Perempuanku

Yuli Sectio Rini


kau perempuanku
adalah pucuk bougenvile
yang tumbuhnya mengikuti arah sinar mentari
ketika nafas anak negeri berkeluh
satu per satu hempasannya menyiram semi kemuning

kau perempuanku
adalah lagu kegelisahan
yang meronta ketika belenggu jiwa mengikat asa sucimu
dan kainmu menjerat langkah kecilmu

kau perempuanku
adalah yang berjalan di atas dua pembatas semu
antara kekuasaan yang menghimpit eksistensimu
dan suara batin yang lari menggapai harapan hakiki


kau diciptakan dari rusuk kiri laki-laki
karena di dalamnya ada singgasana kesejajaran
kau bukan diciptakan dari otak laki-laki
agar kau tidak melangkahi kepala laki-laki
kau bukan pula diciptakan dari jaringan epitel telapak kaki laki-laki
karena kau memang bukan abdi dan budak laki-laki

hadirmu dari rusuk kiri laki-laki
karena di sebaliknya ada jantung laki-laki yang harus kau lindungi
hadirmu dari rusuk kiri pelindung jantung laki-laki
karenanya kau adalah teman sehati laki-laki

betapa kau adalah makhluk paling mulia di jagad raya ini
namun mengapa jeritmu masih menggema
dari bukit ke bukit, dari lembah ke lembah
tatapmu pilu menangis di pangkuan ibu tanah pertiwi
nafasmu sesak penuhi dunia karena banyak anak negeri menangis

*perkosaan menjadi ritual harian
* penyiksaan menjadi selingan minum teh
* pelecehan menjadi menu tambahan
* perampasan rasa menjadi minuman suplemen

Kau perempuanku menangis, menangis, dan menangis
Karena….
Perempuan adalah hiasan bak seribu bunga kertas
Perempuan adalah pemuas nafsu ragawi
Perempuan adalah babu di siang hari
Perempuan adalah pelacur di malam hari
Perempuan adalah kanca wingking
Perempuan adalah dianggap raga tanpa hati
Perempuan adalah dianggap sosok tanpa perasaan
perempuan adalah perempuan

wahai perempuanku…
kau adalah sumber energy power
sumber kekuatan kerajaan hati
penerus dan nyawa bagi kehidupan alam semesta ini
karena dari rahimmu yang harum bak wangi dupa setanggi
lahir para pemimpin dunia: nabi, pemuka agama,
tokoh dunia, politikus, negarawan, orator, raja, penguasa negeri.
mereka lahir dari rahim sucimu

wahai perempuanku..
tidakkah kau sadari bahwa kau adalah mutiara dunia
keanggunan adalah mutlak milikmu
kekuatan juga adalah jati dirimu
tunjukkan bahwa kau adalah perempuanku

…ibu sejati dalam keluarga
…pejuang tanpa menuntut
…pendidik bagi anak-anakmu
…kreator bagi rumah mungilmu
…guru bagi lingkunganmu
…pencetus ide-ide cemerlang
…pemimpin di tengah masyarakat
…tempat mengadu bagi orang yang kau kasihi
…penasihat bagi teman hidupmu

kau perempuanku..
hilangkah gelisahmu
hentikan pencarianmu
kini…
biarkan kata hati menuntun nalarmu
biarkan kata hati membimbing rasiomu
biarkan kata hati memimpin jalan hidupmu
kau harus ada sebagai dirimu
dengan hakekat keperempuanmu

~ YSR ~ puisi ini ditulis 21 April 2006 pk. 23.22-02.02.
Graha Nusantara, Selatan Merapi, 18 Juli 2010

20 Comments to "Perempuanku"

  1. Dewi Aichi  25 March, 2011 at 08:45

    Mba Yuli yang cantik mirip Widyawati….pokoknya tetap sehat yaaa…..

  2. RadenX  25 March, 2011 at 08:30

    puisi nya emang jempol. Orang Graha emang jempolan
    hwehwehwe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.