Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Creative Kanawida – Keselarasan Alam dan Warisan Budaya Bangsa

Thursday, 15 July 2010

Viewed 4080 times, 36 times today | 31 Comments |

Arum


Kekaguman pada karya neneknya berupa batik tulis membuat  seorang  ibu rumah tangga bernama Sancaya Rini memilih batik sebagai pengisi kesibukannya  ketika anak-anaknya sudah  beranjak besar.  Untuk itu  ia mengambil kursus membatik di Museum Tekstil  yang terletak di Jl. KS Tubun, Petamburan , Jakarta.

Pada awalnya dalam membatik ia menggunakan pewarna batik dari bahan kimia. Namun, kemudian ia beralih menggunakan pewarna batik dari tumbuh-tumbuhan setelah suaminya memprotes penggunaan bahan kimia dalam membatik dan ia sendiri pun sadar bahwa penggunaan bahan kimia  dapat merusak  lingkungan  tempat tinggalnya yang masih asri di kawasan Benda Pamulang.

Lalu,  ia memutar otak mencari cara agar ia dapat mengisi kesibukannya dengan membatik  tanpa mendapat protes dari suaminya dan tidak merusak lingkungan.  Beruntunglah  ia bahwa ternyata bahan pewarna  untuk membatik bisa ia dapatkan dari tumbuh-tumbuhan.  Untuk membuat bahan pewarna alam  guna keperluan membatik, bagian tumbuhan yang digunakan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain tidaklah sama, yaitu ada yang kayunya, ada yang kulit buahnya, ada yang daunnya.  Latar belakang pendidikan Rini sebagai lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada  menunjangnya untuk mengeksplorasi  berbagai sumber warna  guna mendapatkan warna yang ia butuhkan atau ia inginkan.

Onggokan kulit jengkol, kulit manggis, daun jarak pagar, kulit rambutan, eceng gondok kering  dan lain-lain yang tak dilirik orang bermakna penting bagi Rini dan dapat Rini jadikan karya yang bernilai tambah mengagumkan.  Kain tenunan serat  alam ada yang ia warnai polos,  dengan system tye-dye dan ada yang ia buat menjadi batik tulis.  Kain tenunan  serat alam  ia bentuk  menjadi  selendang dalam berbagai ukuran, bahan blus/kemeja, kain panjang/sarung.  Kain  tenunan serat alam yang dimaksud adalah kain tenunan serat :  sutera, nenas,  tanaman-tanaman lain, campuran serat-serat  diantaranya.

Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaaan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan pewarna alami untuk pewarnaan batik tulis dan kain tenunan serat alam adalah  ikut mendorong pembudidayaan  tanaman-tanaman   yang  kurang dikenal masyarakat  yang dapat dijadikan sumber warna  sehingga  ikut  mendorong pelestarian keanekaragaman hayati.  Selain tanaman-tanaman yang kurang dikenal masyarakat tersebut,  sumber warna dapat diperoleh pula secara gratis  dari pasar swalayan dan pasar tradisional  berupa  sayuran dan buah-buahan yang  sudah tidak layak jual.  Buah-buahan dan sayuran yang dimaksud antara lain manggis, rambutan,  jengkol, alpukat.

Berikut ini adalah beberapa contoh  penggunaan  tumbuh-tumbuhan sebagai sumber warna,  Daun ketapang menghasilkan warna kuning.  Kulit buah jengkol menghasilkan warna coklat. Kulit buah rambutan menghasilkan warna coklat.  Kayu secang menghasilkan warna  merah. Buah alpukat menghasilkan warna kuning dan coklat.

Idealisme dan semangat Rini  untuk melestarikan sekaligus mengembangkan batik dan  menggunakan bahan pewarna alam dalam pewarnaan semua produknya terlecut ketika bangsa lain melakukan klaim atas  batik sebagai  seni budaya bangsa mereka, bahan pewarna kunyit  dipatenkan oleh Jepang dan bahan pewarna pandan dipatenkan oleh Amerika Serikat. `

Kegiatan membatik dan mewarnai kain tenunan serat alam yang semula hanya untuk mengisi kesibukan dirinya saja  menjadi  semakin ia tekuni dan ia kembangkan.  Dorongan untuk   mengembangkan kegiatannya membatik  menjadi  usaha  timbul karena ia ingin berbuat sesuatu yang bermakna bagi lingkungan tempat  tinggalnya dengan memberdayakan pemuda-pemuda putus sekolah di lingkungan tempat tinggalnya.  Ia membuka kesempatan bagi  pemuda-pemuda putus sekolah di lingkungan tempat tinggalnya untuk ia latih membatik.  Seperti biasa, para pemuda tersebut mengalami seleksi alam, dari sekian pemuda yang ia latih, sekarang tersisa beberapa orang saja.  Obsesi Rini adalah pemuda-pemuda putus sekolah yang membantu usahanya ini dapat melanjutkan sekolahnya.

Sebagai usaha yang ia miliki bersama Endang Sulistyowati kakaknya tentunya diperlukan nama.  Rini dan Endang  memilih Creative Kanawida sebagai nama workshop dan merek produk usaha mereka.  Penggunaan kata Creative terinspirasi dari kegiatan dua anak muda di Kota London, Inggris yang menjadikan gudang using sebagai pusat berkreativitas seniman-seniman kurang beruntung, dan dalam waktu singkat berkembang menjadi wirausaha yang cukup besar. Kanawida diambil dari kata dalam bahasa Kawi  yang berarti aneka warna.

Kini ragam produknya semakin berkembang dan kualitas produknya semakin meningkat.  Hal ini terjadi  selain karena semakin terasah oleh pengalaman, juga karena didukung kemampuan Galuh keponakannya sebagai  seorang  fashion designer  lulusan Raffles Designs School, Singapore.  Galuh telah merintis kiprahnya sebagai  fashion designer  dengan menjadikan Creative Kanawida dalam pembuatan produknya lebih mampu mengikuti  kecenderungan mode yang ada dalam masyarakat.

Salah satu produk Creative Kanawida berupa syal yang dibuat dari  tenunan campuran sutera dengan rami  dalam ukuran yang cukup lebar bisa dipakai sebagai syal yang dililitkan di seputar leher dan sisanya dibiarkan terjuntai memanjang ke bawah, bisa dipakai seperti pashmina menutupi sebagian bagian punggung dan juga bisa dipakai seperti rok penutup bagian paha. Syal yang terbuat dari tenunan campuran sutera dan rami ini memberikan kehangatan tidak kalah dengan syal yang terbuat dari wool.

Harga produk Creative Kanawida sangat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dalam proses  pembuatannya dan harga bahan baku kain tenunan serat alam.  Untuk mendapatkan warna yang pas, tidak jarang harus dilakukan pencelupan tujuh hingga delapan kali.  Kadang-kadang  pencampuran  pewarna alami dari bahan yang berbeda tidak selalu menghasilkan warna yang sesuai dengan harapan. Teori tentang warna yang pernah  Rini pelajari tentang warna ternyata tidak berlaku pada proses pewarnaan dengan bahan alami. Ia pun mendalami  proses fiksasi.  Segala kegiatan untuk dan dalam proses pewarnaan sangat menuntut ketelatenan dan kesabaran.  Selain tingkat kesulitan  dalam kegiatan pewarnaan,  dalam pembuatan kain tenunan serat alam yang menjadi bahan baku produk Creative Kanawida juga ada tingkat kesulitannya tergantung serat alam yang ditenun.

Keunggulan produk yang menggunakan bahan serat alam yang diwarnai dengan bahan pewarna alami adalah bahwa dengan perawatan yang tepat dan baik, produk Creative Kanawida semakin lama disimpan, warnanya akan semakin cantik. Namun hal ini perkecualian, yaitu untuk bahan pewarna tarum.

Sebagai buah ketekunannya, Rini telah mendapatkan apresiasi dari keluarganya, kerabatnya, teman-temannya dan berbagai  pihak.  Produk Creative Kanawida terpilih sebagai kategori produk unggulan oleh Dinas Koperasi DKI Jakarta.  Untuk pemasaran sehari-hari  Creative Kanawida mendapat  fasilitas berupa kios di Gedung UKM Centre Waduk Melati, Jl. KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Creative Kanawida diberikan kesempatan dan fasilitas berpameran oleh berbagai instansi.  Pada pameran koleksi batik milik ibunda Presiden Amerika Serikat Barrack Obama,  Creative Kanawida  mendapatkan kesempatan turut memamerkan pula berbagai  produknya. Dalam bulan Mei  2010 selama beberapa hari Creative Kanawida  turut berpameran di Gedung KBRI di Paris atas undangan pihak KBRI di Perancis.  Dari tanggal 5 Juli s/d 8 Juli 2010 atas sponsor Departemen Perindustrian, Creative Kanawida ikut berpartisipasi dalam Hongkong Fashion Week for Spring/Summer.  Oleh guru anak bungsunya di SD Al-Azhar Pamulang, ia diminta memberilkan membawa murid-murid sekolah dasar tersebut melongok aktivitas membatik di workshop miliknya.

Creative Kanawida dapat dikunjungi di dunia maya melalui homepage dengan nama yang sama di Facebook dan di blog http://Creative-Kanawida.blogspot.com

Dengan mencintai penggunaan batik tulis yang menggunakan bahan pewarna alami dan kain tenunan serat alam yang diwarnai dengan bahan pewarna alami, kita turut berpartisipasi melestarikan warisan seni budaya bangsa dan keanekaragaman hayati.

Mari kita hargai produk hasil kiprah anak negeri  dalam melestarikan dan mengembangkan batik tulis dan kain tenunan serat alam dengan kesediaan kita menghargai  sebagaimana kita menghargai  barang-barang bermerek internasional.


Note Redaksi:

Selamat bergabung dan terima kasih sudah bersedia digeret oleh Lani. Terima kasih Lani yang sudah menggeret Arum…

Share This Post

Posted by Thursday, 15 July 2010 on 02:07.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

31 Responses to “Creative Kanawida – Keselarasan Alam dan Warisan Budaya Bangsa”

Pages: [4] 3 2 1 »

  1. 31
    Eko Budi Sulistiyo Says:

    Salam Kenal,

    Luar biasa……membaca ini saya jadi tambah semangat untuk tetap maju dan menekuni Pembuatan Batik Tulis dengan Pewarna Alam juga ,yang saya kasih nama “Batik Canting100″ di Bedono,Jambu,Semarang.

    Mari kita Gaungkan Semangat Berbatik Ria.

    Salam,
    Eko BS./08562664389

Pages: [4] 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)