If – Jika

Kupuathe – Australia


Hi all..

Tanpa dipungkiri di dunia ini tidak pernah luput dari kata-kata IF – JIKA……

“Jika saya tidak mengerjakan ini, pasti saya akan begini.., kalau tidak begini, pasti hasilnya akan begitu” itu pasti yang selalu membuat dilema kita setiap hari.

Perasaan seperti ini malah pernah difilmkan oleh Hollywood dengan judul “Sliding Doors” dibintangi oleh aktris Gwyneth Paltrow.  Film ini menceritakan bagaimana kata2 “IF” bekerja. Bagaimana kalau dia naik kereta terlalu cepat dari waktu yang biasa, dan mendapatkan suaminya sedang berselingkuh dengan orang lain di kamar mereka. Tapi ketika dia ketinggalan kereta, dan saat di rumah, suaminya sedang menunggunya dengan senyum.  Menarik bukan? Hal-hal yang terjadi dengan kata-kata ‘IF”

Begitu juga ketika saya hendak menikah, saya dipertanyakan apakah saya pernah tinggal bareng dengan calon suami saya sebelumnya? Dan saya balik tanya, apa relevannya dengan pernikahan? apalagi di jaman “hoohaa” sekarang ini.

Dan bapak itu berkata, “Karena menurut survey, apabila pasangan yang pernah hidup bersama sebelum menikah, biasanya mudah sekali untuk cerai.”

Dikarenakan kata-kata “IF” itu.  Mereka akan berpikir, ah kita kan pacaran, dan kita hanya tahu yang manis-manisnya, “JIKA” kita tinggal bareng mungkin akan beda, karena kita akan lebih mengerti sebenarnya siapa sosok yang akan kita nikahi dan hidup bersama selamanya.  Dan setelah cocok akan berpikir “IF” we r getting married, it would be good. Dan setelah menikah, kata-kata “IF” itu akan kembali lagi, IF I could have turn back time and have my own space…itulah yang menurut survey, sekarang ini banyak pasangan yang mudah cerai karena pernah hidup bareng pra nikah.

Tapi jujur, saya tidak terpengaruh dengan survey itu. Wong gak tinggal bareng saja, bisa cerai karena satu dan lain hal kok.  Apalagi di jaman sekarang, satu hilang tumbuh seribu pedomannya.

Juga saat saya mendengar lyric lagu dari Michael Paynter “LOVE THE FALL” dibilang di chorusnya:

What if I dive off the edge of my life
And there’s nothing beneath
What if I live
Like there’s nothing to lose
Just to die on my knees(What if I live?)
At least I know
I walked the door
I took the scars
I risked it all
And learned to love the fall

Well, it is true, this is what i have been doing so far.. I risked it all! Been there, done that! Juga dengan chorusnya IF I HAD YOU – Adam Lambert

But if I had you, that would be the only thing I’d ever need
Yeah if I had you, then money fame and fortune never could compete
If I had you, life would be a party it’d be ecstasy

Woohooo…begitu bahagianya kalau memiliki seseorang yang kita idam-idamkan untuk selamanya.  Nothing can come between us!

Sekarang, sambil melihat melalui jendela saya dan melihat gerimisnya hujan, saya bertanya lagi apakah masih ada kata2 “IF” di otak saya?

Dan jawabannya…YA PASTI dan akan selalu.

Karena bagi saya dengan kata-kata “IF” ini bisa membuat diri kita semakin bahagia, karena memicu untuk membuat pembaharuan di dalam diri dan hidup kita.  TAPI juga bisa membuat diri kita merasa gagal dan menderita, karena kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita dapat  selama ini.

Jadi, marilah kita terus bertanya apa yang kita mau capai di hidup kita.  Kekayaan? Kepopuleran? Jati diri? Kebahagiaan?

Semua hanya individual yang bisa menjawab.


Ilustrasi: Xkcd, jeziki.wp


Note Redaksi:

Selamat bergabung Kupuathe! Terima kasih untuk seseorang di sana yang memperkenalkan Kupuathe ke Baltyra…semoga kerasan ya, make yourself at home…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.