Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Gundul

Tuesday, 29 June 2010

Viewed 2621 times, 8 times today | 71 Comments |

Gundul: EKSPRESI, VISI-MISI-STRATEGI-AKSI dan REAKSI

Bagong Julianto, Sekayu­- Sumsel


Selalu ada sesuatu yang pertama. Namun pertama bukan selalu menjadi utama. Apalagi menjadi terutama. Tentang gundul licin gundul pelontos, gundul dikerok ini adalah kisah gundul pelontos yang biasa-biasa saja. Pelontos biasa. Akhir Mei 2010, bukan hari-hari yang utama, apalagi terutama bagi sesiapa. Namun, terutama bagi saya, ini adalah pengalaman pertama gundul licin pelontos. Pertama, ya! Tentu saja seingat saya! Gundul tidak licin sudah gak terhitung: gundul 2 mm, 3 mm, 5 mm dan konon 10 mm. Itu ukuran kata tukang cukur langganan saya! Saya percaya saja dan gak mau mesti gunakan jangka sorong/sigmat/caliper atau meteran untuk memastikannya! Siapa juga yang mau?! Aya-aya wae!

Ekspresi

Dari kata expression (Inggris) n. Pernyataan, ungkapan, perasaan, ekspresi: tanda; lambang; perkataan; airmata.

Tindakan gundul pelontos adalah, bagi saya: pernyataan, ungkapan, perasaan bahwa daulat terhadap rambut ada  dalam kendali penuh saya. Lhoh, selama ini bagaimana rupanya? Tidak dalam kendali penuh saya? Tetap dalam kendali, hanya belum pernah gundul pelontos. Saya menikmati kemerdekaan penuh terhadap shampo, sisir, minyak rambut dan segala iklan omong kosong tentang ketombe! Dengan gundul 2 mm, kemerdekaan berumur kurang dari 2 bulan. Gundul pelontos saya harapkan menuntaskan kemerdekaan saya. Haaa, nyatanya saya merdeka dari sisir dan produk ikutannya tapi tetap perlu juga shaver! Tiap dua hari, ‘Bro!

Visi

Dari kata vision (Inggris) n. Khayal, impian, penglihatan, vb. Melihat dalam mimpi. Impian tentang gundul pelontos?! Apa yang dilihat dalam gundul pelontos? Saya belum pernah mimpi tentang gundul pelontos. Adakah harus dimimpikan? Langsung praktek: datang ke tukang cukur langganan, bla bla bla, jadi gundul pelontos! Penting? Lhah: penting gak penting! Dengan gundul pelontos, apa yang saya bayangkan-impikan? Menjadi biasa dan lain. Menjadi lain dari yang biasa. Bukan biasa. Berarti luar biasa?! Menjadi lain dan luar biasa! Bisa menjadi luar biasa?! Bisa saja. Juga biasa saja!


Misi

Dari kata mission (Inggris) n.perintah, utusan. Ada visi mesti ada misi pula! Ada impian khayalan tentang gundul pelontos, mesti ada perintah, pikiran dan tindakan untuk mewujudkannya. Ada 4 dasar sikap mental dan 5 R pedoman dalam upaya penggundulan yaitu:

4 Dasar sikap mental penggundulan:

  1. Ikhlas dalam menjalankan suatu penggundulan.
  2. Jujur dalam segi penampilan, tidak bertopi apalagi berwig.
  3. Disiplin dalam penggunaan shaver.
  4. Tanggung jawab dalam pergaulan sosial: menanggung gundul dan menjawab pertanyaan mengapa gundul.

5 R Pedoman penggundulan:

  1. Resik secara rasa, raba dan pandang.
  2. Ringkas secara tertib dan terarah.
  3. Rapi secara diri sendiri dan hasil penggundulan
  4. Rawat dalam pemeliharaan gundul dan ketelitian penggundulan.
  5. Rajin dalam melakukan penggundulan secara kontinyu dan terus menerus.

(dikutip, disadur, diketik ulang dari banyak sumber lisan dan tulisan kawan)


Strategy

Adanya visi-misi tentulah pula dilengkapi strategi. Strategy (Inggris) adalah kata benda ilmu siasat perang. Haaaa, rambut ini memang bermili-milimeter tumbuhnya setiap hari. Sungguh, untuk melawan serangan pertumbuhan rambut, shaver mesti ready to operate setiap dua hari sekali. Ada operator pula yang menuntaskan: Agus.

Bila? Sehabis mandi pagi! Bagaimanapun pori-pori yang menganga tentu beresiko menampung air-angin yang jika tidak dibarengi kondisi tubuh prima langsung berakibat  timbulnya ingus.

Aksi-Reaksi

Beginilah galibnya manajemen pergundulan: adalah Aksi-Reaksi sebagai hasil akhir Visi-Misi-Strategi. Aksi gundul disusul Reaksi terhadap gundul, dibalas lagi Aksi jawaban. Ada juga dialektika gundul rupanya!

Aksi gundul pelontos dilaksanakan pada minggu terakhir Mei 2010. Sebelumnya dilakukan dokumentasi guna menyajikan betapa gundul pelontos menonjolkan kemulusan kulit batok kepala.

Reaksi:

1.      Si Agus teriak ketakutan saat setengah tertidur masuk satu-satunya kamar mandi rumah kontrakan kami dan melihat saya gundul pelontos lagi mandi. Sekejap dia teriak ketakutan, sekejap senyum simpul malu. Kejadian malam hari sekitar 20.30 WIB.

2.      Pengantar koran langganan, pagi keesokan hari sekitar jam 08.00: “Buang sial yaa, Pak?!”, sambil pringas-pringis dia bertanya dan mengajukan pernyataan absurditas rambut. Bagi wanita rambut adalah mahkota, bagi pria: lambang kesialan? Punya rambut=sial! Gak punya rambut=gundul pelontos=botak=untung?!

3.      Tiga anak gadis SMA tertawa cekikikan saat terserobok pandang bila saya tiba di tempat kerja (baru keluar dari mobil). Haaaaa, gundul pelontos mengundang senyum dan menggelitik saraf lucu rupanya.

4.      “Tampil lain ya, Pak?!”, sapa Ms Evi, petugas biro gilyet di bank langganan. Ini adalah pertanyaan standar yang berdasar atas pemahaman subyektifnya sebagai karyawati bank yang harus menggunakan seluruh sumber daya tubuh untuk menunjang penampilan. Retoris. Senyum saya baginya adalah jawaban.

5.      Si Mersi, anak kompanyon bisnis senang sekali meraba bagian belakang kepala sambil celoteh kegirangan: “Papa B, ‘kok kulitnya tebal yaa?!”. Saya tertular pernyataan ini. Sungguh, meraba kepala pelontos itu gak terkatakan. Mulus sehari, mruntus keesokan harinya.

6.      “Geli, Mas! Pelan-pelan sajalah!”, ini adalah ungkapan dan permohonan Orang Roemah. Sungguh, ini gak bisa dibeber lebih lanjut. Gesekan mruntusnya rambut dan paha, ahh…..ini pernyataan provokatif, sensitif, seduktif dan…..hehehe negatif!


Salam gundul pelontos!

Hidup Himulosin!

Himpunan Gundul Pelontos Indonesia!.


Share This Post

Posted by Tuesday, 29 June 2010 on 01:16.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

71 Responses to “Gundul”

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 71
    Tony Hamidi Says:

    Pak, saya juga ikutan botak. Ganteng gak Pak. Lihat hoto saya di http://www.tonyhamidi.miltiply.com

    Tony hamidi

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)