Dihukum Karena Tidak Ikut Upacara

Prabu – Jakarta


prabu_baltyra.com — Ini pengalaman waktu sekolah dasar. Karena tidak menghadiri upacara 17 Agustusan, besoknya aku dipanggil kepala sekolah. Namun aku bersyukur, ternyata yang tidak mengikuti upacara 17 Agustusan tidak cuma aku sendiri. Ada sekitar 20an anak.

Maka kami semua yang tidak mengikuti upacara di suruh berkumpul di halaman sekolah. Kami semua berbaris berjalan menuju lapangan dengan dilihat para guru dan murid-murid lainnya. Mereka rupanya menikmati hukuman yang dijatuhkan kepada kami..

Aku mendapat giliran pertama untuk menjalani sangsi hukuman itu, “Prabu, kau maju. Dan nyanyikan lagu 17 Agustus!”

“Dlapan belas agustus tahun 45….”

“Salah!” bentak kepala sekolah.

“Dlapan belas agustus tahun 45…”

“Woiiiii salahhhhh!” bentaknya keras

“Dlapan belas agustus…..”

“Woiiiiiiiiii salahhhhhhhhhhhhhh………..!” bentaknya semakin keras

“Dlapan belas…….”

”Salahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh guobloooooooooookkkkkkkk! Sejak kapan Indonesia merdeka pada 18 Agustus!” bentaknya dengan kesal sambil hendak memukulku. Namun sebelum tangannya mendarat di wajahku kuberanikan untuk mengatakan kepada kepala sekolah, “Maaf pak, mohon diijinkan saya bernyanyi hingga selesai”.

“O  k…!” ucapnya sambil napasnya tersengal-sengal menahan amarah. Maka dengan gembira aku meneruskan bernyanyi.

“Dlapan belas agustus tahun empat lima. Kemarin hari kemerdekaan kita……..,”

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *