Thursday, 15 July 2010
Arum
Kekaguman pada karya neneknya berupa batik tulis membuat seorang ibu rumah tangga bernama Sancaya Rini memilih batik sebagai pengisi kesibukannya ketika anak-anaknya sudah beranjak besar. Untuk itu ia mengambil kursus membatik di Museum Tekstil yang terletak di Jl. KS Tubun, Petamburan , Jakarta.
Pada awalnya dalam membatik ia menggunakan pewarna batik dari bahan kimia. Namun, kemudian ia beralih menggunakan pewarna batik dari tumbuh-tumbuhan setelah suaminya memprotes penggunaan bahan kimia dalam membatik dan ia sendiri pun sadar bahwa penggunaan bahan kimia dapat merusak lingkungan tempat tinggalnya yang masih asri di kawasan Benda Pamulang.
Lalu, ia memutar otak mencari cara agar ia dapat mengisi kesibukannya dengan membatik tanpa mendapat protes dari suaminya dan tidak merusak lingkungan. Beruntunglah ia bahwa ternyata bahan pewarna untuk membatik bisa ia dapatkan dari tumbuh-tumbuhan. Untuk membuat bahan pewarna alam guna keperluan membatik, bagian tumbuhan yang digunakan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain tidaklah sama, yaitu ada yang kayunya, ada yang kulit buahnya, ada yang daunnya. Latar belakang pendidikan Rini sebagai lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada menunjangnya untuk mengeksplorasi berbagai sumber warna guna mendapatkan warna yang ia butuhkan atau ia inginkan.
Onggokan kulit jengkol, kulit manggis, daun jarak pagar, kulit rambutan, eceng gondok kering dan lain-lain yang tak dilirik orang bermakna penting bagi Rini dan dapat Rini jadikan karya yang bernilai tambah mengagumkan. Kain tenunan serat alam ada yang ia warnai polos, dengan system tye-dye dan ada yang ia buat menjadi batik tulis. Kain tenunan serat alam ia bentuk menjadi selendang dalam berbagai ukuran, bahan blus/kemeja, kain panjang/sarung. Kain tenunan serat alam yang dimaksud adalah kain tenunan serat : sutera, nenas, tanaman-tanaman lain, campuran serat-serat diantaranya.
Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaaan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan pewarna alami untuk pewarnaan batik tulis dan kain tenunan serat alam adalah ikut mendorong pembudidayaan tanaman-tanaman yang kurang dikenal masyarakat yang dapat dijadikan sumber warna sehingga ikut mendorong pelestarian keanekaragaman hayati. Selain tanaman-tanaman yang kurang dikenal masyarakat tersebut, sumber warna dapat diperoleh pula secara gratis dari pasar swalayan dan pasar tradisional berupa sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak layak jual. Buah-buahan dan sayuran yang dimaksud antara lain manggis, rambutan, jengkol, alpukat.
Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber warna, Daun ketapang menghasilkan warna kuning. Kulit buah jengkol menghasilkan warna coklat. Kulit buah rambutan menghasilkan warna coklat. Kayu secang menghasilkan warna merah. Buah alpukat menghasilkan warna kuning dan coklat.
Idealisme dan semangat Rini untuk melestarikan sekaligus mengembangkan batik dan menggunakan bahan pewarna alam dalam pewarnaan semua produknya terlecut ketika bangsa lain melakukan klaim atas batik sebagai seni budaya bangsa mereka, bahan pewarna kunyit dipatenkan oleh Jepang dan bahan pewarna pandan dipatenkan oleh Amerika Serikat. `
Kegiatan membatik dan mewarnai kain tenunan serat alam yang semula hanya untuk mengisi kesibukan dirinya saja menjadi semakin ia tekuni dan ia kembangkan. Dorongan untuk mengembangkan kegiatannya membatik menjadi usaha timbul karena ia ingin berbuat sesuatu yang bermakna bagi lingkungan tempat tinggalnya dengan memberdayakan pemuda-pemuda putus sekolah di lingkungan tempat tinggalnya. Ia membuka kesempatan bagi pemuda-pemuda putus sekolah di lingkungan tempat tinggalnya untuk ia latih membatik. Seperti biasa, para pemuda tersebut mengalami seleksi alam, dari sekian pemuda yang ia latih, sekarang tersisa beberapa orang saja. Obsesi Rini adalah pemuda-pemuda putus sekolah yang membantu usahanya ini dapat melanjutkan sekolahnya.
Sebagai usaha yang ia miliki bersama Endang Sulistyowati kakaknya tentunya diperlukan nama. Rini dan Endang memilih Creative Kanawida sebagai nama workshop dan merek produk usaha mereka. Penggunaan kata Creative terinspirasi dari kegiatan dua anak muda di Kota London, Inggris yang menjadikan gudang using sebagai pusat berkreativitas seniman-seniman kurang beruntung, dan dalam waktu singkat berkembang menjadi wirausaha yang cukup besar. Kanawida diambil dari kata dalam bahasa Kawi yang berarti aneka warna.
