Sejenak Mengenang Masa Remaja

Dewi Aichi – Brazil


Masa remajaku biasa-biasa saja. Tidak ada yang heboh. Jadi apa ya yang bisa aku ceitakan tentang masa remaja? Tapi selain kehidupan masa remaja di jamanku, juga tentang pergaulan remaja pada saat itu. Maksudku adalah gaya-gaya anak muda di masa itu. Kira-kira di awal tahun 84-an diriku mulai menginjak usia remaja. Jika dibandingkan dengan anak-anak remaja jaman sekarang, wah..jauh banget ya gaya hidupnya. Sepertinya, anak-anak remaja sekarang lebih luas wawasannya, mungkin ini ditunjang dengan mudahnya  mencari berbagai informasi.

Sambil berusaha mengingat-ingat kembali masa remajaku, aku melewatkan masa remajaku di kota Jogjakarta. Gaya berpacaran remaja pada waktu itu ya paling banter diapelin setiap malam Minggu. Itupun kadang-kadang ditungguin bapak di ruang tamu. Sedang aku hanya berani menerimanya di teras rumah he he…. kemudian, kira-kira jam 9 malam, bapak sudah berdehem dari dalam, artinya sudah saatnya si pacar pulang.

Sekali-kali bolehlah diijinkan diajak menonton di bioskop. Dan pengalaman nonton di bioskop itu hanya bisa dihitung dengan jari. Masih ingat betul film yang aku tonton bersama teman-teman ketika itu. Yaitu film “Catatan Si Boy” yang dibintangi oleh Onky Alexander dan Meriam Bellina. Ada lagi ketika itu aku diajak menonton film “Merpati Tak Pernah Ingkar Janji” yang dibintangi oleh Adi Bing Slamet dan Paramitha Rusady, juga Kusno Sudjarwadi, ini film tahun 1985.

Ketika itu juga aku demen banget dengan lagu-lagunya. Apalagi dengan lagunya Atiek CB untuk Catatan si Boy. Sampai sekarang juga masih enak saja mendengarkan lagu tersebut, seperti merasakan kembali, apa yang ku rasakan saat itu . Yah…seperti itulah. Apalagi di Jogjakarta ketika itu banyak banget bioskop. Bagi yang mengalami masa remaja bareng masa remajaku, pasti taulah gaya-gaya anak jaman itu. Apalagi yang di Jogjakarta, dulu ada bioskop  Widya. Kalau tidak salah, harga tiket masuk masih sekitar rp. 700 .

Karena jaman itu belum ada tv swasta seperti sekarang yang memberikan berbagai acara menarik, hiburan yang aku nikmati saat itu ya kebanyakan mendengarkan musik-musik dari radio. Atau sandiwara radio. Ada sandiwara radio  Saur Sepuh dengan peran utama si Ferry Fadly sebagai Brama Kumbara, dan Elly Ermawati sebagai Mantili. Satunya lagi yaitu sandiwara Ibuku Malang Ibu Tersayang, pemainnya masih sama, ini sempat menjadi hiburan favoritku ketika itu, masih SD kalau ngga salah. Begitu memasuki usia remaja, radiolah yang dijadikan ajang untuk berkirim pesan, maupun request lagu untuk kekasih.  Dulu, lagunya Air Supply “Making Love Out Of  Nothing At All” adalah lagu kesukaanku yang aku kirimkan ke dia melalui radio Geronimo. Penyiarnya siapa ya waktu itu, mas  Didit Arya.

Sedang acara tv, paling suka ya Selekta POP, menampilkan lagu-lagu pop jaman itu. Album Minggu Ini juga sebagai acara musik jaman dulu, wah….kalau sekarang sudah seperti MTV saja he he..! Terus ada lagi penyiar idolaku yaitu Tuti Aditama, selalu bergaya rambut pendek, berkaca mata. Kemanakah sekarang beliau ? Tv milik bapak waktu itu masih hitam putih, kalau ngga salah berukuran 24 inc. Banyak tetangga yang belum memiliki tv, jadi kalau malam minggu, rumahku selalu penuh. Senang sekali mengingat masa-masa itu. Kok rasanya nyaman ya !

Kalau sekolah, bagi cewek-cewek biasanya pada bawa novel cerita romantis, seperti novelnya Eddy D Iskandar, Mira W, Marga T, kalau yang cowok-cowok apa ya..? Ohh..paling paling Nick Carter, Annie Arrow…tanya Anoew kalau ngga percaya ! Ketika di kelas ada pelajaran yang menjemukan, ya pura-pura melihat buku pelajaran, padahal mata dan pikiran, sedang konsentrasi membaca novel yang disembunyikan di laci meja. Pernah juga waktu itu tergila-gila sama Rano Karno dan Yessy Goesman, film-filmnya yang bertema cinta remaja saat itu. Gita Cinta Dari SMA . Satunya lagi yaitu Galih Dan Ratna.

Jaman remajaku juga sempat ngetop yang namanya breakdance. Jadi, bagi cowok-cowok yang jago breakdance pasti banyak cewek yang ngelirik. Duh…banyak banget yang manis dikenang waktu itu. Karena jaman itu belum ada yang punya hp, ada juga yang ngetrend waktu itu yaitu brik . Pakai WT atau HT, bisa untuk bercuap-cuap antar kampung. Ada istilah pacaran lewat udara he he. Omku ketika itu pasang juga, aku sering nyuri-nyuri memakai. Meski hanya mendengar suara cowok tak dikenal, bisa jatuh cinta juga ternyata. Eh..akhirnya bisa kenalan, dan berlanjut sampai SMA. Sering menjemput saat pulang sekolah. Ketika itu dia kuliah di FK UGM. Sampai sekarang masih kenal , dan ketika menceritakan kembali masa itu, kami hanya sama-sama ketawa.

Kenangan masa remaja memang indah untuk diceritakan kembali. Kota Jogjakarta adalah kota, di mana masa remajaku terlewatkan. Dan, ketika berada kembali di kota Jogjakarta, maka kenangan masa lalupun bisa dinikmati kembali dengan menelusuri tempat-tempat yang dulu pernah  kulalui bersama teman-temanku.

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.