Alfred Tuname
Teman tiba dalam waktu yang tak pernah diduga. Waktu tak pernah memberi tahu bahwa saat itu akan terjadi (to be) dan pernah terjadi (happened). Kejadian itu terus menjadi cerita dalam rentang yang mungkin sudah diduga. Dugaan itu tidak pasti dalam kuantifikasi waktu yang tepat, hanya pada kisaran datang dan akan pergi lagi. Seperti hidup, ada yang lahir dan ada yang harus kembali. Hari-hari menjadi berarti dalam setiap keping pertemuan dan sentuhan yang berlangsung alami. Itu tidak terencana meski ada yang meyakini bahwa semua dalam rencana. Seorang stoic akan mengatakan semua itu adalah terencana. Entah siapa yang merencanakan semua itu. Mungkin, ia adalah perencana yang ulung, sesuatu yang imanen sekaligus transeden. Dalam satu kalimat: tak ada yang kebetulan.
Jika teman itu ada, ia sudah ada hic et nunc. Ada dalam hari-hari selama kehidupan hari ini ada. Teman manjadi dekat dan intim dalam setiap bahasa yang terjadi. Bahasa lisan dan sentuhan. Cerita dan canda melekat bersama bahasa itu. Cerita dan canda menjadi spasi dalam setiap rangkaian kalimat pertemuan dan keakraban. Itulah persahabatan. Friendship. Sering kali persahabatan lebih dari famili, meski famili tak pernah tergantikan. Ia lekat dan kuat. Jika seorang datang atas nama persahabatan, maka musuh sahabatku adalah musuhku juga. Don Vito Corleone, dalam Godfather pernah mengatakan itu. Mungkin itu juga benar. Tetapi, bersahabat dengan seseorang dan bersahabat dengan musuhnya mungkin lebih baik untuk menciptakan persahabatan tanpa permusuhan. We eradicate enemies by make friendship with them.
Teman ada untuk melepaskan perangkap kesendirian dan keterasingan. Kesendirian yang kadang tidak disertakan dengan ketenangan pikiran dan jiwa. Atau keterasingan yang datang bersamaan dengan kebutuan pikiran dan rasa takut. Entah takut terhadap apa/siapa. Untuk melepaskan diri dari perangkap perang dingin (cold war), Amerika Serikat dan Uni Soviet pernah bersatu dalam kalimat keakraban, “let us live in peace and friendship”. Persahabatan membuat hidup menjadi damai. Dalam setiap interaksinya, kadang teman sangat mengerti apa yang terjadi pada temannya. Tindakan dan perasaan saling terkoneksi dan terinduksi satu sama lain. Saat inilah, sahabat seperti kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Ia mengubah perasaan “merayap” menjadi lepas babas dan terbang.
Seperti biasa, hari-hari adalah tarian yang indah bersamamu, teman. Entah kau ada di sini atau pun kau ada di sana. Kau terwujud di sini atau berbayang dalam mainan pikiran. Jauh pun dekat. Kebersamaan adalah waktu yang indah. Ada bagian rasa yang bersaling menyentuh dalam fusi dan kohesi. Pikiran dan keluhan adalah saluran rasa untuk melebur ego yang membeku. Saat itu sahabat bukan saja sebagai penghibur tetapi peneguh. Dan sahabat menjadi hadiah terindah dari kehidupan. Hadiah sebab sahabat dan indah sebab persahabatan. Sesuatu yang indah membuat orang semakin mencintai hidup.
Semakin hari kisah selalu berbeda. Kisah terkurung rentang dalam putaran detik-detik waktu dalam kotaknya yang congkak. Waktu mengatur kondisi. Meksi kesempatan berkisah tak mesti harus dibungkus dalam bingkai kondisi. Dan jadilah seperti ini. Pusaran musim membuat persahabatan tidak harus melawan ombak bersama-sama. Kadang ada yang harus berteduh untuk mengatur langkahnya sendiri. Itu bukan untuk berpisah, tapi untuk menyemburkan lahar kerinduan pada momen yang berjarak. Dan sahabat tetap menjadi liontin bermutiara dalam rantai kehidupan. Mutiara yang abadi untuk kehidupan, bukan bayangan dalam terik yang menghilang saat berteduh.
