Kami Yang Berjuang

Ocha – Jawa Timur


Bau ini membuatku trauma…

Aroma ini membuat kakiku selalu ingin melangkah keluar…

Hawa udara ini seakan-akan tak pernah bersirkulasi…

Terperangkap dalam gedung bertingkat sebuah rumah sakit…


Ibu, aku sudah mendengarnya..

Vonis seorang ahli yang membuatmu semakin jatuh jauh dalam pikirmu…

Tak pernah kukira sakit yang kau derita akan serumit ini..

Berawal dari enam bulan yang lalu, mungkin lebih..

Aku tak mau menghitungnya..


Semangat… semangat…semangat…

Berkali-kali kata itu yang selalu kudengar dari semua penjengukmu..

Tak terasa bibirku pun ikut mengucapkannya..

Sedihku membakar jiwa,

Hingga mengeringkan air mata ini,

Ku berjanji tak akan menangis di hadapanmu, Ibu..


Hanya milik wanita,..

Hanya ada di dalam tubuh wanita..

Awalnya tak terasa,

Tanda-tanda yang ada jangan kau abaikan..

Jaga baik-baik apa yang sudah diberikan oleh-Nya

Begitu nasehatmu…

Ibu sekarang sudah menjadi ”Dorce”..

Sejenak kemudian tawamu berderai…

Pilu.. dan kamipun diam..


Belum hilang rasa sakitmu..

Setelah bagian kecil tubuhmu disingkirkan seminggu lalu …

Malam nanti, tetesan cairan itu akan mengawali pengobatan seri pertamamu..

Aku tau itu akan menyiksamu..

Yang kuat ya Ibu…

Kami akan selalu di sampingmu..

Tuk berjuang bersamamu..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.