Kolekdol Onthel
Masih lanjutan dari sang kolektor sepeda onthel yaitu Lekdol he he..dengan menampilkan sepeda simplex dan fongers. Gambar1, dan gambar2: Simplex Dames Torpedo,
Kelihatannya jelek tapi Ori Simplex seri toea … naikannya enaaaak tenan ….. cat sudah gak karuan tapi tetep cekli & cantik memikat.
Gambar3-11: Simplex Cycloide 60
Stang Cycloide ori tapi sudah di-krom, ada karat/kropos dikit… kombinasi rem karet & torpedo, velk Lepper 36, sistem rem karet replika …
Gambar12,13,14: Simplex Cycloide 55,
Rem torpedo, cat sudah habis, besinya beratzzz, naikannya enak bangetzzz … sadelnya empukkk …
Gambar15 dan 16: Fongers PFG – 55,
Yang gak ori : velk, standard, lampu … apalagi ya? … silahkan dilihat sendiri …
July 19th, 2010 at 18:42
mas JC ha ha ha…heran…orang secanggih dirimu, semodern dirimu..mengenal istilah androk….kalau berbahasa Inggris sih gpp hi hi..nulisnya itu lho yg bikin aku ngakak.
July 19th, 2010 at 18:10
Laaaahhh iki ngopo malah podo mbahas plagrangan, palangan sepeda, malah ada yang mbahas rok mini segala…
yo masih mending rok mini lah, ketimbang bersepeda nganggo anderok…dijamin dicekel pulisi (ditangkap polisi)
July 19th, 2010 at 09:06
DA: lho, koq malah rok mini? Mosok panjenengane pakdemu ngagem rok mini. Kados pundi, to Jeng?
July 19th, 2010 at 08:58
Jan asli tenan, tapi brekone kok dua?
July 19th, 2010 at 08:37
※ DA, oooooo ngono yo?
malah aku lagi ruh
yowes selamat turu yo, selamat ngimpi numpak pit jengki edisi solo
July 19th, 2010 at 08:23
edisi Solo kuwi Noew…neng Jogja kok jengki ora ono palange blasss yo…..(siap2 arep turu..)
July 19th, 2010 at 08:16
Lha? pit jengki mau lanang atau wedok memang bener ukurannya lebih kecil daripada pit kebo. Tapi, kalau pit jengki lanang tetep ada kok ‘dalangannya’