Aku Malu Bila Harus Berhutang Lagi Hari Ini

Wahyu Wibowo


Hmmm… sudah pagi lagi

Malas rasanya mengemasi sisa sisa mimpi

Beranjak bangun menyapa hangat cahaya matahari

Menikmati burung burung menyanyikan sebuah simphoni


Ingin rasanya melanjutkan tidurku kembali

Sesekali berharap tak menjadi manusia pagi

Sepanjang hari sibuk memeras peluh menimba letih

Namun tak pernah bertambah angka angka dalam gaji


Arrrggghhhh… sudah tanggal tua

Enggan rasanya pergi ke tempat kerja

Ketika dompet semakin nampak penuh dengan sulaman luka luka

Lembaran lembaran biru itupun telah pergi semua entah kemana


Tapi siapa diriku… aku ini bukan siapa siapa

Aku hanyalah bagian terkecil dari sebuah dinamika

Bergerak melewati hari hari dan kejadian yang sama

Kerja… Kerja… Dan kerja… tanpa berpikir akan ada sebuah jeda


Aku hanyalah sebuah wajah dari kasta sederhana

Sama seperti berjuta juta wajah di tanah air tercinta

Hanya mampu menggenggam indahnya sebuah mimpi

Berharap setitik keajaiban sudi hadir menghampiri


Hmmm… tak dapat lagi kunikmati secangkir kopi hangat pagi hariku

Persediaan sembako bulan ini sudah habis sejak tiga hari lalu

Hanya segelas air putih berembun pagi saja yang mampu menemani

Meninggalkan jejak kembung pada perut yang belum terisi


Ya.. Sudahlah… hari ini cukuplah pergi kerja berjalan kaki

Sedikit berhemat untuk bekal makan siangku nanti agar sedikit bergizi

Mestilah sepandai seorang professor ekonomi di akhir akhir bulan

Bila tak ingin terlewat sehari tanpa tersentuh makanan


Meski rinai gerimis menampar nampar wajahku

Memberi kekuatan untukku terus melangkah maju

Tak sesekali cacing cacing di perut merintih pedih

Meninggalkan lenguhan panjang yang terdengar nyaring sekali


Sebuah suara lembut memanggilku ramah

Menawarkan sepiring lontong sayur yang biasa kujamah

Setitik hasrat terbit di sudut sudut bibirku

Namun apa daya dompetku sudah bernafas satu satu


Sabar yach cing… biasakanlah merasakan sebuah kekurangan

Karena kehidupan tak selalu berjalan lurus tanpa adanya rintangan

Pagi ini cukuplah berenang di tepian kolam air bening itu

Mudah mudahan nanti siang ada sesuatu yang bisa kuberikan untukmu


Aku harus kuat… HARUS !!!!…. seperti sebuah gunung batu

Meski rasa lapar terus mengetuk sebuah pintu nafsu

Aku malu bila harus berhutang lagi di warung itu

Karena gajiku belumlah cukup menutupi semua jejak cashbon hutangku bulan lalu


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *