80.000

Alexa – Jakarta


Komen Iwan di No.125 artikel Baltyra – Bronze Award (http://baltyra.com/2010/05/27/baltyra-com-bronze/)  mempertanyakan tentang eksistensi penulis popular yang terlalu diakomodasi  suatu website bersamaan munculnya dengan tuduhan plagiarisme ke sosok Agnes Davonar di Kompasiana. Kang Pepih selaku Admin Kompasiana bertindak cukup elegan dengan membuat tulisan mempertanyakan tindakan Agnes ini karena tulisan yang dianggap plagiat  itu sebenarnya dihargai tinggi dengan memuatnya pada versi cetak Klasika Kompas Medan. Sebagaimana biasa Agnes berkelit dan kang Pepih kembali menjawab.

Tanya jawab antara mereka mencapai empat tulisan dan semua berlangsung elegan, para Kompasianer terbelah dua antara yang pro dan kontra. Bisa dikatakan yang kontra sebenarnya bukan terpicu oleh masalah plagiat tapi karena dalam beberapa tulisan sebelumnya, AD telah dengan pongah menepuk dada dengan menuliskan “keheranannya” atas  tingginya view pada cerpennya yang mencapai 80.000 view.

80.000 views menjadi angka fantastis sementara tulisan lain yang masuk most viewed umumnya hits pada angka 1000 s/d 2000. Hal ini buat saya yang cari makannya dengan memelototin angka pastinya jadi bikin penasaran.  Karena di Baltyra belum ada tulisan yang hits sampe 80.000 view maka dengan terpaksa saya mencermati angka-angka di Kompasiana.

Menurut informasi Admin dan Jakoeb Oetama, tiap harinya Kompasiana diupload 200 s/d 400 tulisan. Saya katakan diupload karena member punya akun dan bilik masing-masing dan bisa upload tulisannya sendiri, sementara itu pengunjungnya tiap hari membaca 15.000 klik jadi kalau mau dihitung distribusi meratanya sekitar 40 klik/tulisan. Oh iya Kompasiana sudah berkomitmen dan menginstall program   jujur dan fair play  dalam penghitungan view ini. Jadi sistim hanya mencatat orang yang buka suatu artikel paling tidak selama 1 menit (waktu yang dianggap cukup untuk membaca satu tulisan), di bawah satu menit maka tidak akan dihitung.

So mari kita cari angka 80.000 itu datangnya darimana…


Backlink is Important

Berdasarkan riset kecil-kecilan yang saya lakukan, sebenarnya caranya yang paling jitu adalah dengan memanfaatkan tehnology. Jika suatu tulisan sudah diupload dalam media online maka dia akan membentuk kode tautan atau biasa dikenal sebagai link/ URL. Nah taruhlah kode itu pada media online yang lain macam KasKus yang memiliki member 1,3 juta orang dan pastinya bisa mendongkrak viewer.

Tapi jangan salah, KasKus  menganggap ini sebagai promo gelap makanya begitu tau dia akan menghapus tautan itu…waktu tayang bisa bertahan antara 2 jam sampai paling lama 2 hari tergantung kejelian pasukan Admin di sana yang jumlahnya cukup banyak, jumlah viewer 1,000 hingga 10,000 bukan angka yang mustahil dicapai.  Tapi 80.000 view itu rasanya juga sulit dicapai jika hanya menautkan link di KasKus, jangan khawatir masih ada sekitar tiga website lain yang didirikan oleh sempalan KasKus dan mereka cukup eksis di dunia virtual ini, so tautan link bisa ditaruh di website-website tersebut.

Networking also Important

Pilihan lain untuk menaruh link juga bisa dilakukan di milis-milis baik yang sifatnya lokal (yang merupakan jaringan pertemanan kita) atau millis-millis yang dibentuk oleh media-media massa. Bayangkan jika oplah satu media massa itu sekitar 200,000 s/d 600,000 per penerbitan dan 5 % dari angka itu bergabung dalam millis maka kita sudah dapat calon pembaca tulisan kita minimum 10,000. Saya pernah ikutan millis dari majalah Femina, bujubuneng sehari bisa masuk imel sampai 100 dan karena time consuming banget membaca imel-imel itu akhirnya saya berhentikan membership saya di sana. Saat ini millis-millis itu mulai beralih ke dalam bentuk Facebook dan Twitter.

Nah tambahan lagi kalau kita punya akun pribadi di Fesbuk dan Twitter, kita bisa kan taruh tautan link tulisan kita itu di sana dan makin banyak teman kita serta group yang kita ikuti maka kemungkinan dibacanya makin tinggi.

Pencet Terus Sampe Tuwir

Minami dalam tulisannya menyebutkan bahwa cara lain adalah dengan menggunakan tombol F5 jadi cukup tekan-teken si F5 itu tanpa membacanya sudah terjadi klik. Tapi seperti saya bilang, di Kompasiana hal itu tidak akan dihitung oleh sistim, sementara setahu saya di Baltyra sudah ada satu tulisan yang mengalami hal itu tapi langsung ksatrya baja abu-abu kita Gandalf the Grey mengembalikan pada posisi awal (artinya tindakan demikian dengan mudah akan terdeteksi oleh Admin).

Bahkan seorang teman yang aktif di pengelolaan website (ingat saya pernah menulis perkenalan dengan salah seorang pengelola website terbesar) terus terang menyatakan bahwa secara intern  F5 ini bisa dipasang otomatis pada suatu tulisan selama 3 hari 3 malam jadi enggak usaha pakai jari…yang penting terjalin “pengertian” yang kuat mengenai kepentingan bersama  antara pengelola website dan penulis bersangkutan.

Bicara pengertian antara pengelola website dan penulis bersangkutan ada lagi cara lain. Ini secara enggak sengaja saya temukan pas mau install histats  (program penghitungan visitor) di blog pribadi saya, saya kaget waktu ditanya…”mo dimulai di angka berapa,”….whaaat, jadi bisa tho enggak dimulai dari nol. Kembali saya reconfirm pada teman-teman yang mengelola website dan lagi-lagi mereka membenarkan bahkan karena seringnya saya nanya-nanya masalah ini – mereka secara bercanda menawarkan uji coba pada postingan saya….ah..ah..ah, ogah deh.

Judul Posting
Untuk mengoptimalkan tulisan kita adalah dengan memilih judul yang tepat dan populer – coba tulis postingan anda dengan judul Luna Maya, Cut Tari dan Ariel walaupun tulisan tidak berhubungan (sekedar contoh ekstrim) niscaya search engine optimalization akan segera menangkap postingan anda dan muncul SEO itu hingga tulisan anda akan segera diklik oleh pembaca yang sedang search kata kunci itu di google (misalnya).


Kesimpulan

Ternyata banyak cara untuk bikin tulisan kita di klik 80,000 kali – faktanya tulisan AD yang di klik 80,000 kali itu terjadi saat Kompasiana belum mengadopsi sistim 1 menit/ klik, begitu sistim itu diterapkan maka tulisan AD paling banter di hits pada angka 3,000 saja.

So jika tulisan Anda hits 80.000 kali sama sekali belum menandakan Anda penTulis so Dewa…

Agnes Davonar itu terdiri dari dua penulis wanita kakak beradik yang cantik-cantik, jadinya malah kebayang kalau mereka nepuk-nepuk dadanya apa pembaca kayak Anuh, Nev enggak langsung ndeprok gulung koming. Enggak kebayang kalau yang nepuk-nepuk dada penTulis kayak saya yang mungkin enggak secantik AD…salah-salah bisa dikira KingKong ngamuk.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *