Suara Indonesia Dari Beijing

Sophie Mou


Sebagai orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, senang rasanya bila menemukan sesuatu yang berkaitan dengan Indonesia, baik itu makanan, bacaan, maupun hal2 lainnya. Hal yang saya rasakan pertama kali mendengar ada siaranradio bahasa Indonesia di Beijing adalah Hah ? Punyanya siapa ? http://indonesian.cri.cn/

Siaran Radio berbahasa Indonesia ini umurnya sudah 60 tahun, antara percaya atau tidak. CRI ini bernaung di bawah organisasi China Radio International milik Pemerintah Tiongkok.

Sekilas informasi mengenai CRI. CRI mulai mengudara pada tanggl 3 Desember 1941. Motto CRI “memperkenalkan Tiongkok kepada dunia dan memperkenalkan dunia pada Tiongkok, memberitakan dunia pada dunia, meningkatkan saling pengertian dan persahabatan antara Tiongkok dengan masyarakat dunia “.

Acara-acara CRI telah mengudara ke seluruh penjuru dunia dalam 61 bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. CRI adalah lembaga media international yang mengunakan jumlah bahasa terbanyak di dunia. CRI ini portal media yang menggunakan ragam bahasa yang paling banyak di dunia. http://www.cri.cn/index1.htm, pengakses CRI online berasal dari 180 negara dan daerah dengan volume pengunjung mencapai 19 juta setiap hari. CRI pertama didirikan pada tgl 3 Desember, 1941.

Karena rasa keingintahuan yang besar, sampailah satu hari saya berkunjung ke kantor CRI. Kantor CRI terletak di daerah BaBaoShan, Beijing. Dengan mengunakan subway line 1, kurang lebih memakan waktu 30 min, saya diterima dengan ramah oleh Bpk. Li Shukun, Director Departemen Bahasa Indonesia. Bpk Shukun ditemani oleh Liu Li dan Heru, reporter dan penyiar.

Memasuki Departemen Bahasa Indonesia, terdengar sapaan yang akrab “ Apa kabar ? “ Ruangan yang apik dan resik ini membawa nuansa Indonesia yang kental. Dari pintu masuk terdapat papan nama Departemen Indonesia, hingga di dalam ruangan disapa oleh semua staff dengan bahasa Indonesia.

“ Selamat siang, senang rasanya berkunjung di CRI. Boleh diceritakan sekilas mengenai departemen bahasa Indonesia ini “

Bpk Shukun “ Siaran bahasa Indonesia mulai mengudara resmi pada tanggl 10 april 1950. Siaran bahasa Indonesia ini mengudara 3 kali setiap hari, dengan sinyal yang menjangkau negara Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Jepang, dan lain lain. Sedangkan situs web CRI online dalam bahasa Indonesia ( http://indonesian.cri.cn ) diresmikan pada tanggal 1 Mei 2002.

“ Berapa total karyawan di departeman ini “

“ Total karyawan ada 18 “

“ Berasal dari mana Staf di sini “

“ 90% Staf departeman ini adalah warga negara Tiongkok “

Salah satu keheranan bagi diri saya, hampir sebagian besar staf disini fasih berbahasa Indonesia begitu juga Bpk. Shukun. Kami berbicara dalam bahasa Indonesia, dan saya angkat jempol karena bahasa Indonesianya sangat fasih.

Ternyata di Tiongkok ini, ada 2 Universitas yang mengajarkan sastra Indonesia. Yaitu Beijing University dan Beijing Foreign University. Dosen yang mengajarkan kebanyakan adalah orang-orang Indonesia yang kembali ke Tiongkok pada saat terjadi peristiwa 1965, dan orang yang belajar mengenai budaya Indonesia.

Semua staff di departemen ini adalah lulusan kedua Universitas diatas. Pada saat itu, antara heran dan tidak percaya dan juga bangga, ada orang asing yang menyukai bahasa Indonesia, mau belajar mengenai bahasa dan budaya Indonesia.

Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada tiga orang yang duduk di hadapan saya, mengapa kalian memilih sastra Indonesia dibanding dengan sastra lainnya, sedangkan bahasa Indonesia bukan bahasa yang populer. Jawaban yang saya peroleh :

Bpk. Shukun “ Saya berasal dari GuangZhou, pada saat lulus sekolah menengah atas, kebetulan pemerintah memberikan beasiswa dengan ikatan kerja di CRI ini. Ada banyak departemen pada saat itu, tetapi saya memilih departemen bahasa Indonesia, karena saya telah menyukai Indonesia, saya mempelajari mengenai Indonesia, dan Indonesia adalah negara yang kepulauan, negara yang dibentuk dari berbagai suku, dan berbagai budaya. Menjadikan daya tarik bagi saya untuk mendalami sastra Indonesia  di Beijing University “

“ Berapa lama anda telah bekerja di departemen ini “

“ Kurang lebih 15 tahun “

“ Sudah pernah berkunjung ke Indonesia “

“ Oh ya sudah berkali-kali, terakhir kali pada medio april 2010 “

Jawaban hampir sama saya dapatkan dari Liu Li, yang umurnya relatif masih muda. Ada kejadian lucu mengenai Liu Li. Kontak pertama kali saya dengan CRI ini melalui Liu Li, selama berbicara melalui telp, saya mengira Liu Li sudah agak berumur. Pada saat saya menunggu di pintu gerbang CRI, saya memperhatikan setiap orang tua yang keluar dari gedung, tiba-tiba ada seorang anak muda menyapa saya “ Sophie ? “. Whuahh, kaget karena Liu Li ternyata seorang pemuda yang berusia 29 tahun.

Liu Li, berasal dari Wuhan, lulusan Beijing University ini telah bekerja selama 7 tahun di departemen bahasa Indonesia. Bekerja di CRI ini harus serba bisa, bisa mandiri dalam mengerjakan semua bukan hanya terbatas sebagai penyiar, harus merangkap sebagai penterjemah sekaligus reporter.

Pemuda satu lagi yang menemani saya adalah Heru. Berbincang dengan heru sama rasanya dengan berbicara dengan orang Indonesia, tidak akan terlihat bahwa dirinya berasal dari Tiongkok. Belajar bahasa Indonesia bukan hal yang susah menurutnya. Lebih mudah dari belajar bahasa English. Padahal menurut saya, bahasa Indonesia salah satu bahasa yang agak-agak rumit. Mereka belajar bahasa Indonesia harus menulis karangan , essay dan belajar kosa kata secara detail, belajar kata ganti, dan semua pernik-pernik berbahasa Indonesia. Dan bahasa yang mereka gunakan benar-benar bahasa Indonesia yang benar menurut EYD (hal ini malah membuat saya malu, karena bahasa mereka lebih baik tidak memakai bahasa gaul). Heru adalah lulusan sastra bahasa Indonesia dari Beijing Foreign University pada tahun 2009,

Siaran bahasa Indonesia ini mulai tgl 20 april 2010 mempunyai hubungan kerjasama dengan radio Elshinta, dapat didengar melalui Radio Elshinta di Jakarta setiap hari pada pk 8.30 – 9.00, pk 22 – 22.30, pk 23.00 – 00.05.

Selain kegiatan penyiaran, departemen bahasa indonesia  juga membantu kegiatan yang berhubungan dengan  masyarakat Indonesia di Tiongkok, membantu KBRI, menterjemahkan artikel-artikel dalam bahasa Indonesia dan mengelola situs CRI berbahasa indonesia. Pada saat Indonesia mengalami bencana tsunami dan musibah lainnya, mereka membantu menyalurkan sumbangan dan dana yang dikumpulkan kepada Pemerintah Indonesia. Secara rutin mengunjungi penggemar dan mengadakan acara tatap muka dengan penggemar di Indonesia. Setiap bulan, mereka menerima kurang lebih 300 surat dari penggemar, melalui email dan surat melalui pos.

Untuk ke depannya, siaran radio bahasa Indonesia berharap akan dapat bekerja sama dengan lebih banyak radio di Indonesia, bertukar program, akan lebih banyak pendengar yang dapat menikmati siaran mereka. Mengadakan kunjungan kerja, tatap muka dan terlibat lebih banyak dalam aktivitas masyarakat Indonesia di Tiongkok.

Saat ini departemen bahasa Indonesia CRI membantu menterjemahkan buku autobiography Presiden Susilo Bambang dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin.

Selain berbincang-bincang, saya mempunyai kesempatan memasuki ruangan penyiar. Memasuki ruang itu serasa berasa bukan di Beijing. Mendengar suara penyiar yang berbicara dalam bahasa Indonesia yang sempurna, tidak ada sedikitpun dialek Mandarin atau aksen China. Salah satu acara CRI yang saya sukai adalah Ruang Tamu. Dibawakan oleh penyiar Jenlien Pangestoe, ruang tamu sebagai program talk show dengan mengundang pejabat dan figur-figur publik seperti pejabat, pengamat politik, pakar ekonomi, pengusaha, seniman, mahasiswa, guru besar, diplomat Indonesia, sampai masyarakat awam di Beijing sebagai narasumber. ( http://indonesian.cri.cn/hkt09.htm ).

Perbincangan di sore itu yang menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam. Sebelum meninggalkan CRI, saya sempat berkeliling gedung dan senang rasanya melihat bendera Indonesia berkibar di gedung CRI ini.

Hal yang membuat saya bangga akan Indonesia. Di tengah carut marutnya negara Indonesia, terlepas dari masalah politik, ataupun hal-hal negatif lainnya, masih ada orang dari negara lain yang menyukai dan mencintai Indonesia, belajar budaya Indonesia dan bahasa Indonesia.

Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 65


</

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.