Untuk Pahlawanku

Wahyu Wibowo


Tubuhnya telah ringkih dimakan waktu
Tapi masih menyisakan jejak kegagahannya di masa lalu
Saat dengan gagah berani berjuang demi negeri
Tanpa secuilpun pamrih meski dengan sebuah taruhan… mati

Jalannya kini mulai tertatih dan membungkuk
Tapi masih menyisakan ketegapannya saat bergerilya dahulu
Tak kenal lelah menjaga kehormatan tanah air ini
Bukan demi gengsi tapi demi sebuah mimpi yang benar benar suci

Dari bibirnya yang gemetar dia mulai bercerita
Tentang makna dari arti kata hidup yang merdeka
Semua perjuangan adalah untuk satu tujuan bersama yang mulia
Demi berdaulatnya sebuah Negara Indonesia Raya

Tapi apa yang sekarang terjadi
Keserakahan tumbuh subur disana sini
Perjuangan dikotori oleh ambisi ambisi pribadi
Niat yang suci dikalahkan nafsu kebendaan duniawi

Tapi apa yang sekarang terjadi
Hegemoni dan sensasi adalah sesuatu yang dicari
Kekayaan dicari melalui cara cara yang tak terpuji
Nilai nilai tradisi terkikis sebuah reformasi

Tapi apa yang sekarang terjadi
Keadilan sosial masihlah sebatas wacana mimpi
Kebenaran hukum adalah lahan yang bisa diperjual beli
Hati nurani tertinggal dalam sebuah ruangan yang rapat terkunci

Tapi apa yang sekarang dia miliki
Tersisihkan dari negeri yang sungguh dia cintai
Terlupakan sebagai pendiri pendiri sebuah negeri
Dikucilkan dari sebuah kehidupan yang semestinya layak dia raih

Duhai… para pemilik wajah anak negeri
Apakah ini wujud dari sebuah reformasi dan demokrasi
Ketika sebuah negeri telah melupakan jasa para pahlawannya
Apakah kita masih bisa berkata bangga …… “ HIDUPLAH INDONESIA RAYA”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.