Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Di Republik ini, Berciuman Lebih Berat Dosanya Daripada Korupsi

Wednesday, 28 July 2010

Viewed 3971 times, 1 times today | 142 Comments |

Nyai EQ – di balik surat kabar di depan TV 14”


Siang terik, panas tak terkira. Aspal jalan berpendar-pendar, di kejauhan tampak seperti basah oleh hujan, tipuan mata yang di ciptakan oleh uap air yang naik saking panasnya udara.

Meski tak satupun keringat yang menetes, tapi panasnya udara membuat saya seperti meleleh dan kehilangan lebih dari separo tenaga yang dihimpun pagi tadi.

Saya mampir ke angkringan teman, di jalan Magelang  (bukan mampir sih namanya, karena saya dari Jogjatronik yang berada di wilayah selatan, tak jauh dari jalan Parangtritis, sementara Jalan Magelang jelas berada di wilayah utara), ya ya saya memang sengaja mengunjunginya setelah sekian bulan tidak bertemu. Sekedar say hi dan menyeruput teh tawar panas dan sebungkus nasi kucing, sebagai pengganti tenaga yang menguap di jalan.

Teman saya, si pemilik angkringan, sibuk melayani para pembeli yang kebanyakan adalah karyawan Indogrosir  (angkringannya berada di belakang toko tersebut). Untuk merintang waktu, sambil mengunyah nasi kucing, saya iseng membaca sebuah surat kabar bertajuk METEOR. Koran gossip Jogja.

Mata saya seketika tertumbuk pada sebuah headline berita dengan ilustrasi hitam putih Krisdayanti berciuman dengan Raul. Bukan ilustrasi yang bikin saya tertarik, tapi judulnya : “MUI SHOCK MELIHAT ADEGAN KRISDAYANTI BERCIUMAN DENGAN RAUL.”

Jiaaaaaaaaahhhhhh………!!! Saya meneruskan membaca dan sifat sinikal saya kambuh. Lagi-lagi lembaga ekslusif itu kurang kerjaan. Pertama, kurang kerjaan karena ngapain juga sempat-sempatnya melihat adegan Krisdayanti berciuman dengan Raul yang di tayangkan oleh infotaintment di stasiun TV swasta nasional. Ketahuaaaaann !!! Kerjaan anggota MUI nonton infotainment, bener-bener tidak elit ! Kedua, jelas kurang kerjaan, karena habis itu bikin konferensi pers dan meeting untuk membahasnya. Wah, kalau setiap orang yang berciuman di bahas MUI, bisa dibayangkan betapa sibuknya beliau-beliau ini setiap hari.

Saya shock membaca berita MUI yang shock gara-gara melihat Krisdayanti berciuman !!

Saya heran dan tak habis pikir. Ada apa dengan republik ini. Kenapa dengan negeri ini. Mengapa orang berciuman saja dibikin ribut dan jadi masalah besar. Terlebih lagi mereka (KD dan Raul) berciuman di sebuah kafe di Jakarta, tidak di depan kantor MUI. Oleh beliau-beliau ini perbuatan KD dan Raul dianggap tidak bermoral, dianggap meresahkan masyarakat dan sangat tidak sehat. Dianggap akan memberikan pengaruh yang buruk terhadap anak-anak Indonesia.

(Saya benar-benar menghela nafas panjaaaaaaaaaang sekali membaca hal ini).

Mari kita bahas satu persatu (biar sama-sama kurang kerjaan).

Dianggap tidak bermoral dan meresahkan masyarakat. Hmmm..benarkah berciuman di kafe dianggap tidak bermoral. Kalau benar begitu, betapa tidak bermoralnya saya dan banyak orang lainnya yang sering saya lihat berciuman di kafe, di jalan Malioboro, dan di tempat-tempat lainnnya. Termasuk yang di kuburan (saya sempat melihat sepasang remaja berciuman di kompleks Makam Imogiri, ketika saya pergi berziarah ke makam mamah, beberapa hari yang lalu).

Lalu bagaimana dengan para guru, uztad, pendeta, pastur, yang mencabuli sisawa-siswinya atau umatnya. Bagimana dengan sebuah rumah ibadah yang dengan sengaja memasang corong pengeras suara di samping muka sebuah rumah ibadah agama lainnya, sehingga suaranya yang luar biasa keras itu mengganggu ibadah agama lain. Bagaimana juga dengan para koruptor yang dengan penuh senyum berlenggang di depan layar kaca bak selebritis.Yang (dulu) masih boleh memangku jabatan meskipun statusnya tahanan dan jelas melakukan tindak korupsi, mencuri uang rakyat.

Bagaimana dengan para penjambret bersenjata yang akhir-akhir ini banyak melakukan aksi di wilayah Jogja dan menimbulkan korban, tidak ada berita heboh, tidak ada peringatan resmi dari pihak berwenang terhadap masyarakat dan penjahat. Padahal itu jelas meresahkan, sampai ada teman saya yang tidak berani pergi malam setelah jam 6 sore.

Jika tayangan Infotaintment tersebut dianggap memberikan pengaruh buruk terhadap anak-anak Indonesia, duuuh, tolong deh ya….kenapa juga para orang tua membiarkan anak-anaknya menyaksikan tayangan full gossip semacam infotaintment itu. Jelas itu tidak sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan MORAL anak-anak. Lalu bagaimana dengan tayangan berita yang penuh dengan adegan reka ulang pembunuhan, perampokan, korupsi (lagi-lagi). Juga SINETRON !!! Sinetron Indonesia yang jam tayangnya memenuhi 80% tayangan TV nasional Endonesa (not typo error!).

Memang tidak ada adegan ciuman dalam sinetron Indonesia, tapi penuh dengan adegan tidak sehat yang sungguh-sunguh berbahaya, seperti perselingkuhan, persengkongkolan (bahkan juga oleh kanak-kanak), saling iri, dengki, dendam dan menyakiti (juga di lakukan oleh anak-anak dan remaja), penuh kemarahan, tangisan yang berlebihan, belum lagi tayangan-tayangan reality show seperti Termehek-mehek, Orang Ketiga, Realigi dan lain sebagainya.

Tayangan yang mendominasi acara TV Indonesia. Mungkin adegan ciuman ini menjadi heboh karena KD yang melakukannya. Seorang Diva yang terkenal dan sedang tidak disukai (bahkan ada group yang bernama Say No To Krisdayanti di Facebook—ada-ada saja !!! Kurang kerjaan juga !!!—apa tidak ada kerjaan lain selain mengurus kepentingan orang lain ? Apa diri sendiri sudah bener ?). Padahal barusan juga adegan ciuman antara JuPe dengan pacarnya saat liburan di Pattaya. Kok gak kenapa-napa ya…sama lho adegannya (jangan-jangan ada anggota MUI yang juga lagi shock saat ini gara-gara melihat JuPe berciuman…..).

Sungguh…..sungguh saya heran dengan Republik ini. Republik yang menilai sebuah ciuman lebih berat dosanya daripada korupsi. Republik yang menganggap tayangan ciuman di TV yang hanya sekilas itu sebagai sebuah bahaya yang bisa merusak anak bangsa.

Sungguh, saya sangat heran dan prihatin, apa yang ada di dalam otak mereka-mereka itu. Otak yang tampak berkilauan tapi sebenarnya berisi hal-hal kotor dan negative. Hanya ada satu hal, MESUM. Otak kotor yang dibungkus oleh pandangan sempit tentang arti kata moral. Kenapa hal-hal sepele seperti itu di besar-besarkan. Media massa jelas melakukannya dengan alasan komersial. Dan itu tidak ada hubungannya dengan moral. Kerjaan kaum media massa memang menciptakan berita yang lazim di sebut GOSSIP. Dan ah, seperti tidak hapal saja.

Sekali satu gossip meledak, dia akan bertahan di SEMUA stasiun TV negeri ini sampai berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Lengkap dengan segala bentuk hujatan terhadap tokoh antagonisnya dan rasa simpati berlebihan terhadap tokoh yang dianggap di rugikan (biasanya yang berkembang adalah hujatannya). Lihat saja gossip Manohara. Di mana-mana, bahkan di dalam kerangka berita (news) pun cerita Manohara ditayangkan. Dampaknya kemudian muncul produk Jilbab Manohara, Baju Muslim ala Manohara, warung makan ayam goreng Manohara (apa hubungannya ?!) dan sebagainya.

Sekarang yang sedang hangat kasus video porno Ariel dan sejumlah selebritis (saya tidak setuju dengan sebutan artis, karena saya juga artis). Kasus yang begitu heboh, bahkan anak-anak sekolah dasar pun tahu, meskipun tidak memahaminya. Duluuu ada kasus AA Gym yang menikah lagi, membuat gelombang demonstrasi di mana-mana menolak poligami. Lalu berita tentang Syeh Pudji yang menikahi anak di bawah umur. Syeh Pudji begitu terkenal, antara dihujat dan dikagumi, sampai-sampai salah satu dosen senior saya yang kebetulan memiliki profil wajah mirip Syeh Pudji, mendandani dirinya (dengan penuh rasa bangga) menjadi sangat mirip dengan tokoh agama yang bejat tersebut.

Kemana berita-berita itu sekarang ? satu persatu lenyap. Seperti itulah nasib sang gossip. Mulai, berkembang lantas lenyap, fade out, diganti gossip lain yang dianggap lebih seru, lebih menjual. Saat berita tentang Ariel menyurut, orang mulai mencari “hiburan “ baru. Dan hobby menghujat penduduk negeri ini senantiasa memerlukan media penyaluran. Termasuk saya juga yang saat ini tengah menghujat sang penghujat.

Tambahan sedkit, baru saja saya mendengarkan berita di TV, Presiden Republik Indonesia memberikan pidato dalam rangka Hari Anak Nasional di TMII, setelah menyaksikan sajian kreatifitas anak-anak Indonesia, menyinggung tentang keprihatinan atas “tragedy” sejumlah video porno yang dilakukan oleh sejumlah selebritis, termasuk adegan pornoaksi yang dilakukan oleh KD—gubrak !!! kenapa pidato dalam rangka Hari Anak Nasional, di hadapan para kanak-kanank Indonesia, di racuni oleh scenario semacam ini sih ?! Apa tidak ada kata-kata yang lebih cerah ceria dan membahagiakan, penuh semangat dan kegembiraan?? Duuuh…….

Sudahlah, marilah kita urus diri kita masing-masing saja, keluarga kita, tidak perlu iri dengan kebahagiaan orang lain. Tidak perlu cemburu dengan Raul yang berciuman dengan Krisdayanti di kafe. Marilah pergi ke kafe dengan pasangan kita, ngobrol mesra, sambil saling berpegangan tangan, tertawa mesra, mengerling penuh arti, meneguk minuman dengan pelan dan seksi, sambil sesekali berciuman kecil tapi manis. Alangkah indahnya hidup ini !!!

Mwuah, mwuah, mwuah……!!

NB.

Kenapa jarang ada berita tentang kesuksesan seseorang, kebaikan seseorang, prestasi seseorang yang bisa bertahan dan dibicarakan di mana-mana serta jadi headline berhari-hari seperti gossip-gossip di atas ? apa itu pertanda bahwa di negeri ini pornografi dan pornoaksi lebih minati ketimbang prestasi anak bangsa……hmmm…Hidup porno-porno !!!! muakh !!

Share This Post

Posted by Wednesday, 28 July 2010 on 01:17.

Categories: Opini. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

142 Responses to “Di Republik ini, Berciuman Lebih Berat Dosanya Daripada Korupsi”

Pages: [15] 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

  1. 142
    Lani Says:

    NUCHAN: tidoooor pegimana seh? la ini msh pagi cah ayu di KONA…….emank km mangkalnya dimana? kok nyuruh aku tidooooooooor? beda brp dgn lokasimu?????? ayo lanjooooooooot…….aku lg cari yg bs disosor…wah, malih jd bebek iso nyosoooooor ini istilah dr aki apa EQ ya?

  2. 141
    ilhampst Says:

    Walah, ada namaku disebut hahaha…
    Za : Hmmmm.. buat kamu aja deh tu Paul Wesley, aku ngincer Amanda Seyfried aja minimal
    Mbak EQ : aku jangan direbutin, rugi yang rebutan. Makan banyak, jarang pulang pula. Bikin repot aja hahaha

Pages: [15] 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)