[Serial Baltyra] Orang-orang Terlupakan Dalam Proklamasi: Sara Thurmon

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta


Note:

Kayaknya kurang asik 17an tanpa tulisan serial. Berikut saya lampirkan artikel serial tentang ORANG-ORANG TERLUPAKAN DALAM PROKLAMASI.
Artikel ini seharusnya 65 seri sesuai 65 tahun kita merdeka. Tapi tahu sendiri, saya miskin waktu dan miskin kesempatan. Uang sih banyak…. hahahaha…
Nah, terpaksa ngejar waktu makin mepet, ada sekitar 24 serial mulai 26 Juli sampai 17 Agustus nanti.

SARA THURMON

Proklamator ‘Republik Amnesia’

KETIKA banyak dari kita mulai mempertanyakan sebuah kesadaran baru yang memang sudah lama menjadi karakter kita sebagai bangsa. Negara yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 ini, ternyata disadari atau tanpa disadari oleh kita sendiri perlahan-lahan menjadi bangsa pelupa. Kita begitu mudah melupakan banyak hal kejadian penting yang terjadi pada bangsa ini di masa silam.

Kita lupa kekejaman masa lalu yang menyakitkan kita, kita lupa kesalahan masa silam yang melukai kita. Kita lupa dan mudah lupa dan gampang melupakan apapun dan mudah melupakan siapapun yang melakukan kesalahan pada kita.

Berbagai peristiwa pemberontakan dengan korban ratusan ribu anak bangsa, yang ingin menghancurkan negara yang dilahirkan 17 Agustus 1945, kita lupakan… Peristiwa tragis berdarah-darah yang ingin mengganti ideologi negara dengan jutaan nyawa melayang, kita lupakan… Peristiwa dengan rangkaian kerusuhan yang pilu dan memakan korban saudara sendiri, kita lupakan… Korupsi, kejahatan, pelanggaran hukum berat yang sudah terbukti secara hukum kita biarkan tak terselesaikan dan kita lupakan…

Melupakan masa lalu yang kelam dengan menguburkan ingatan negatif untuk menatap masa depan merupakan sikap positif. Menjadikan kesalahan dan kepiluan masa lalu sebagai pelajaran untuk masa depan,  juga merupakan sifat yang bijak. Namun melupakan masa silam seolah-olah tidak pernah terjadi dan tidak perlu diungkit sebagai pelajaran berharga, sudah menjadi sikap kita sebagai bangsa.

Apakah Soekarno dan Hatta ketika memproklamasikan negeri ini  bercita-cita menjadikan Republik Indonesia sebagai bangsa pelupa? Saya berani katakan tidak! Dengan ingatan saya yang tidak mudah lupa. Lalu kapan kita telah menjadi bangsa pelupa?

Tak ada catatan resmi siapa bangsa Indonesia yang pertama kali memproklamasikan negeri ini sebagai bangsa pelupa, karena kita memang bangsa pelupa. Apalagi mengingat tanggal berapa tepatnya negara ini diproklamasikan sebagai bangsa pelupa. Kita memang benar-benar pelupa!

Karena kita kini perlahan-lahan menjadi sebagai bangsa pelupa, kita bisa ingat-ingat sedikit saja, ternyata ada orang yang secara tidak sengaja  berjasa mengingatkan dan memproklamasikan negeri yang dilahirkan 17 Agustus 1945 ini adalah bangsa pelupa. Namanya jelas sudah dilupakan dan tidak diingat lagi sama sekali oleh kita semua. Dialah orang yang mempunyai andil yang menghiasi negeri kelahiran 17 Agustus 1945 ini menjadi negara dengan bangsa yang senang melupakan masa silam sebagai pelajaran berharga.

Ketika Presiden Soekarno melakukan lawatan kenegaraan keliling bumi Amerika Serikat tahun 1956, dia sempat mampir ke kota suci pengikut gereja Mormon. Salt Lake City Soekarno tidak hanya mampir ke ibukota negara bagian ke 45 AS itu, yaitu Utah, tetapi hadir dan diterima dengan penuh suka cita oleh paduan taberkanel bersuara malaikat.

Tidak banyak yang tahu siapa Soekarno dan dari negara mana dia berasal. Entah benak apa yang tersimpan dalam pikiran seorang gadis kecil asal kota Salt Lake City, ketika dia menyambut kedatangan seorang presiden Indonesia yang pertama kalinya ke kotanya (Presiden Abdurrahman Wahid sering bolak balik ke kota ini karena bersahabat baik dengan pemimpin gereja Mormon). Secara spontan dan tak diduga, si gadis berusia 8 tahun itu menyapa Soekarno sebagai ‘presiden Amnesia’. Mungkin saja anak itu dan juga banyak orang Amerika tak tahu dan agak sulit mengingat kata ‘Indonesia’. Apa tuh Indonesia?

Komentar gadis kecil memang tidak punya makna sama sekali saat itu, hanya sekedar keseleo lidah dan ketidaktahuan. Namun lama kelamaan apa yang diucapkan gadis itu seperti sebuah ungkapan dan pernyataan yang kemudian menjadi kenyataan.  Saya pernah diberitahu oleh dosen saya, bahwa bangsa ini benar-benar bangsa pelupa, ketika masih kuliah di FISIP UI. Dari perkataan itu saya ingin mencari tahu, siapa yang sebenarnya mencetuskan kita sebagai bangsa pelupa. Ternyata ada orangnya!

Pada tanggal 3 Juni 1956, ketika Presiden Soekarno selesai menghadiri acara keagamaan di Gereja Mormon, gadis kecil seperti memproklamasikan Indonesia sebagai bangsa pelupa. “Are you really the president of Amnesia?”, kata Sara Thurmon dengan lugunya kepada Soekarno. (*)



SUMBER:

1. Daily News, New York, 3 Juni 1956.

2. Foto-foto dan reportase tentang perdjalanan presiden Soekarno di Amerika Serikat (Penerbit United States   Information Service, Djakarta, Indonesia).

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *