Episode Mimpi Yang Kemarin

GRA – Jakarta


Seperti sinetron Indonesia yang banyak episodenya….gw baru saja menyelesaikan satu (lagi) episode dalam hidup….manis dan sakit….itu rasanya.

Buat gw episode kemarin itu seperti mimpi…mimpi indah yang harus berakhir dengan kenyataan yang pait……atau….kalau boleh di gambarkan mungkin seperti anak laki laki yang baru balig hehehehhe…..anak laki laki yang baru balig kan biasanya mimpi basah tuh….mimpinya begitu nikmat..indah…dan mungkin manis…tapi ketika bangun dia harus menanggung malu di hadapan ibu atau keluarganya karena ketahuan ngompol dan harus mencuci sendiri sprei yang basah hahahahaha….. nih analoginya pas ga sih ya…yaaaa pokoknya kaya gitu deh.

Episode yang baru gw lalui kemarin tuh mimpi indah..dan manis….dengan kenyataan pait yang harus gw terima….gw tau…gw harus bisa bedain mana mimpi dan mana kenyataan.

Gw mungkin bisa memaafkan…tapi gw belum tentu bisa melupakan. Gw mungkin membencinya tapi gw bukan pendendam….jd gw sekarang sudah bisa memaafkan dia yang menghancurkan mimpi gw itu….tapi gw masih membencinya, nah loh…bingung kan….sama…sampai sekarang gw juga masih bingung apa yang gw rasa.


Mimpi itu begitu nyata kemarin….sempat terbuai dan percaya itu adalah nyata, begitu manis menuai senyum….begitu bahagia menuai tawa.

Tapi mimpi tetap mimpi…bunga tidur sang penidur…hiasan indah dalam lelap yang panjang.

Akankah mimpi yang sama akan terulang?……gw rasa ga bakalan deh…..gw belum pernah ngerasain mimpi yang plek sama terulang lagi. Jadi …gw rasa mimpi itu cukup di simpan saja dengan rapi dalam ingatan….rasakan saja dengan syukur bahwa kita pernah bermimpi indah tapi jangan pernah berharap mimpi itu jadi kenyataan.


Kenyataan….iya…kenyataan yang gw hadapi setelah gw bermimpi indah sangat sangat tidak nyaman…tidak enak…pait…mual dengan segala rasa yang belum pernah gw rasain ngumpul jadi satu. Gw harus menanggung malu atas apa yg telah gw impikan….di hadapan keluarga, teman teman dan lingkungan sosial gw. Gw harus mempertanggung jawabkan apa yg gw impikan dunia akhirat….hhmmm…iya memang…sampai sejauh itu….harga yg harus di bayar mahal untuk sebuah mimpi indah.


Mimpi yang menjadi kenyataan….itu yang di janjikan…bisakah?….entahlah….terlalu banyak rintangan….terlalu banyak tentangan.

Gw dah ga bisa mengurai mimpi itu jadi nyata….dan kalau pun terjadi…semua masalah yang pernah datang akan seperti bola salju yang bergulir….akan besar dan terus menjadi besar.

Gw ga hidup sendiri…dan hidup gw bukan hanya tentang gw…..gw ga bakal ngorbanin orang orang yang ada di sekeliling gw hanya untuk membuat sebuah mimpi menjadi nyata yang nantinya belum tentu indah.


Note Redaksi:

Selamat datang dan bergabung GRA! Make yourself at home dan semoga kerasan serta terus berkarya di sini ya. Dengan gaya bahasa yang sangat anak muda punya gaya ini, GRA mencoba berbagi dengan kita.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.