So, are you my friend? This an offer you shouldn’t refuse.
Djogja, 12 Mei 2010
Alfred Tuname
Ilustrasi; anthonyharman
July 19th, 2010 at 18:08
Alfred, ringan teman adalah salah satu value dalam setiap insan yang bisa dikembangkan dengan mudah…masalahnya sebagian umat manusia lebih memilih ringan musuh ketimbang ringan teman…
(btw, waktu baca judulnya sekilas, aku malah ingat ringan tangan alias cengkiling ya…
)
July 19th, 2010 at 15:54
@lani: muk dikakahi to, sing penting ora dikangkangi….hahahahahaha
July 19th, 2010 at 15:44
YUCI : wadoooooh…wes kentek-an le arep ngomong…..krn udah dikakahi le nerangke……..wis jelassssss banget….hrs tanya tuh apa itu menterese????
July 19th, 2010 at 15:30
@lani: wong koyo kowe ki benar-2 sungguh teramat sangat super duper dibutuhkan banget sekaleeeeee kehadirannya dalam dunia maya, dunia nyata dan dunia menterese…..*nek takon dunia menterese opo aku dewe yo ra eruh tapi anak-e budhe ku sok nganggo istilah kuwi nek lagi ngobrol guyon jaman aku jik SMP, SMA n kuliah*
July 19th, 2010 at 15:10
YUCI : halah aku gak pernah mikir ttg dirimu spt itu…….nyatane kita udah mengalir berteman…….wlu msh didunia maya……tp itu gak penting, dunia maya……..dunia nyata……nek ancen cocok ya tetep ae cocok to????? mmg betoollll…..wong2 gemblunk koyok aku msh dibutuhkan, ato malah sgt amat dibutuhkan kkkkkkk? bs buat obat penawat stress……..tanpa hrs bikin stress org lain……pie jal rak sah bingung yo kowe……..nek bingung ndodog, nek msh bingung ya sekolah meneh karo prof. Pakem wekekekke……….
July 19th, 2010 at 15:01
@lani: wah maksud ku berteman dgn siapa apa ya? klo mikir ku adalah berteman itu u/ saling melengkapi, saling membantu, saling membawa kebaikan. klo gak salah yung pernah bilang ke aku: klo berteman itu kudu mau saling merepotkan-direpotkan (maksud yung mungkin adalah kedua belah pihak mau saling membantu).
lan, kowe mikir opo aku gelem berteman mbek kowe cobo hayo?
July 19th, 2010 at 14:49
DA dll: kayak iklan apa tuch kita modifikasi aja: gak ada lani, gak rame. memang dalam 1 komunitas ato kumpulan diperlukan orang model lani gini: kocaaaaaak, gokiiiiiil, rameeeee, serrrruuuu, heboooooh tapi gak bikin keruh kisruh, biar suasana: bingar, bingah, sumringah, heboh, serrruuuuu, orang-2 ga jenuh, orang-2 ga jemu.
July 19th, 2010 at 14:46
ANU-ANU : komen 59……..oleh krn itu teman dan sahabat berbeda arti…….klu teman ada kemungkinan mau berteman krn ada maksud2 tertentu, knp mau berteman……ada maksud jahatnya yg perlu ditekankan, wlu gak gubyah uyah lo yaaaaa……klu sahabat, gak ada maksud apa2, baik, buruk, up and down……dia msh tetep sahabat kita…..spt km bilang punya duit/tdk punya duit……..
July 19th, 2010 at 14:42
DA : komen 57 mahalo….berarti wong koyok aku msh dibutuhkan didunia baltyra yooooooo? nek kabeh pendiem, ndekem, angkrem, salah satunya yg suka ngomong gini ya sapa lagi klu bukan aki buto????? mengko baltyra sepiiiiiii……..koyok nang njaratan wae……kkkkk……krn podo mingkem……..blangkemen kemekelen dewe meneh aku……
July 19th, 2010 at 14:38
YUCI : komen 61….welah dalah….kowe iki kok malah dadi kompor to?????? wessss…..bener2 dirimu wis digembleng karo prof. Pakem……..kkkkkkkkk