Seks Lebih Ngetrend di Jogja

Taufikul


Dengan beberapa keterbatasan, kita bisa menyelusur rating kata tertentu dalam search engine google. Untuk kawan-kawan yang suka dengan riset2 kecil, google trends adalah hal yang menarik (mungkin). Mungkin kawan-kawan sekalian lebih tahu mengenai google trends atau jenis-jenis yang mirip demikian, atau alexa yang memberikan data kunjungan alamat situs tertentu, atau bizinformation.org yang memberikan perkiraan harga situs. Bahkan di alexa kita bisa membandingkan satu situs dengan situs lainnya, bahkan diberikan grafik yang mempermudah dalam membaca kecenderungan.

Saya memulai dengan google trend karena digoda oleh rasa penasaran tentang banyaknya kunjungan ke tulisan saya. Jadi, saya memang belum lama mengutak-atik mengenai hal tersebut. Itu adalah alasan mengapa kawan-kawan tak perlu menuntut penjelasan dari saya, toh saya ini baru anak kemarin sore dalam soal internet (mungkin saya tidak punya kompetensi apapun selain keisengan).

Seks lebih trend di Jogja

Saya membatasi hanya hasil untuk Indonesia, sebab di kantur ada mesin sensor yang mem-block pencarian untuk kata-kata Inggris berkonotasi pornografi. Jadi, kalau kita tahu bahasa Catalan, bahasa Urdu, bahasa Tagalog, bahasa Sunda, dll., kita masih bisa memperoleh bahan-bahan pornografi dengan bahasa-bahas tersebut. Bahkan, kata pornografi yang telah diindonesiakan saja kena sensor. Jadi, kalau saya masukkan kata sex, girl, fetish, porn(ografi), dan sejenisnya maka mesin pencari google akan mogok. Sedangkan kata seks, bokep, video, dan sejenisnya tidak dikenai sanksi. Yang seperti ini tak usah diperdebatkan, toh saya mendapat fasilitas ini secara gratis. bahkan, kalaupun komputer di depan saya ini diambil, saya tak perlu mencak-mencak. Ini yang pertama saya coba, yakni memasukkan kata seks. Hasilnya cukup mengagumkan.

Grafik pencarian menggunakan kata”seks” di google Indonesia, 14 Juli 2010

Bukan bentuk grafiknya. Tapi, dari rating kota yang paling banyak menggunakan kata tersebut.

Ternyata, kota favorit saya dapat ranking satu. Ini memang tidak merepresentasikan tentang Jogja. Juga tidak membuat Jogja “lebih porno”. Ini kan hanya soal kata “seks” tadi. Sedangkan kata seks adalah kata normal dalam bahasa Indonesia, bahkan konotasinya pun baik. Ingat ya, ini hanya soal kata “seks”, bukan soal seks. Kalau saya masukkan kata “sex” mungkin Jogja akan pindah ke bawah, lha wong di sana bahasa Inggris tidak sepopuler di Jakarta. Tapi, sayang ya, ini saya lakukan di kantur, yang mencekal kata “sex” dari judul laman web yang akan saya buka. Tak apa-apa. Mari kita lanjutkan ke kata lain. Apa ya… Bokep??? oke, oke, saya turuti kemauan saudara.

Grafik google trends untuk pencarian menggunakan kata “bokep” di Indonesia, 14 Juli 2010

Wah, kalau ini, indikasinya adalah … eng ing eng … silahkan terjemahkan sendiri. Yang jelas, tren-nya naik. Kalau itu Indeks Harga Saham Gabungan BEI, bersoraklah Menteri Ekonomi dan Bapepam-LK. Saya hanya mau mencari trend sebuah kata di sebuah kota. Hasilnya adalah:

Ternyata, Jogja turun peringkat. Bagaimana ya dengan kata mirip itu tapi menggunakan bahas Inggris? Mungkin Jakarta menang… silakan Anda coba.

Pemilu presiden 2009 ke mana?

Ini yang membuat saya sedikit berpikir dengan otak yang sedikit ini. Kata “presiden” adalah kata favorit saya yang lain. Maka, ketika saya masukkan kata itu hasilnya adalah:

Grafik pencarian lewat google Indonesia menggunakan kata “presiden”

Kalau pada 2004 kata presiden sangat populer, lima tahun kemudian kata itu datar-datar saja. Padahal pada 2009 ada pemilu presiden. Asumsi saya, pemilu 2009 itu tidak valid… eh eh … maaf, salah, tidak populer. Atau, presidennya yang tidak populer??? Silahkan Anda buat teori sendiri.

Saya juga mencoba menemukan tren penggunaan kata “Ariel”. Hasilnya, memang bisa ditebak. Namun, lonjakan grafik ini tampaknya membuat masyarakata Indonesia dicap “reaksioner”. He he he … itu hanya penilaian saya. Toh, di dunia ini tak hanya ada satu Ariel. Ariel yang Yahudi juga ada… Ariel Sharon.

Grafik pencarian dengan google menggunakan kata “Ariel”

Ini hanya sebuah contoh kecil tentang betapa baiknya google, halah…. Artinya, kita, sebagai pengamat amatir, bisa berpendapat dengan data “valid” yang dikeluarkan google. Meski pendapatnya ngalor ngidul ra karuan, setidaknya kita belajar menyampaikan sesuatu berdasar data nyata “dunia maya”.

Sebenarnya saya mau menambahi yang lain, tapi akan terlalu panjang. Saya mau mencari kata-kata unik lain. Kata-kata yang saya jadikan contoh di atas, menurut saya, adalah kata-kata yang cukup populer, sehingga bukan maksud memilih kata seks karena saya suka. .. .. emm, enggak jadi ah…

Ada pembuat grafik lain, ayo dicoba-coba!

Sudah ya, hati-hati di jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.