Tanjung Pinang Selayang Pandang

Adhe Mirza Hakim – Bandar Lampung


Liburan sekolah my kids kali ini kami isi dengan menjelajah ke Tanjung Pinang, Riau Kepulauan, teringat dua tahun yang lalu kami pernah mampir ke Tanjung Uban, lalu ke Bintan’s Mangroves, mengikuti Eco Tourism, sangat menyenangkan, lalu Lagoi Bay yang berpasir putih sangat indah dipandang mata. Kami berharap kunjungan yang singkat ke Tanjung Pinang ini akan memberi kesan yang tak jauh berbeda dengan pengalaman kami terdahulu, di bawah ini aku tulis sedikit kisah kami selama berada di sana.

Minggu, 4 Juli 2010

Jadwal jjs selanjutnya adalah melihat kota Tanjung Pinang dari dekat. Kami berangkat menuju Tanjung Pinang melalui pelabuhan Punggur, naik kapal Jetfoil (kapal cepat), tapi orang-orang setempat menyebutnya kapal Feri, sebenarnya sih kurang tepat, lha wong kapalnya kecil koq.

Pelabuhan Punggur, ditempuh kurang lebih 30 Menit dari pusat kota Batam, dari sini kita akan naik kapal Jetfoil selama 45 menit saja, dengan ongkos tiket kapal sebesar Rp. 37.000,- untuk tiket PP Batam – Tanjung Pinang. Ini harga sudah dikasih discount, karena kami berombongan naiknya, ada 4 anak-anak dan 6 orang dewasa, jadi kami dapat keringanan harga, lumayan.

Perjalanan naik kapal cukup nyaman, berangkat pukul 13.00 tiba di pelabuhan Tanjung Pinang, sekitar pukul 14 kurang. Cuaca cukup cerah walau ada sedikit mendung. Pulau Penyengat terlihat tidak jauh dari pelabuhan, harus naik kapal 15 menit lagi untuk mencapainya. Masjid Sultan Haji terlihat dari kejauhan, bewarna kuning terang, khas warna-warna masjid di Riau Kepulauan.

Berhubung belum makan siang, kami bermaksud mencari restoran terdekat, tapi kami harus menemui, de’ Tini dulu untuk mengambil mobil carteran yang rencananya akan kami pakai selama di Tanjung Pinang. Tini adalah teman dari Maya, adik sepupuku, orangnya ramah dan murah senyum. Kami sudah mempersiapkan ongkos sewa mobil tersebut, ternyata Tini malah meminjamkan mobilnya secara cuma-cuma, Alhamdulillah….. ini dia yang namanya rezeki liburan, hehehe…. kami hanya mengganti bensin mobil yang terpakai.

Sebelum mencari resto buat makan siang, kami memesan Otak-otak ikan di daerah Posun yang terkenal enak dan maknyus, harganya sepotong Rp.700.- kami memasuki satu gang kecil, dan membeli otak-otak langsung dari rumah penjualnya, ada 2 macam otak-otak, yang putih polos dan berbumbu (yang warnanya agak oranye). Rasanya benar-benar enak, kami sengaja memesannya lebih awal, jika pulang nanti tinggal ambil saja.

Setelah itu kami sempat melihat kios-kios penjual ikan asin yang kelihatannya ‘menarik’ untuk dihampiri. Aku membeli ‘setengah kilo teri nasi’ buat dicampur dengan balado kentang, hmmm….kebayang enaknya.

Kami hanya punya waktu yang sangat singkat untuk meng-explore Tanjung Pinang, jadi kami hanya punya 1 pilihan tempat untuk di kunjungi, kalau mau ke Pulau Penyengat, maka kami tidak akan bisa ke Pantai Trikora, karena anak-anak lebih enjoy main ke Pantai, akhirnya kami memilih pantai Trikora sebagai tujuan wisata kami di Tanjung Pinang. Jarak pantai Trikora dari pusat kota, berkisar satu jam saja. Kalau dihitung jangka waktu tempuh PP dari kota ke pantai bisa makan waktu 2 jam perjalanan, sedang waktu yang tersisa kurang dari 2 jam, karena kapal jetfoil yang terakhir pulang ke Batam, bertolak pukul 17.00 sore.

Perjalanan menuju pantai Trikora sangat lancar, jalanannya mulus gak banyak lobang, waktu tempuh yg hampir 1 jam jadi tak terasa, walau cuaca agak mendung tapi tidak sampai hujan, kesannya ‘sejuk’ suasana sepanjang perjalanan.

Kenapa nama pantai ini Trikora? aku juga nggak jelas, apa dulu di situ pernah ada pangkalan AL-TNI, makanya dinamakan pantai Trikora. Setelah melalui jalan yg agak berliku, kami sampai di lokasi pantai Trikora, waah….pantainya bersih dan masih alami. Ada batu-batu besar yang teronggok di bibir pantai, dengan hamparan pasir putih dan arus air yang tenang, tidak membuat kita khawatir untuk melepas anak-anak kita asyik bermain pasir di tepi pantai.

Aku berjalan menyusuri pantai sambil mengabadikan suasana pantai yang sepi, ada beberapa pengunjung sore itu, dengan suasana yang tenang aku cukup nyaman menikmati sore yang indah di tepi pantai Trikora, walau limit waktu yang tidak boleh lebih dari 30 menit, karena kami harus mengejar kapal jetfoil yang terakhir pada pukul 17.00 sore.

Bocah-bocah tampaknya masih betah bermain pasir di tepi pantai, mereka tampak enggan untuk pulang, tapi mengingat waktu yang semakin mepet, dengan sedikit memaksa kami minta bocah-bocah untuk naik ke mobil. Dengan sedikit mempercepat laju kendaraan, kami berharap dapat tepat waktu sampai di Pelabuhan Jetfoil. Kami berpacu dengan waktu, aku melihat jam di tanganku, “aduuh…..sudah mendekati pukul 16.45 Wib, masih ada waktu 15 menit lagi” pikirku. Kami berinisiatif menelpon pihak perusahaan jetfoil, dengan melihat nomor telpon yang ada di tiket kami.

Pihak perusahaan kapal bertanya di mana posisi kami berada, kami bilang sudah di pusat kota dekat kantor pos, kami minta ditunggu, karena kami ada 10 orang (4 anak-anak dan 6 dewasa), akhirnya pihak perusahaan jetfoil mau menunggu kami. Sebenarnya kami bisa naik ke kapal on time, hanya saja ada yang harus kami ambil dulu sebelum pulang, apa itu ???

Yup….kami harus ambil Otak-otak di Posun, karena kami sudah memesannya. Akhirnya kami berbagi tugas, aku dan anak-anak serta adikku Maya, serta temanku Ida dan keponakannya, Yandi, naik ke kapal terlebih dahulu. Sedang Luki bertugas mengambil otak-otak, mobil yang kami tumpangi diparkir terlebih dahulu di parkiran pelabuhan (atas permintaan pemilik mobilnya, kunci mobilnya kami bawa dan akan diambil kemudian di Batam), so…Luki harus sewa ojek untuk mengantar ke penjual Otak-otak di daerah Posun, yang masih berada di seputaran pelabuhan. Maksud hati mau cepat, apa daya si tukang ojek yang seorang bapak tua, ternyata sangat patuh sama rambu-rambu lalu lintas, sehingga jarak tempuh ke Posun tidak bisa sesingkat yang diharapkan.

Kami yang sudah berada di atas kapal dibuat deg-deg an menunggu Luki, sedang hubby ku kebagian tugas menunggu Luki di dekat gerbang pelabuhan sambil terus melobby petugas sahbandar, agar memberi kesempatan beberapa menit lagi untuk menunggu Luki.

Aku melihat jam sudah menunjukkan puku; 17.10 wib, gawaat pikirku, bisa-bisa ini orang sekapal pada jutek sama kami, karena masih menunggu satu penumpang yang sedang mengambil otak-otak, hihihihi…… akhirnya Luki dan Hubby ku muncul juga di depan pintu masuk Jetfoil, Alhamdulillah…. legaaaa rasanya, Hubby ku berkisah…dia sampai bujuk-bujuk petugas sahbandar, bahwa kami sekeluarga berangkat dalam satu rombongan dan tidak mungkin terpisah, karena kunci mobil yang kami parkir di Pelabuhan Punggur berada di tangan Luki, hehehe…. bisa nggak jadi pulang nie judulnya, kalau Luki tidak terangkut naik ke atas kapal.

Begitu melihat Luki muncul di kejauhan, hubby ku meminta Luki harus berlari secepatnya ke arah kapal, so…hubby dan Luki sekencang-kencangnya ibaratnya kek lari di kejar anjing, hihihi……sampe ngos-ngosan. Akhirnya kami tiba di Pelabuhan Punggur sekitar pukul 18 lewat. Senangnya sudah sampai kembali ke Batam. Kami langsung pulang ke hotel, karena acara packing untuk pulang Senin, 5 Juli 2010, tidak bisa di tawar-tawar, apalagi koper-kopernya jadi beranak, hehehe…, maklum Maya memberi oleh-oleh makanan buat kami, thanks sista and bro (Maya & Luki) yang telah menservice kami dengan sangat baik.

Cukup sekian dulu oleh-oleh cerita dari Tanjung Pinang selayang pandang. InsyaAllah kami akan datang kembali untuk berziarah ke Pulau Penyengat.

AMH, 21072010 Pk. 00.20 Wib.

*Buat Raras, Baltyrans yang berada di Batam, maaf ya sista….kemarin nggak sempat menemuimu, next time deh kita kopdarnya, di Warso ‘Happy’ aja, hehe…biar bisa sekalian nyobain bakso ‘Mercon’ nya JC. :-D

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

30 Comments to "Tanjung Pinang Selayang Pandang"

  1. ilhampst  15 September, 2010 at 17:00

    Udah lama mau komen dsini tapi baru ingat Mbak. Waktu ke Pinang gak sempat kemana2 soalnya bukan liburan sih, jadi dikejar waktu. Kotanya cukup rame tapi gak sehingar bingar Batam. Jalannya banyak tanjakan dan turunan. Samping kiri dan kanan tanah merah dan tanah lapang sekilas jadi ingat kampung halaman di kalimantan. Cuma setahu saya kalau fery terakhir itu jam 18.00, bukan 17.00. Jadi sebenarnya masih sempat kalo mau agak santai.
    Otak2nya enak juga setelah dicoba hehehe

  2. adhe  24 July, 2010 at 10:07

    @Mba DA, hahaha seruuuu…..siip!!! ntar buat liputannya yaa hihi.

  3. Dewi Aichi  24 July, 2010 at 09:45

    mba Adhe: aku punya rencana, ntar suatu saat jika pas di Jakarta, aku akan mengunjungi bakso happy secara diam-diam(ngga mengabari dulu), pura-pura mau beli bakso, mungkin dengan beberapa sepupu. Pura-pura cuek dan tidak kenal JC, kira-kira JC akan mengenaliku ngga ya?

  4. adhe  24 July, 2010 at 09:43

    @Mba DA, hihihi…..yah namanya juga pasukan krucil, jadi suka2 gitu, hehe…mampir deh kesini, nggak nyesal beli otak2nya yang enak dan murah.

  5. adhe  24 July, 2010 at 09:40

    @Bro JC….hahaha seruuu gara2 belain otak2 daripada naik feri, tahan nungguin itu feri hihi, kalo bakso Happy jelasss aku harus wajib mengunjunginya, tunggu aja yaaa…..

    @bunda Silvia, hehehe….mau ya otak2nya.

    @Lida, ke Bintan sudah 2 th yang lalu, emang bagus kotanya, lebih sepi dari Tanjung Pinang.

    @Kang Anoew…..hihi ngilang bentar aja koq, soal sentuhan Pemda, memang sudah ada hanya promosi yang blum maksimal.

  6. Dewi Aichi  24 July, 2010 at 09:38

    Wahhh…aku juga ketinggalan, biasa..ketularan Anoew!

    Mba Adhe…..kisahnya unik dan ada yang bikin aku ngakak he he..ngejar jetfoil…ini info bagus banget nih….siapa tau aku minat ke sini nih kalau memungkinkan…

  7. adhe  24 July, 2010 at 09:34

    @Cik Lani, hehehe…bener kami makan otak2nya di atas kapal feri, gara2 kelaparan kejar2an sama feri hihihi…

    @Dear Sophie, hahahaha…kalo nggak nekad kek nya bukan aku deh dear….hihi, apalagi sama yg namanya makanan enak bakal dibelain deh. Soal ketinggalan pesawat aku dah pernah, makanya aku agak paranoid sama boarding time, hehe…

    @Bung ISK, kalo Lempok ada bro…namanya Dodol Durian, dikasih selai durian oleh Lida ya, hehe…aku sendiri nggak sempat beli waktu di Batam, yg ada aku dikasih kerupuk durian.

  8. anoew  24 July, 2010 at 09:10

    waaah ketinggalan……

    ini toh liputan yang kemarin itu, sampai ngilang-ngilang hahaha…

    pantainya masih sepi ya? kok kayaknya kurang sentuhan tangan pemda. coba kalau dipoles lagi pasti bakalan lebih menarik tuh..

  9. adhe  24 July, 2010 at 08:35

    @Nadette, aku juga gitu pernah ketinggalan pesawat, gara2 salah inget jam terbang, hihihi…..besok2 aku pastikan dg jam di tiket. tapi kek nya lebih banyak delay nya saat ini.

    @Mba Alex, hihi…iyaaa tuh, bener2 buat Luki ngos2an hehehe….tapi kita bersyukur otak2nya selamat semua.

    @de’ Nev, Feri paling pagi kek nya jam 6 pagi ada….., kalo otak2nya emang TOPs rasanya hihi….

  10. adhe  24 July, 2010 at 08:05

    @Linda, hahahaha….iyaaa kek lomba lari sprint, plus deg-deg an kuatir ketinggalan kapal dan diomelin orang banyak, hehe.

    @El Nino, bener otak2nya enak banget! dibungkus pake daun kelapa, jadi ada aroma daun kelapa yg membuat rasa otak2nya berasa mantabs, lanjutan ceritanya khusus untuk Kepri lain kali kalau aku main ke Batam lagi, hehe… ntar aku mau buat liputan jjs ketempat yg lain lagi, ditunggu di Baltyra yaa… thanks dear commentnya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)