Wow…Ramadhan Datang Lagi

SAW – Bandung


Apa kabar sahabat semua? Semoga selalu dalam lindungan-Nya.

Tak terasa, Ramadhan kembali menyapa kita, utamanya bagi ummat Islam di seluruh dunia. Maka, melalui kesempatan ini saya ingin berbagi hal-hal kecil yang berkaitan tentang bulan Ramadhan, semoga bermanfaat bagi sahabat sekalian, utamanya para sahabat Muslim. Tak menutup kemungkinan para sahabat non Muslim, saya berharap bisa untuk meningkatkan wawasan.

Banyak ahli hikmah yang mengibaratkan Ramadhan sebagai bulan ‘pertapaan’. Maksudnya, di bulan inilah sebuah proses bagi perjalanan hidup manusia mengalami masa yang paling menentukan. Jika boleh diumpamakan dengan proses metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu, maka Ramadhan adalah proses di mana ulat berubah menjadi kepompong untuk kelak lahir sebagai kupu-kupu.

Jamaknya kepompong, maka sehari-hari tidak makan dan minum. Sudah terpuaskan apa yang dia butuhkan, sehingga jika sebelumnya seberapapun daun segar disediakan, pasti habis terlalap dalam waktu yang sebentar, maka ketika menjadi kepompong, dia tinggalkan segala kesenangan tersebut.

Ulat, banyak di antara kita yang merasa jijik. Bahkan tak jarang, keberadaannya dianggap hama karena terlalu rakusnya dia memakan tanaman sehingga merusak hasil pertanian. Namun, dengan menjalani pertapaannya, ulat bisa menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik. Saat itulah banyak yang menyukai dan mengagumi keindahannya.

Oya, Ramadhan selalu disambut dengan suka cita bagi kebanyakan ummat Islam. Kedatangannya sudah dinanti-nantikan jauh-jauh hari, bahkan doa-doa pun terpanjat 2 bulan sebelumnya untuk di sampaikan pada bulan Ramadhan.

Allohumma baariklana fii rajaba wa sya’ban, wa balighna Ramadhan

(Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan)

Doa ini terpanjat di setiap kesempatan, utamanya dalam dzikir sholat-sholat wajib. Maka, tak heran ketika Ramadhan sudah datang, syukur terpanjat ke hadirat-Nya.

Ada beberapa kebiasaan dilakukan oleh sebagian ummat Islam dalam rangka menyambut datangnya Ramadhan.

Di lingkungan saya, malam sehari sebelum Ramadhan biasanya akan diadakan pawai obor untuk anak-anak SD ke bawah. Mereka mengumandangkan sholawat berkeliling kompleks dan berkumpul kembali di masjid untuk kemudian mendapatkan snack dan minuman alakadarnya. Meriah sekali, karena kalau anak-anak yang punya gawe, bisa dipastikan orangtuanya ikut-ikutan sibuk. Moment ini dipergunakan juga bagi para orangtua untuk saling bersalaman, meminta maaf dan saling mendoakan agar bisa mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan.

Kalau di kampung saya di Ponorogo, menjelang Ramadhan banyak disibukkan oleh aktifitas ziarah ke makam. Bisa dipastikan, pedagang bunga rampai panen saat-saat begini. Harga seuntai bunga kantil juga bisa mencapai limaribu rupiah.

Biasanya selain aktifitas ‘nyekar’, mereka juga bebersih area makam keluarga, sembari memanjatkan doa bagi arwah keluarga yang sudah meninggal.

‘Ala kulli hal, … di kampung Baltyra ini, saya pun mengucapkan ‘Mohon Ma’af lahir bathin atas khilaf yang saya perbuat, baik disengaja maupun tidak.’

Selamat menunaikan serangkaian ibadah di bulan Ramadhan …


Redaksi Baltyra mengucapkan:


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA….Marhaban yaaa Ramadhan…

مرحبا يا رمضان

Mohon maaf lahir dan batin…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.