Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Saatnya untuk diet, Jenderal…

Wednesday, 7 July 2010

Viewed 1200 times, 2 times today | 22 Comments |

Sumonggo – Sleman


Aku masih seperti yang dulu. Itu mungkin lagu lama yang kembali bergaung di tubuh kepolisian Indonesia. Entah apakah reformasi kepolisian masih berjalan, atau jalan di tempat. Di hari jadinya pada 1 Juli ini, justru beroleh “kado” yang sangat istimewa. Sebuah majalah menguak mengenai temuan rekening gemuk sejumlah perwira polisi. Konon peredaran majalah itu sempat susah dijumpai, karena diborong habis, entah oleh siapa dan dengan motif apa, lha mborong majalah kok pakai seragam dinas dengan mobil dinas. Di era internet dan keterbukaan ini, rasanya akan susah untuk membendung informasi tersebut.

Masih ingat makelar kasus kelas “kandang kambing” di Indramayu, beberapa bulan lalu, yang sempat menarik perhatian Satgas Anti Mafia Hukum. Cepat sekali kasus itu dituntaskan, entah apakah karena pelakunya sekedar berpangkat rendah. Publik hanya tersenyum sinis saat Susno dengan berbagai cara berusaha dibikin tak mampu “bernyanyi”, karena “nyanyian maut” Susno, dikhawatirkan menyeret banyak pihak.

Kalau ada maling, tentunya orang lapor polisi. Lha kalau yang nyolong sendiri oknum polisi, terus lapor siapa? Masak jeruk makan jeruk. Kompolnas sama sekali tidak bisa diharapkan, bisa dilihat dari komentarnya yang mlempem menyikapi sejumlah kasus. Lho yang seharusnya bertugas mengawasi kok malah keder sama yang diawasi?

Kalau benar ada para perwira yang gemar mengenyangkan diri dengan duit tidak halal, apakah tak sadar telah menyakitkan hati anak buah mereka sendiri? Teringat mereka yang beradu nyawa mengejar teroris dan penjahat. Teringat mereka yang berhujan-panas di tengah kepungan asap mobil dan omelan pengguna jalan. Teringat mereka yang mesti pasang badan dan tetap berusaha berkepala dingin di hadapan serapah dan lemparan pendemo. Sayang sekali rasanya bila prestasi kepolisian sampai dikotori oleh keserakahan.

Setelah terkuak “kegemukan” itu, kok malah antusias mencari siapa sang pembocor tersebut. Teringat dulu Bapak Presiden dengan tegas menyatakan ingin memperoleh the=big-fish. Semoga saja Bapak Presiden tak silap saat tahu dimana ikan besar itu ternyata bisa diperoleh. Sudah terlalu banyak momentum yang dilewatkan. Bapak Presiden sudah berada di mulut gawang tinggal menceploskan bola saja, tetapi malah melakukan back-pass ke belakang. Di sekolah, seandainya ada siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tentu beroleh hukuman. Sudahkah Bapak Presiden memeriksa “pekerjaan rumah” kepolisian? Bisakah skandal rekening bombastis ini “membangunkan” Bapak Presiden?

Harapan ada pada KPK, tetapi sayang KPK sedang “sakit gigi” sehabis gejolak Antasari dan Bibit-Chandra. Sedang Kejaksaan, sudah jelas kredibilitasnya sangat diragukan.

Adakah suguhan “gula-gula” para makelar kasus terlalu manis untuk dilewatkan? Adakah “kolesterol” itu sudah menyumbat nurani para petinggi? Saya teringat seorang pimpinan kepolisian di tahun 80-an, yang begitu bersahaja dan rajin berpuasa Senin-Kamis. Justru kesederhanaannya itu yang membuat beliau tampak “neko-neko” di lingkungannya sehingga karirnya pun tak lama. Entah bagaimana penyelesaian “rekening jumbo” yang sekarang merebak ini.

Betulkah itu seragam atau sekedar mirip seragam?

Betulkah itu pangkat atau sekedar mirip pangkat?

Betulkah itu sumpah atau sekedar mirip sumpah?


Jendral,

sudah saatnya untuk berpuasa

sudah saatnya untuk diet


Nuwun

Share This Post

Posted by Wednesday, 7 July 2010 on 02:20.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

22 Responses to “Saatnya untuk diet, Jenderal…”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 22
    Sumonggo Says:

    Maturnuwun semuanya, bagaimanapun kita semua mencintai Polri.
    Terimakasih komentar dari, Pak Djoko, Mbak Dewi Aichi, Lani, bernadette, Sakura, Saras Jelita, Mas Josh Chen, Peony, Paspampres, HN, Nevergiveupyo, Ilhampst, Mea

    Pak Innakawa, saya turut berduka cita
    Mbak Dewi Aichi, saya hanya memborong koran Merapi dan Kr … bekas…
    Saras Jelita, berkesan sekali ya film g30s?
    Peony, monggo disusun menu dietnya…
    HN, lha kok ada telenan, six pack begitu
    Nevergiveupyo dan Ilhampst, raja pisang
    Mea, memang musti atasannya dulu yang bersih

    Maaf internetnya sedang “diet”

  2. 21
    Dj. Says:

    Neverg…
    Kalauz sudah malam, jangan makan pisang…..
    Pisang bikin gemuk…
    Maka salat atau apfel saja…..
    Atau…kalau malam jangan makan nasi….
    Yang bagus, makan salat dengan ikan bakar…siiip…!!!!

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)