Selamat Ulang Tahun

Hennie Triana – Jerman


“Hai Cantik…baru balik dari Kanada ya?”
Sapaan yang mengejutkan,
itu awal perkenalan kita.
Bagaimana bisa kau tahu aku dari Kanada,
padahal ini penerbangan Singapura – Jakarta.

“Ah…gampang, aku intip tadi tag di tasmu,..
…aku orang Kanada.” jawabmu atas keherananku.
Siapa yang tanya..?
Ahaaaa…tapi senyum dan pandanganmu…
Siapa yang sanggup mengabaikannya.

Celotehmu di perjalanan singkat itu,
membunuh keletihanku…
melalui perjalanan panjang antar benua.
Mungkin wanita di bangku sebelahmu bingung dan terusik,
tapi pasti tak kuasa tak membalas senyummu.

“Selamat Pagi”, sapamu esoknya di telfon
Hey…kau mengejutkanku…
…Ingin tahu, katamu…
apakah aku masih mengenali suaramu…
Bagaimana mungkin aku sanggup melupakannya.

Kita,
akhirnya adalah dua sahabat,
yang saling mengasihi…
persis seperti sepasang kekasih.

Pak Min yang setia mengantarmu,
sampai nekad membujukku untuk mendampingimu.
Waktu kau tahu itu..
kau tertawa (pasti senang ya?…),
karena kau tahu bahwa  Pak Min begitu sayang padamu,
sampai berkorban memohon padaku…
Siapa yang tak sayang kau.

Kau begitu bangganya,
waktu seluruh teman-temanmu bertanya,
“Siapakah si Pramugari itu..?”
haaaa…Pramugari..? dari mana….dari awan?
“Biarin semua terpana…karena ciumanku buatmu” begitu katamu.

Kita berdua memang saling mengasihi,
tapi kita berdua sama-sama telah dimiliki.
Mungkin cinta kita belum cukup.

“Cantik, tunggu tiga bulan lagi ya…..
…..aku akan tau jawabannya”.
Aku tak tahu apa maksud kalimatmu itu.

Kau memang jenaka,
yang kadang dianggap orang sedikit gila…
Tapi siapa yang perduli,
karena kita memang menyenangi hal yang gila.

Masih ingatkah kau,
ketika kau rela berganti celana,
karena itu aturan di rumah makan yang kita kunjungi,
hanya untuk menikmati makanan dari negerimu,
rindu katamu.

Waktu kau pamit untuk beberapa hari,
bertanding di Bali,
untuk hobby yang begitu kau cintai,
kau bilang kau akan segera kembali.

Tapi kau tak pernah kembali,
sampai berita dari temanmu aku terima,
bahwa kau mungkin hilang,
mungkin akan kembali,
tapi mungkin saja tidak.

Tawa yang biasanya selalu hadir kala kita bersama,
sekarang tak ada lagi.
Aku gundah, sedih, marah…
……betapa biadabnya mereka.

Ternyata ini jawabanmu untukku..
“Tiga Bulan lagi…”
Dilemamu terjawab…
Cinta yang kita miliki mungkin memang belum cukup.

Bulan ini adalah bulan kelahiranmu.
SELAMAT ULANG TAHUN…Sahabat dan  Kekasih”
Semoga di istirahatmu yang panjang ini…
kau selalu bahagia dan damai.

De, July 2010 mengenang Sahabat terkasih,

Mervin Popadynec korban Bali 12 Oktober 2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *