Nasi Panggang

SAW – Bandung


Apa kabar sahabat Baltyra? Kebahagiaan semoga menyerta kita. Amiin.

Dari Bandung yang dingin, kali ini saya ingin menyajikan menu sarapan yang anget-anget, selepas malam minggu kemarin anak-anak dan suami begadang sampai pagi demi menyaksikan piala dunia yang sudah masuk babak perdelapan final.

Ehm, … agak kurang pede sih, mengingat saya bukan koki handal, meski sangat diandalkan oleh keluarga. Hehehe…

Longak longok stock di kulkas, jadilah menu ‘Nasi Panggang’ ini dengan mengandalkan persediaan yang ada, selebihnya ambil dari pekarangan depan dan kebun tetangga. (ijin kok …, justru dibantuin ambil daun pisangnya)

Bahan utama :

1 kg beras, cuci bersih.
2 ons teri nasi, cuci bersih, tiriskan.
1 ons cabe hijau besar, buang bijinya, haluskan/blender
2 lembar daun bawang, iris kasar.
4 siung bawang merah, iris tipis.
5 lembar daun suji.
2 lembar daun pandan wangi.
2 batang serai.
2 sendok makan margarine untuk menumis.
Garam secukupnya.
Daun pisang secukupnya.


Cara Memasak :

    Tumis bawang merah sampai harum, masukkan teri nasi/teri medan dan bawang daun. Teruslah diorak arik sampai tercium  aromanya

    Ambil sari daun suji, saring.
    Masukkan beras dalam penanak nasi /rice cooker/majic com, masukkan tumisan bumbu, cabe hijau yang sudah dihaluskan, sari daun suji, daun pandan wangi, serai dan garam secukupnya.

    Tambahkan air hingga sedikit di atas takaran.
    Tanak hingga matang.
    Setelah matang, ambil secukupnya untuk dibungkus dengan daun pisang menyerupai nasi timbel, bantu dengan menyematkan tusuk gigi sekiranya daun pisang kurang bisa di ‘atur’.

    Panggang dalam oven kurang lebih 45 menit.


    Sembari menunggu nasi benar-benar terpanggang merata, kita bisa menyiapkan lauk pauk sesuai selera. Jangan lupa sambel trasi dan lalapannya. Begitu aroma panggangan sudah mulai menyebar, bisa dipastikan kalau nasi siap dihidangkan.

    Dingin-dingin menyantap yang beginian, sedep deh. Silahkan para sahabat mencoba, sedikit ribet tapi pas lihat hasil masakan ludes, sepertinya keribetan tadi tergantikan deh.

    Salam hangat selalu

    Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.