga mantan kita. Bagaimana menurut  pembaca apa punya pengalaman dengan mantan pacar? Bagi-bagi dong pengalamannya …Thank You.

Groetjes

LRD

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

23 Comments to "Jika Mantan Mengajak Kembali"

  1. Hetty Widjaya  9 July, 2015 at 10:01

    Wah mirip bgt dgn kasus aku,pertama sih diberi kesempatan tuh menjalin kembali…eh melakukan yg lbh parah lg….skrg sih no way walaupun mantan pake seribu satu macam siasat….mending loe kelaut aja deh…hehehehe, thanks pingkan aku suka dgn cerita2mu yg riil dikehidupan sehari2…Gbu.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.