Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

56 Etnis Suku di China: Kazakh Eagle Hunter

Sunday, 25 July 2010

Viewed 4043 times, 9 times today | 26 Comments |

Sophie Mou


Note: cerita lain dari salah satu kebiasaan etnis kazakh yang hampir punah dibumi ini, yaitu eagle hunter, berburu bersama elang.

Ada cerita mengenai ketrampilan dari Suku Kazakh, berburu elang. Di Bayan Olgii, Suku Kazakh mempunyai tradisi yang hampir punah, yaitu memelihara elang, menjadi pemburu. Setiap tahun di Bayan Olgii diadakan festival Golden Eagle. Para pemburu berkumpul bersama, seluruh pemburu pemilik Elang.

Sebutan eagle hunter bukan untuk orang yang berburu elang tetapi orang yang berburu bersama elang. Eagle hunter bukan hanya dikenal dalam Suku Kazakh, tetapi di luar negeri eagle hunter dikenal dengan nama Falconer.

Suku Kazakh dikenal sebagai pemburu elang yang tangguh sejak jaman Kubilai Khan. Menurut cerita, Kubilai Khan setiap periode bulan Maret melakukan perjalanan dari utara timur untuk berburu diiringi oleh sekitar 10 ribu eagle hunter. Kebiasaan ini menyebar turun temurun, salah satunya diwariskan ke suku Kazakh.

Eagle Hunter dalam bahasa Kazakh disebut sebagai Burkut. Festival Golden Eagle ini diadakan pada bulan October. Para pemburu datang dari desa-desa di mongolia, mereka ada yang telah berkuda 2 hari 2 malam berturut turut. Sampai di Stadion, pemandangan yang tampak adalah dandanan mereka dengan jubah kulit hewan, kuda dan pelana yang dihias, dan Elang di tangan mereka.

Untuk Elang pemburu, biasanya ditangkap Golden Eagle, salah satu elang pemburu mangsa terbesar. Berat elang pemburu ini mencapai 6,5 kg. Cakar melengkung pada elang dan tajam untuk menangkap mangsa. Terbang mengikuti aliran udara, mencapai kecepatan 20 mil / jam, penglihatan elang ini 8x lebih tajam dari manusia. Mereka bisa mengenali kelinci atau rubah dalam jarak 1 mil jauhnya.

Elang yang digunakan biasanya betina, karena berat mereka hanya mencapai 1/3 dari yang jantan. Elang pemburu hidup mencapai umur 50 tahun, tetapi para pemburu hanya menjaga elang ini sampai berumur 10, dan melepaskan kembali ke alam.

Pada awal musim panas, para burkut ini pergi ke pegunungan menemukan sarang elang, memancing dengan umpan ayam. Elang muda lebih mudah dipelihara dan jinak, tidak menyerang anak kecil, elang yang telah dewasa lebih agresif.

Anak elang dipelihara selama 1 bulan, dibiasakan makan daging dari tangan burkut, dan menjadi terbiasa dengan kehadiran manusia. Pada akhir musim panas, elang tidak diberi makan. Diikat pada sebuah balok, pada saat mereka mencoba terbang selalu jatuh kembali. Setelah lelah dan letih, lapar, Elang siap dilatih. Elang dipancing dengan kulit binatang, setiap elang melakukan serangan, dia diberi hadiah. Sampai akhirnya Elang terlatih untuk berburu kelinci, marmot dan rubah.

Pada awal musim dingin, dianggap sebagai musim terbaik untuk berburu rubah. Biasanya, setelah salju pertama jatuh, pemburu naik kuda, memegang elang di lengan kirinya, dan mengembara di antara salju di puncak gunung tertutup. Begitu pemburu mendapatkan tempat rubah, ia akan mengirimkan elang berburu ke udara. Burung itu pertama naik untuk menilai sasaran dan kemudian terbang di bawah sejajar dengan sasaran, dan dengan cepat cakarnya yang panjang jatuh tepat di punggung binatang yang berusaha melarikan diri. Dia mencengkaram mangsa dengan cakar besi dan menunggu sampai datangnya burkut.

Para Burkut dengan bangga akan mengenakan topi dari bulu rubah selama musim dingin.

Golden Eagle Festival diadakan mulai tahun 2000, oleh asosiasi Burkut di Mongolia. Festival ini dimulai dengan menampilkan setiap pemburu dengan pakaian berburu yang indah dan rumit dihiasi aksesoris. Kemudian, elang berburu dievaluasi untuk keterampilan mereka. Para elang yang dilepaskan dari tebing batu, sementara pemilik mereka berdiri di bawah, mengirimkan sinyal bagi mereka untuk kembali ke tanah pada lengan tuan mereka, seperti yang mereka lakukan selama berburu. Elang dengan waktu tercepat dan teknik terbaik diberikan nilai tertinggi.



Referensi:

Photo by A Jackson, Viacheslav

Share This Post

Posted by Sunday, 25 July 2010 on 02:11.

Categories: 56 Etnis Suku di China. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

26 Responses to “56 Etnis Suku di China: Kazakh Eagle Hunter”

Pages: « 3 [2] 1 »

  1. 20
    J C Says:

    Ada burung kepleset? Lho burung khan terbang kok bisa kepleset?

  2. 19
    anoew Says:

    wah

    hahaha iyo kepleset

    mustinya “bagaimana kita bisa menghargai milik orang lain kalau tidak menghargai milik sendiri?”

    trims Hampt.

  3. 18
    ilhampst Says:

    Kang Mas Anu, keknya ada yang kepeleset nih, bagaimana kita bisa menghargai milik orang lain kalau tidak menghargai milik orang lain? Ngantuk nih

  4. 17
    anoew Says:

    Hampt, yang dipelihara papanya burung apa tho kok bisa-bisanya dimakan tikus gede?

    Memang betul, memelihara burung bagi yang tau, sungguh mengasyikan. Mulai dari membersihkan kandangnya sampai menikmati ocehannya buat obat stress.

    dulu si bona burung beo yang di rumah juga begitu. pertama kali beli masih kecil dan nggak bisa ngapa-ngapain. dilatih, dikasih makan, disediakan air buat tempat mandinya dan diajak main-main membuatnya lama-lama bisa akrab sama kita. pas dia mati, si ucrit nangis hehehe…

  5. 16
    anoew Says:

    JC wrote:

    Itu namanya menghargai milik sendiri…

    lha ya jelas harus dong.. bagaimana kita bisa menghargai milik orang lain kalau tidak menghargai milik orang lain?

  6. 15
    elnino Says:

    Weits, keren ini… Sangar meck

  7. 14
    Sophie Says:

    Terima kasih semuanya yang sudah mampir dan koment satu persatu. Tidak sempat dibalas semuanya, sedang traveling.
    internet boleh nebang soalnya

  8. 13
    GC Says:

    WOHOOOOO…keren nek!! bisa juga ya ternyata elang dilatih jadi nurut gitu..

  9. 12
    ilhampst Says:

    Kang Mas Anu, memelihara burung memang menyenangkan. Dulu Papa saya punya peliharaan burung 2 ekor. Beliau sayang banget, tiap pagi dibersihkan sangkarnya, diganti airnya, dikasih makan dan vitamin. Eh, tau2 ada anak tetangga mainin burung itu sampai akhirnya lepas. Satunya lagi dimakan tikus gede. Akhirnya beliau kapok, untung gak mutung, soalnya juga burung dikasih rekan di kantor sih hehehe

  10. 11
    J C Says:

    Quote Kang Anoew:

    Ah, seandainnya bisa jadi pengen punya Elang. Bagi yg tau, memelihara burung ternyata menyenangkan.

    Itu namanya menghargai milik sendiri…

Pages: « 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)