[Lomba Menulis] Menyikapi Perbedaan untuk Kemajuan

Prima Almazini


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kaya dengan beranekaragam budaya, agama, suku, adat istiadat, dan bahasa. Segala perbedaan mengingatkan kita bahwa kita dapat saling melengkapi.

Suatu komunitas tidak selalu terdiri dari unsur yang homogen. Bahkan, dalam kenyataannya suatu komunitas selalu heterogen. Pada masa sekarang ini komposisi heterogen-lah yang umum ada di setiap komunitas karena zaman semakin maju dan telah membawa kita ke sebuah era yang diberi nama era globalisasi. Setiap individu dapat berinteraksi dengan individu lainnya tanpa ada batas ruang dan waktu. Begitupula kemajuan teknologi telah memudahkan proses mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga kita semakin heterogen.

Suatu bangsa dapat terbentuk karena adanya nuansa sejarah yang sama, misalnya bangsa Amerika yang terdiri dari orang–orang Inggris yang bermigrasi ke sana dan mengalami perang serta berbagai kejadian yang membuat mereka mendeklarasikan berdirinya negara Amerika. Negara Indonesia pun dibentuk karena kesamaan sejarah perjuangan walaupun didukung pula oleh kesamaan wilayah. Dilihat dari komposisi ras dan suku sebenarnya Indonesia itu heterogen. Bagian barat Indonesia lebih kuat pengaruh dari Asia dan bagian Timur lebih kuat pengaruh dari Australia dan Asia Pasifik. Namun, karena adanya persamaan sejarah, dari mulai kerajaan Majapahit dan Sriwijaya sampai penjajahan Belanda hingga deklarasi proklamasi kemerdekaan, ada dasar yang kuat untuk mendirikan suatu negara.

Adanya persamaan memang faktor mutlak untuk suatu persatuan. Namun karena tidak ada di dunia ini individu yang persis sama maka persamaan di sini dipandang dengan lebih luas dalam konteks persatuan. Persatuan terdiri dari unsur persamaan dan perbedaan. Hal tersebut merupakan hal umum dimanapun. Persamaan yang ada menimbulkan adanya toleransi untuk menghargai perbedaan. Di dalam suatu komunitas pun selalu terdapat persamaan dan perbedaan dalam berbagai hal.

Kita lihat dalam konteks masyarakat, masyarakat merupakan sekumpulan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat yang saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi antarmanusia dalam masyarakat disebut interaksi sosial. Interaksi sosial menimbulkan apa yang disebut problem sosial. Problem sosial dalam masyarakat terjadi karena adanya benturan kepentingan satu sama lain sebagai akibat wajar dari suatu heterogenitas. Masyarakat tersusun dari komposisi yang heterogen baik dilihat dari agama, tingkat strata sosial, profesi, kedudukan, pangkat, jabatan, harta, dan lain-lain. Hal itu menyebabkan adanya perbedaan kepentingan yang menimbulkan perbedaan pandangan. Hal itu akan nyata terjadi dalam rapat-rapat atau musyawarah-musyawarah dalam memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan khalayak ramai.

Dalam konteks negara akan lebih nyata lagi adanya perbedaan pandangan dalam masyarakat. Misalnya, masalah kenaikan harga tarif dasar listrik baru-baru ini yang tetap diberlakukan pemerintah meskipun banyak pihak yang menentang. Setelah pemerintah resmi memberlakukan maka bermunculanlah gelombang aksi menentang kenaikan harga tarif dasar listrik tersebut, meskipun dilain pihak banyak para pakar dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendukung keputusan pemerintah. Hal itu adalah bukti adanya perbedaan-perbedaan yang nyata di dalam masyarakat dalam menanggapi suatu keputusan yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Perbedaan pandangan dalam masyarakat itu nyata. Namun, adanya kesamaan tujuan yang sama menimbulkan toleransi terhadap perbedaan yang ada. Persamaan pandangan akan urgensi kepentingan yang lebih besar selalu menyatukan perbedaan dan benturan kepentingan akibat kepentingan yang lebih kecil. Kesamaan pandangan memiliki manfaat untuk mewujudkan kebersamaan dalam masyarakat dan perbedaan pandangan pun memperkuat persatuan karena merupakan wujud nyata saling melengkapi dan saling mengisi. Seperti apa yang pernah disampaikan almarhum Gus Dur, sang Bapak Pluralisme, “Seluruh umat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain, tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan.”

primz


Ilustrasi: tongberisi.net


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Primz! Semoga kerasan dan terus ikut mengisi rumah kita bersama ini…make yourself at home…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.