Rekreasi Sekolah Minggu ke Vin’s Berry Park

Linda Cheang – Bandung


Halo Sobar Baltyrans semua,

Kiranya yang membaca artikel saya ini dalam keadaan sehat dan penuh sukacita.

Kali ini saya mau sedikit bagi cerita ketika menemani anak-anak Sekolah Minggu gereja kami bermain ke suatu perkebunan buah berry, sebagai akhir dari kegiatan Sekolah Injil Liburan. Nama perkebunannya Vin’s Berry Park, lokasi di Jalan Kolonel Masturi. Mencapai tempat ini, pengunjung sebaiknya ambil dari pertigaan jalan di sebelah Alun-Alun Cimahi, terus saja ikuti jalan tsb, sampai menemukan Wisma Shalom, nah, Vin’s Berry ini adanya 200 meter ke atas dari Wisma Shalom. Jika ambil masuk dari arah Lembang, bisa-bisa enggak akan ketemu.

Rombongan kami ke sana bukan untuk memetik strawberry karena kabarnya belum ada strawberry yang matang, jadi kami bersama anak-anak sekolah minggu akan mengelilingi perkebunan, melihat hewan-hewan, anak-anak bermain rakit  dan acara terakhir adalah  makan siang. Untuk rombongan dari gereja, saya dengar kami mendapat potongan harga, sehingga dengan membayar duapuluh lima ribu rupiah, kami sudah bisa menikmati berkeliling perkebunan, dan makan siang dengan nasi liwet berikut lauk pauk.

Maka pada suatu hari Rabu di saat matahari bersinar dengan terangnya, membawa rasa cerah dan leceriaan, kami serombongan berangkat dari gereja menuju ke perkebunan tsb. Perjalanan sepanjang Jalan Kolonel Masturi begitu asri ada koimpleks perumahan dan satu kompkes pekuburan umum Cipageran, diselingi tetumbuhan, dan tanaman-tanaman yang lebat. Setibanya di sana, jalan masuk ke Vin’s Berry memang agak sempit dan menanjak curam, tetapi setelah melewati tanjakan, akan ada hamparan lahan untuk parkir yang luas.  Kemudian rombongan kami disambut oleh dua orang petugas, Pak Dadang dan Pak Asep untuk mengantar kami menuju aula pertemuan.

Tiba di aula, anak-anak sekolah minggu diajak berdoa pembukaan, diajak bermain dulu sebagai pemanasan,  diberi siraman Firman Tuhan oleh seorang Lao Shi sekolah Minggu sebelum akhirnya bermain mengelilingi perkebunan.

Acara keliling perkebunan diisi dengan melihat hewan-hewan koleksi si pemilik perkebunan, ada musang yang lagi tidur pulas di kandangnya, ada berbagai jenis kelinci yang asyik terus mengunyah makanannya, ada seekor kera yang lumayan beringas, ada sepasang ayam mutiara, ada juga tiga ekor anjing ras milik si empunya, salah satunya yang saya jepret adalah Aldo, jantan Si Anjing  Gembala Jerman. Gedenya Si Aldo ini bisa saya gambarkan kalau dia berdiri dengan dua kaki belakangnya, Si Aldo sama tingginya dengan saya, dan telapak kakinya sebesar telapak tangan saya.

Iya, saya sempat ber-tos-a sama Si Aldo ini dan kelihatanlah gedenya. Si Aldo dan dua anjing betina lainya, sebut saja saja Sisni, Si Gembala Jerman dan Sisti, anjing campuran yang saya lupa nama jenisnya , sebelum saya dekati memang menyalak dengan berisiknya, apalagi tubuh mereka besar-besar. Eh ketika didekati, begikut saya elus di bagian bawah moncongnya dan di belakang telinganya, Aldo, Sisni dan Sisti langsung jinak, melonjak kegirangan dan menikmati elusan saya.  Ketika saya beranjak ingin pergi, mereka rupanya tidak mau saya menjauh. Ah, dasar anjing, yah, lucu  dan menggemaskan!

Dari berkeliling melihat binatang-binatang, anak-anak diajak bermain adu balap tangkap kelinci. Ada sebuah gubug besar terbuat dari bambu beratap jerami, di dalamnya sengaja dilepaskan beberapa ekor kelinci dari berbagai jenis, dan anak-anak sekolah Minggu dipersilakan masuk untuk saling balapan menangkap kelinci.  Ya, tentu saja namanya anak-anak, suasananya riuh, ramai. Ada yang berhasil berkali-kali menangkap keinci,  ada yang ketakutan pegang kelinci, dan ekspresi lainnya.

Puas menangkap kelinci, anak-anak diajak berkeliling kebun mempelajari berbagai jenis tanaman yang ditanaman di sana.  Dari selada bokor, melewati deretan lavender di dekat café,  sampai ke kebun strawberry. Belum ada buah strawberry yang matang, sehingga kami hanya melewatinya, menuju kolam bermain rakit. Ini bagian yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Suasana serunya bermain rakit yang mengapung di kolam sedalam hanya 80 cm, sambil balapan mengumpulkan bola terbanyak, dapat terlihat dari beberapa foto yang saya lampirkan di sini. Ada dua orang anak remaja yang didorong untuk bermain rakit, karena tidak bisa jaga keseimbangan, akhirnya kecebur juga, hahaha. Kasihan juga tetapi seru juga. Hihihi…..

Usai bermain rakit-rakitan, anak-anak yang kebasahan di kolam dipersilakan mandi, sebelum makan siang. Tiba saatnya makan siang, semua anggota rombongan dipersilakan berkumpul kembali ke aula untuk makan siang, dan di sana, wow, lihatlah makanan sudah tersedia. Untuk orang dewasa, makannya berupa nasi liwet ditemani lauk pauknya selada bokor, mentimun, urap, tempe dan tahu goreng serta tak lupa asi jambal. Wows, sedap, tapi sayang nasi liwetnya tidak pakai teri dan tidak ada peda goreng, hiksss..(protes mode : on).

Tapi harap dimaafkan karena “dosa”  saya pinjam kamera yang tidak ada fasilitas macro-nya sehingga gambar lauk-pauknya dan gambar es krim coklat yang juga dilampirkan, kelihatan buram. Kamera saya yang bisa foto macro lagi dipinjam kakak sulung, sedangkan Kodak Easy Share C 713 milik adik, ketika ditanyakan fasilitas foto macro, jawabannya adalah, “ Ada koq, …….… crop-nya.  Bisa di crop kalo mau” .  Ealah, ndilalahhh……….

Untuk anak-anak, teman makan nasi liwetnya adalah Ayam Goreng  Renyah dan Sup Ayam (lupa dijepret).  Buat pencuci mulitnya, salah seorang Lao Shi sudah membuatkan pudding coklat. Benar-benar terasa enak makan siang dikelilingi pemandangan indah dan udara yang sejuk. Nasi Liwet yang menurut saya kurang ikan teri itu jadi terasa luar biasa. Lihat jepretan sepiring Nasi Liwet komplit  yang jadi makan siang saya. Cukup bikin para Sobat Baltyrans di luar Indonesia jadi ngiler, ngeces  dan ngacai..hahahaha.

Buat anak-anak, sepertinya acara bermain yang hanya sekitar 4 jam itu masih kurang lama. Benar, gereja kami masih perlu sponsor supaya anak-anak bisa puas bermain. Tapi anak-anak sedikit terobati dengan acara bebas ketika mereka ramai-ramai antri di café Vin’s Berry Park untuk membeli gelato (es krim)  dan yoghurt beku home made organik yang rasanya memang enak, tidak terlalu manis dan harganya murah, hanya enam ribu rupiah per cup/cangkir  plastik.

Rasa es krimnya bisa direkomendasikan, deh. Ada rasa coklat lengkap dengan choco chipnya, strawberry lengkap dengan irisan kecil-kecil buah strawberry, blue berry dengan remah-remah buah blue berrynya, rum raisin komplet dengan kismisnya, pokoknya untuk selera lidah saya yang tidak suka rasa kelewat manis, pas banget, dah. Kalau ada Sobat yang doyannya manis sekali, mungkin es krim home made di Vin’s ini bakal kurang cocok di selera.

OK, segini dulu , laporan saya.  Kepada Oom Buto admin, semua foto sudah di resize ke 500 px, jadi, awas, kalo sampe kelewat lama ditayangkannya. Hehehehe. Buat bonusnya  kepada semua sobat, saya lampirkan gambar Bunga Seroja Tri Warna yang ada di salah satu pot di dekat aula. Kasihan yang di Hawaii dan di Brazil sana serta di belahan dunia lainnya, sudah ada yang ngeces, ces, ces, ces,  ntar saya kena diprotes terus karena  selalu menyebabkan ngacai.  Saya harus kabur dulu, yaaa….


Salam

Linda Cheang

Juni 2010

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

30 Comments to "Rekreasi Sekolah Minggu ke Vin’s Berry Park"

  1. liana  17 July, 2015 at 12:26

    Wow info yang menarik. Ingin mencari produk rohani dan perlengkapan sekolah minggu, silahkan mampir ke http://visichristianstore.com.
    GB us!

  2. liana  17 July, 2015 at 12:23

    Hi! Thx untuk artikelnya.
    Perkenalkan kami dari VISI CHRISTIAN STORE. Silahkan visit http://visichristianstore.com

    Tuhan berkati pelayanan kita bersama.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.