Kini ragam produknya semakin berkembang dan kualitas produknya semakin meningkat. Hal ini terjadi selain karena semakin terasah oleh pengalaman, juga karena didukung kemampuan Galuh keponakannya sebagai seorang fashion designer lulusan Raffles Designs School, Singapore. Galuh telah merintis kiprahnya sebagai fashion designer dengan menjadikan Creative Kanawida dalam pembuatan produknya lebih mampu mengikuti kecenderungan mode yang ada dalam masyarakat.
Salah satu produk Creative Kanawida berupa syal yang dibuat dari tenunan campuran sutera dengan rami dalam ukuran yang cukup lebar bisa dipakai sebagai syal yang dililitkan di seputar leher dan sisanya dibiarkan terjuntai memanjang ke bawah, bisa dipakai seperti pashmina menutupi sebagian bagian punggung dan juga bisa dipakai seperti rok penutup bagian paha. Syal yang terbuat dari tenunan campuran sutera dan rami ini memberikan kehangatan tidak kalah dengan syal yang terbuat dari wool.
Harga produk Creative Kanawida sangat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya dan harga bahan baku kain tenunan serat alam. Untuk mendapatkan warna yang pas, tidak jarang harus dilakukan pencelupan tujuh hingga delapan kali. Kadang-kadang pencampuran pewarna alami dari bahan yang berbeda tidak selalu menghasilkan warna yang sesuai dengan harapan. Teori tentang warna yang pernah Rini pelajari tentang warna ternyata tidak berlaku pada proses pewarnaan dengan bahan alami. Ia pun mendalami proses fiksasi. Segala kegiatan untuk dan dalam proses pewarnaan sangat menuntut ketelatenan dan kesabaran. Selain tingkat kesulitan dalam kegiatan pewarnaan, dalam pembuatan kain tenunan serat alam yang menjadi bahan baku produk Creative Kanawida juga ada tingkat kesulitannya tergantung serat alam yang ditenun.
Keunggulan produk yang menggunakan bahan serat alam yang diwarnai dengan bahan pewarna alami adalah bahwa dengan perawatan yang tepat dan baik, produk Creative Kanawida semakin lama disimpan, warnanya akan semakin cantik. Namun hal ini perkecualian, yaitu untuk bahan pewarna tarum.
Sebagai buah ketekunannya, Rini telah mendapatkan apresiasi dari keluarganya, kerabatnya, teman-temannya dan berbagai pihak. Produk Creative Kanawida terpilih sebagai kategori produk unggulan oleh Dinas Koperasi DKI Jakarta. Untuk pemasaran sehari-hari Creative Kanawida mendapat fasilitas berupa kios di Gedung UKM Centre Waduk Melati, Jl. KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Creative Kanawida diberikan kesempatan dan fasilitas berpameran oleh berbagai instansi. Pada pameran koleksi batik milik ibunda Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, Creative Kanawida mendapatkan kesempatan turut memamerkan pula berbagai produknya. Dalam bulan Mei 2010 selama beberapa hari Creative Kanawida turut berpameran di Gedung KBRI di Paris atas undangan pihak KBRI di Perancis. Dari tanggal 5 Juli s/d 8 Juli 2010 atas sponsor Departemen Perindustrian, Creative Kanawida ikut berpartisipasi dalam Hongkong Fashion Week for Spring/Summer. Oleh guru anak bungsunya di SD Al-Azhar Pamulang, ia diminta memberilkan membawa murid-murid sekolah dasar tersebut melongok aktivitas membatik di workshop miliknya.
Creative Kanawida dapat dikunjungi di dunia maya melalui homepage dengan nama yang sama di Facebook dan di blog http://Creative-Kanawida.blogspot.com
Dengan mencintai penggunaan batik tulis yang menggunakan bahan pewarna alami dan kain tenunan serat alam yang diwarnai dengan bahan pewarna alami, kita turut berpartisipasi melestarikan warisan seni budaya bangsa dan keanekaragaman hayati.
Mari kita hargai produk hasil kiprah anak negeri dalam melestarikan dan mengembangkan batik tulis dan kain tenunan serat alam dengan kesediaan kita menghargai sebagaimana kita menghargai barang-barang bermerek internasional.
Note Redaksi:
Selamat bergabung dan terima kasih sudah bersedia digeret oleh Lani. Terima kasih Lani yang sudah menggeret Arum…
January 20th, 2011 at 14:46
Salam Kenal,
Luar biasa……membaca ini saya jadi tambah semangat untuk tetap maju dan menekuni Pembuatan Batik Tulis dengan Pewarna Alam juga ,yang saya kasih nama “Batik Canting100″ di Bedono,Jambu,Semarang.
Mari kita Gaungkan Semangat Berbatik Ria.
Salam,
Eko BS./08562664389