Nyai EQ
Aku ingin terbang,
Merambah ranah-ranah tak kukenal
Kuingin cerabuti akar-akarku, supaya tak ada yang mengikatku pada bumi ini
Biar kupertaruhkan segala yang kupunya
Tetap tak cukup untuk tumbuhkan sayap
Maka….
Pikiranku, pikiranku tumbuh sayap
Aku terbang seperti malaikat kesepian
Tanpa jantung, tanpa hati, tanpa otak
Sebab semua tertinggal di sini, di bumi yang mengikatku
Maka….
Kubakar jiwaku dalam diam
Kuingin, meski lidah api pun tak apa
Asal bisa membawaku terbang
Ke ranah-ranah asing
Maka….
Kupanggil angin musim gugur, agar bisa membawaku terbang
Tapi siulanku cuma berupa gumam sepi
Maka…..
Aku diam
Bisu
Aku diam
Tak bergerak
Aku diam
Pikiranku juga diam
Aku diam
Menunggu, meski kutahu sia-sia.
Anisa’s house, Krapyak-Dongkelan, Yogyakarta, 2010-06-27, 4:26 PM
Ilustrasi: wong168 wordpress
July 12th, 2010 at 16:23
Nyai, kalo yang ginian aku nyerah wis, ora mudheng…hihihi…
July 12th, 2010 at 14:56
Tante DA : lagu itu bersejarah buatku haha…
Mbak Sekar, suka sama puisinya. Makasih banyak
July 12th, 2010 at 12:49
puisi dan fotonya indah sekali ~
July 11th, 2010 at 07:23
Sekar: kalau ada kalimat “kuingin terbang” jadi inget lagunya The Fly, yang dulu vokalisnya bernama Bjah.
July 10th, 2010 at 03:54
Sekar,
puisinya mengharu biru.
Fotonya indah sekali.
July 10th, 2010 at 03:40
Puitis dalam jeritan hati yang lara……ayoooo semangat Nyai !