Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Penjelasan Sopir Mikrolet Gandaria Kampung Melayu Tentang Tuyul

Wednesday, 7 July 2010

Viewed 1798 times, 1 times today | 23 Comments |

F. Rahardi


sopir mikrolet itu mengenakan pici dan berkumis
umurnya susah untuk ditaksir
dia merokok keretek dan tampak selalu tergesa-gesa
kalau menginjak pedal gas maupun rem

sopir mikrolet itu bersandal jepit dan berkaus buntung
yang sudah kelihatan sangat kotor
kalau dia agak membungkuk,
bagian punggung kaus itu
tampak sudah banyak bolong-bolongnya

sopir mikrolet itu seperti sudah lapar sekali
kalau melihat ada orang berdiri menghadap ke jalan
mungkin hanya untuk menyeberang
segera dipencetnya klakson dan diacung-acungkannya telunjuknya

sopir mikrolet itu kuduga berasal dari Surabaya
paling tidak dari Jawa Timur
soalnya sewaktu menikung dekat terminal Cililitan
dia kudengar menyumpah-nyumpah “diancuk”
tuyul-tuyul itu masih saja nongkrong di situ
dia lalu membelokkan kendaraannya ke arah Condet
para penumpang menggerutu
tuyul apaan sih bang? tanya seorang anak perempuan berseragam es em pe
itu neng, tuyul yang bawa pestol,
yang kepalanya bertopi putih
polisi neng!
diancuk! di sini juga ada ternyata
sopir mikrolet itu menginjak rem mendadak
para penumpang terdorong serentak ke arah depan
seorang polisi lalulintas mendekat padanya
memberi hormat cara militer lalu berkata
selamat siang pak? ada SIM?
sopir mikrolet itu merogoh kantungnya
lalu mengeluarkan SIM
polisi lalulintas itu menerimanya lalu
mengamat-amatinya
saudara tahu kalau jalan ini bukan rute mikrolet?
tahu pak, tapi di sana macet!
sopir mikrolet itu lalu turun dan kelihatan
kerepotan memberikan penjelasan

polisi lalulintas itu bertolakpinggang
sambil menunjuk-nunjuk entah apa
sopir mikrolet itu lalu kembali ke kendaraannya
dia injak kopling kuat-kuat
dia injak gas kuat-kuat
mikrolet itu melompat lalu laju
tapi tak sampai seratus meter kemudian dia
injak rem kuat-kuat
dan kembali penumpang terdorong keras ke depan
sopir mikrolet itu terjun lalu lari menemui pak polisi
di tangannya tergenggam beberapa lembar uang ribuan
diancuk!
kata sopir mikrolet itu sambil kembali memasukkan SIM
ke dalam dompetnya
tuyul diancuk!
katanya lagi sambil menginjak gas sampai mentok

sopir mikrolet itu lalu mulai bisa ditaksir umurnya
mungkin sudah di atas tigapuluhan
mungkin anaknya sudah tiga dan sudah sekolah semuanya
mungkin isterinya jualan rokok dan minuman di depan rumahnya
sebuah rumah kontrakan di gang sempit yang ramai
mungkin dia masih harus pulang pergi sampai empat lima kali
agar dapat melunasi setoran, membeli bensin
makan siang dan membawa pulang uang ke rumah
mungkin
tapi yang pasti
dari roman mukanya
kelihatan dia sungguh sakit hati
pada para polisi.

Jakarta, 1989

Share This Post

Posted by Wednesday, 7 July 2010 on 02:19.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

23 Responses to “Penjelasan Sopir Mikrolet Gandaria Kampung Melayu Tentang Tuyul”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 23
    EA.Inakawa Says:

    Ass para Sohib baltyra…….baru saja saya baca Kompas.com,ada kabar duka ” Telah Meninggal Dunia Mbak Zeverina – KOKI, smg amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan bagi kel yg ditinggal tabah hendaknya,amin
    Selamat jalan mbak ZEV.

  2. 22
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Lebih menghormati polisi seburuk apapun mereka, karena institusi resmi, dididik dan dibina sesuai peraturan dan kenyamanan masyarakat. Bagi kebanyakan pemeluk agama yang dijamin masuk surga dan sudah punya Tuhan sendiri, ini adalah polisi yang sbenarnya…

  3. 21
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Polisi lalu lintas bukanlah tuyul, meski julukan itu bisa dibenarkan atas dasar kekesalan terhadap cara polisi menjalankan tugasnya. Tuyul bukanlah polisi dan tidak semua polisi adalah tuyul.. Nih…

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)