London Yuuukkks…

Edy Harjito


Seminggu di negrinya David Beckham ini terasa sangat tidak mencukupi untuk mendatangi obyek-obyek wisata secara detail. Bagusnya London mempunyai system yang bagus untuk sekedar sight seeing dalam waktu sebentar, subwaynya gampang dimengerti, ada big bus tour, restaurant  mudah di access, dll

Tranportasi

Sebagai orang yang baru pertama kali ke sana, saya mempelajari dulu subway systemnya, ternyata dengan pengalaman jalan-jalan di Paris dulu, sysem subway di London mirip dengan Metro di Paris. Dengan 6 pound untuk 1 day travel , kita bias menggunakan naik subway maupun bis semaunya, ini lebih ngirit daripada beli per trip.

Taxi nya termasuk kuno untuk ukuran zaman modern sekarang ini, melihat bentuk dan caranya jadi teringat   filmnya God Father itu. Nampaknya mereka menjaga design taxi nya seperti itu hingga kini. Memang jadi kelihatan eksotik dan lain dari pada yang lain disbanding taxi taxi di Negara lain, saya tidak tahu apa juga semacam ini bentuk taxi di kota lain seperti Manchester, Liverpool.


Big Bus Tour

Ini semacam tour keliling London dengan bis terbuka, di sana disediakan earphone dan tersedia berbagai bahasa. Sangat bermanfaat untuk pemanasan hari pertama tiba sebelum memutuskan obyek mana yang sesuai dengan selera kita untuk didatanagi detail. Route bis ini melewati seluruh tempat-tempat penting yang layak dikunjungi, Picadilly Circus, Madame Tussaud, Thames River, London Eye, Tower Bridge, dll. Bis nya banyak sekali dan kita bisa turun di mana saja kita tertarik dan naik bis berikutnya, ada yang atasnya terbuka. Tiket tersedia di mana-mana, di kios-kios stasiun atau bisa membelinya via internet. Harganya  14 pound.


Hotel dan Makanan

Memang benar sekali London disebut kota termahal di dunia, kalo di kota lain dengan budget Rp. 1 juta sudah mendapat hotel mewah maka di sini jangan berharap. Saya nginap di Holiday Inn untuk 3 hari pertama dengan biaya 190 pound per hari dan pindah ke hotel Lily dengan tariff 50 pound, rasanya hotel ini yang agak miring setelah keliling cari,  kelas hotel melati. Untuk yang jalan seharian yang melelahkan, tidur di manapun akan nyenyak.

Makanan fave saya selama di London adalah Japanese food seharga sekitar 5 pound, terdiri dari nasi dan beef teriyaki, biasanya ada di station gede semacam Padington.  Ada kejadian lucu saat makan di kursi stasiun, di sebelah ada anak muda dan dengan sopannya minta supaya disisakan makanannya. Saya perhatikan ada beberapa orang sejenis, dalam hatiku ini kali ya para nomaden itu atau para yuppies, bau alkoholnya menyengat sekali. Jangan-jangan pangeran kaya yang lagi menyamar.


Madame Tussaud

Pertunjukan yang sangat luar biasa, tidak boleh dilewatkan nonton yang ini. Mula-mula kita dibawa naik kereta di dalam gedung, dengan pemandangan perkembangan Inggris dari zaman baheula sampai modern. Susah membayangkan bagaimna membangun fasilitas sedemikian rupa sehingga patung-patung besar, bangunan-bangunan kuno, pilar-pilar tinggi,  bisa didirikan di dalam gedung yang sempit dan kompak.

Jadi tahu sejarah bangsa Inggris di sini, saya sangat terkesan dengan zaman industrialisasi yang membawa dunia segemerlap seperti sekarang ini. Lalu ada suatu tempat di mana disuguhkan alat-alat eksekusi hukuman mati zaman dahulu, seru, serasa kita berada di zaman romawi dulu. Kemudian ada tempat untuk olah raga jantung,yaitu masuk lorong dan ditakut-takui dengan segala macam yang mengerikan. Tiket seharga 60 pound (? Lupa) tidaklah rugi dengan suguhan yang ada.


British Museum

Dari sekian banyak museum, akhirnya museum inilah yang saya sempatkan kunjungi. Kalau mau melihat berbagi peninggalan dunia,di sinilah tempatnya,mulai dari candi-candi di ASEAN, sejarah Jepang, Afrika dan America dan yang paling menarik adalah area Mesir. Di area Mesir ini , kita disuguhi banyak mummy mummy asli lengkap dengan bandosonya (kayu), takjub sekali melihat ini walau menyeramkan. Saya melihat area ini yang paling banyak diminati, termasuk saya juga paling terkesan dengan area ini. Lain daripada yang lain.

Berbagai stupa asli juga ada di sini, termasuk yang dari Borobudur maupun Prambanan. Di sini gratis dan pengalaman serta pengetahuan seluruh dunia terangkum. Ada kesan menarik yang lain saat di sini, saya menjumpai banyak murid sekolah SD yang dengan seriusnya menggambar obyek-obyek dlm kaca , ada yang menggambar mummy, stupa, binatang, gedung,dll. Sangat layak ditiru oleh sekolah-sekolah Indonesia cara belajar mereka.


London Eye

Dibangun  di tepi sungai Thames dan diresmikan pengunaanya pada saat abad  millennium dimulai tahun 2000 lalu, seperti kereta gantung di Taman Mini tapi berputar ke atas , laksana kipas angin yang beputar. Terdiri dari 32 tube dan tertinggi adalah 135 meter, sehingga seluruh London bisa terlihat, apalagi saat mencapai puncaknya. London Eye ini sangat megah dari kejauhan,terlihat dari mana-mana saat naik big bus tour pada hari pertama dulu..

Setelah ngantri tiket yang lumayan panjang akhirnya dapat juga tiketnya (jadi ingat lagunya Beatles I got a ticket to ride…yeahh saking happynya), akhirnya naik juga tube berkapasitas sekitar 25 orang ini, naiknya harus lumayan sigap karena tube berputar terus. Tapi jangan khawatir banyak kakek nenek  yang naik dengan amannya. Ticket 29 pound.


Other

Waktu selebihnya buat jalan-jalan menyusuri Oxford road, Picadilly circuss, park, masuk markasnya Chealsea,  dll, Tower bridge, kantornya perdana mentri yang di depannya banyak orang berdemontrasi, dengan kain yang bertuliskan macam macam. Walau saya punya 1 day travel card yang bisa bepergian naik sub way kemana suka, tapi saya lebih senang jalan kaki menyusuri keindahan kota London, apalagi didukung cuaca yang bersahabat, sekalipun tengah malam.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.