Malam Beib

Alexa – Jakarta


1/

Ini cerita tentang Mas Adi (maksain namanya) yang pernah aku ceritakan dalam Haruskah Kusemburkan Kuah Cuka Pempek Ini

Hubungan aku, mas Adi dan mas Ben makin erat, mas Adi tetap dengan kepecicilannya dalam mengkomentari tulisanku dan ke- PeDe-an dalam menulis di antaranya adalah “temuannya” mengenai keberadaan perempuan:

Dahulu lelaki diciptakan sendiri – tak ada wanita

Maka lelaki bertani, berburu dan membangun

Saat lelaki membangun Mall maka wanita tercipta

Wanita bukan dari tulang rusuk pria

Dia satu kesatuan dengan Mall

Wanita diciptakan untuk berbelanja

Lelaki diciptakan untuk membayar belanjaan wanita.

Tulisannya itu kukomentari…”kelihatannya menderita banget dengan perempuan yang hobi belanja…pengalaman pribadi banget ya.”

Dia ngakak sembari dengan PeDe-nya bilang , “Maklum cowok tajir…susah nolak permintaan  perempuan.”

Kulanjutkan, ”Tajir  tapi kelihatanya pelit deh sampe ditulis-tulis segala trus tulisannya penuh penderitaan gitu.”

Enggak gitu lagi, aku males bawain aja.” Halah ngeles mulu deh…

Abis sahut-sahutan dalam tiap tulisan kami bertiga tiba-tiba karena Act of God aku harus rehat sejenak dari  dunia kangouw termasuk dengan aktivitas penulisan  dan memang jadi tuna koneksi. Sampai dua minggu kemudian aku muncul lagi diperedaran dan lihat ada sapaan mas Adi di bilikku, ”ke mana aja sih nih orang.” Aku tidak membalas sapaannya tapi mulai baca-baca tulisan mas Ben dan mas Adi serta taruh komentar, mas Ben dan mas Adi langsung menyapa dan menanyakan kabarku. Kukatakan bahwa dua minggu ini aku harus bedrest di rumah sakit tapi sekarang dah pulih. Mas Adi langsung japri dan nanya lebih lanjut tentang sakitku dan saat kujawab,

2/

Mungkin Tuhan mau menghentikan masa edarku di bumi, Mas,

Dia langsung membalas dengan gaya bicaranya yang dalem tapi pecicilan, ”Kalo yakin sebelah kaki sudah masuk liang kubur gitu dah yakin raportnya bagus selama di dunia?” dan tiba-tiba aku ngerasa dapet temen curhatan asyik sebab bicara dengannya yang pecicilan itu aku enggak  perlu berbasa-basi …semua bisa dimuntahkan dengan sepuas hati dan dia akan menanggapi dengan caranya yang unik – serius menukik dalam tapi ber-ending dengan kegilaan-kegilaan yang unpredictable.

Dia kemudian menurunkan tulisan real story  tentang Life After Death – cerita mengenai Bapaknya yang baru saja meninggal dunia. Hari itu seharusnya dia  dinas ke luar negeri, siapa nyana Bapak meninggal dunia. Dia sempat mengantarkan Bapaknya ke peristirahatan terakhir sebelum akhirnya meluncur ke Bandara Sukarno Hatta. Sampai di sana dia baru sadar kalau tidak bawa passport – dengan panik dia balik ke rumah.

Sampai di rumah ternyata paspor tidak ada, setelah memeras ingatannya dia sadar bahwa kemungkinan terbesar paspor terjatuh di liang lahat sang Bapak saat dia turun untuk membantu memakamkan. Akhirnya dengan terpaksa mereka menggali kembali  makam si Bapak dan memang paspornya ada di situ tapi yang mengejutkan adalah kain kafan si Bapak sudah cabik-cabik berlumuran darah….ternyata betul – “masa pertanggungjawaban di dunia sudah dimulai sejak tiga langkah pelayat terakhir meninggalkan makam”.

Tulisannya benar-benar nendang sampai aku shock dan ternyata banyak reader seperasaan – kami bertanya dan ada yang ngomong “kok aib ortu dibeberkan, ” kali ini dia menjawab dengan serius dan endingnya menyatakan bahwa tulisan itu sekedar mengingatkan kepada sesama untuk bertanggung jawab dalam menjalankan kehidupannya supaya “raport”nya bisa dipertanggungjawabkan dan tulisan itu didedikasikan buat seorang perempuan yang ngerasa sok tau kalau dia dah siap manakala dipanggil  sang Khalik.

Abis itu dia turunin tulisan yang judulnya “ Miss U Like Crazy” which turn out to be perasaan rindunya dia ama Ibunya. Aku langsung komenin , “Ya udah datengin Ibumu itu –peluk, cium dan bisikan rindumu itu. Sebelum semua terlambat akibat perpisahan abadi seperti yang kurasakan, aneh kan kalau tiap Lebaran sekarang aku malah merasakan kekosongan akibat tidak adanya kehadiran kedua ortuku. Sementara Lebaran itu meaning celebration.”

Dia jawab, “Aku sama posisinya sama kamu.” Ach so…

3/

Gantian aku yang nurunin tulisan  berisi kaitan antara kecantikan dan cinta yang seperti dalam tulisanku di Baltyra – aku berkesimpulan kalau orang cantik itu tidak selalu beruntung dalam percintaan padahal orang cantik juga membutuhkan soulmate. Eh dia japri ke aku…”Aku nih cocok lho buat kamu jadiin soulmate sejati – sangat bisa diandalkan buat jagain hati perempuan  yan ngerasa sebelah kakinya dah mau masuk liang kuburan.” Aku cuman reply dengan smiley.

Habis itu dia japri…”Malam Beib…”,

Bukannya ge-er aku langsung ketawa sembari jawab, ”Malam juga Hon…”.

Dia menasehati supaya jangan begadang (waktu itu dah jam 10an malam), sembari bilang kalau dia begadang sebab mau nonton sepakbola.  Aku langsung bersorak, ”Yiihaa, berarti kamu bukan gay donk karena gay tidak suka sepakbola”….seraya nunjukin link tulisan teman mengenai ciri-ciri gay.

Belum ada yang meragukan kelelakianku, ” kata dia so PeDe. Aku pamitan tidur dan dia cuman bilang sleep well.

Besoknya  dah ada pesan  dari dia di Inboxku, “Pagi Beib….jaga kesehatan ya. Aku masih perlu sama kamu.” Kujawab, “Perlu apaan?”.

Di mana tempat tinggalmu dan tinggal sama siapa (note: ehm suatu cara untuk nanya Am I single?), terus kerjamu di mana, ” kujawab saja terus terang dan kutanya balik hal yang sama yang langsung dijawab dia.

“Oh  Kelapa Gading – aku baru lihat iklan apartemen dengan harga reasonable di depan Mooi of Indonesia…bagus enggak ya? Terus kamu ada urusan apa ama aku?, jawabku lagi.

“Urusan kita itu karena aku dan kamu sama-sama single so mari kita berurusan. Soal apartemen itu gimana kalau aku anterin kamu lihat-lihat ke sana….kalau enggak suka, pintu rumahku juga terbuka lebar kok, ” dia bilang. Hadeeeh nih orang bener-bener pecicilan.

Cuman aku perlu hati-hati juga…”Bukannya tempo hari kamu bermasalah dengan Mojang Priangan itu?”, dia membenarkan tapi juga menjelasakan bahwa mereka sudah menyelesaikan masalah dengan baik-baik dan memang aku lihat si Mojang Priangan itu sudah mulai menyapa mas Adi walaupun sekarang sudah berubah dengan tutur kata yang formal.

Aku melanjutkan pertanyaan, ”Perasaan photo kamu yang pake kaos Mak Erot itu, tampangnya udah Oom-Oom gitu.”

Situ ABG kok takut ama Oom-Oom?” , dia nyahut.

“Bukan gitu..masalahnya kalau dah Oom-Oom artinya dah ada anak dan isteri, aku enggak mau urusan ama laki orang ya, ”kutegaskan.

Gue masih perjaka nih biarpun dijamin dah gak ting-ting. Keberatan?”, jawabnya. “Udah deh kalo ntar ngerasa gak cocok kan kita bisa jadi teman tho, janji deh…Lagian gue juga belum tentu ngerasa sreg ama elo tapi dijamin gue berhati emas-kita tetap bisa berteman, setuju? ”, lanjut dia.

Terus dia imelin foto tampak belakangnya, ”Nih ntar kalo lihat lelaki kayak gini tegur aja ya,

“Wadaouuw…kamu pitak malah calon botak ya, kataku. Dia ketawa seraya bilang kalau itu satu-satunya kekurangan dia.

Akhirnya kami sepakat juga untuk lihat-lihat apartemen di Kelapa Gading dan sepakat ketemuan di Mall yang ada di sana. Pas hari Hnya aku sudah berdiri di lobby mall itu saat seorang pria menghampiriku dan pas dah dekat menyapaku,

“Halo Beib.”

Daaamn….aku terperangah sampai akhirnya terpaksa jongkok seperti adegan di  miniseri  Korea (adegan kedua yang ingin kulakukan setelah dulu kala berhasil melakukan adegan pertama  yakni saat memeluk  lelakiku mendiang dari belakang).

……………………………….

……………………………….

Malam tiba, aku kembali online dan di Inbox sudah ada sapaan…”Malam Beib.”


Mengikuti saran Mas Edy supaya lebih mak-nyus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.